Sukses Kembangkan Bisnis Kripik Pisang Berkat Kejelian Memilih Pasar

bisnis keripik pisang

Image dari Google.com

Bagi beberapa pelaku bisnis pemula umumnya yang menjadi masalah adalah terkait dengan pemasaran dari produk yang mereka buat. Terutama jika pelaku usaha tersebut bertempat tinggal di daerah yang cukup jauh dari pusat keramaian atau perkotaan, tentu kendala seperti distribusi dan juga ongkos yang semakin tinggi akan memperberat perjalanan bisnis mereka.

Namun bagi yang tidak pantang menyerah dan terus mencari solusi, bisa jadi akhirnya menemui kesuksesan besar. Layaknya pasangan pengusaha muda Puji Norbawa dan Hidayatuz Zu’amah yang berhasil mengembangkan bisnis keripik pisang aneka rasa meski mereka tinggal di lokasi yang cukup terpencil di daerah Lampung Selatan.

Dan berkat kejelian memilih pasar, akhirnya mereka berdua bisa memperkenalkan produk dengan nama keripik pisang Mr. Picco ini hingga ke pulau Jawa. Selengkapnya berikut kisah dan perjuangan Puji Norbawa – Hidayatuz Zu’amah mengembangkan bisnis produk keripik pisang Mr. Picco.

Bermula Dari Pengalaman Sosial

Ketika ditanya perihal pertama kali mengembangkan usaha, Puji Norbawa dan Hidayatuz Zu’amah menyampaikan bahwa sebelumnya mereka pernah mengikuti sebuah program yakni beastudi Etos yang merupakan beasiswa untuk pengembangan pendidikan serta kegiatan sosial. Dalam program beasiswa tersebut, salah satu kegiatan yang harus dilalui oleh mereka berdua adalah program kontribusi terhadap masyarakat.

Kala itu, di sebuah desa binaan yang menjadi objek pengembangan program, di sana mereka harus dapat mengelola desa tersebut dengan baik termasuk bagaimana memanfaatkan potensi desa untuk menjadi pulang usaha yang menguntungkan. Lewat prinsip sosial entrepreneur, nyatanya hal tersebut menjadi inspirasi bagi keduanya untuk mengembangkan bisnis mandiri di kemudian hari.

Artikel lain: Senjata Hadapi MEA, Jember Garap Potensi Bisnis Keripik Nangka

Memulai Bisnis Di Lokasi Terpencil

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa Puji Norbawa dan Hidayatuz Zu’amah memang pertama kali mengembangkan bisnis keripik pisang ini di kawasan Lampung Selatan yang terbilang masih cukup terpencil. Jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke pusat kota saja membutuhkan waktu tak kurang dari 2 jam.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan keinginan kedua entrepreneur ini untuk memulai usahanya. Dan setelah melihat besarnya potensi pengolahan produk pisang di kawasan Lampung Selatan, akhirnya mereka memutuskan untuk turut serta mencoba peluang bisnis ini.

Hal pertama yang dilakukan adalah, dengan melakukan riset pasar untuk mencari peluang dari pengembangan bisnis keripik pisang yang masih sepi pesaing. Namun pada kenyataannya, setelah melakukan riset pasar mereka menyadari bahwa bisnis kripik pisang di Lampung Selatan sudah begitu sesak dengan banyaknya pemain sejenis. Inilah yang kemudian mengharuskan Puji dan Hidayatuz untuk lebih memutar otak mencari alternatif lain.

Akhirnya tercetus ide untuk melakukan pemasaran bukan di wilayah Lampung namun jauh hingga ke pulau Jawa. Setelah menjalankan beberapa riset dan juga mengkalkulasi segala halnya, akhirnya mereka sepakat dan mulai melakukan produksi.




Menerapkan Kembali Prinsip Sosial Entrepreneur

Ketika mengembangkan produk keripik pisang yang diberi nama Mr. Picco, Puji dan Hidayatuz tetap menerapkan prinsip Social entrepreneur yang pernah dipelajari selama program beasiswa Etos. Secara umum, prinsip ini mengadaptasi pemanfaatan potensi lingkungan untuk mengembangkan sebuah bisnis komersil. Dengan menggunakan tenaga kerja masyarakat, akhirnya produksi keripik pisang yang dikemas dengan aneka rasa Ini berhasil dijalankan dengan cukup lancar.

Terlebih kala itu, mereka juga sudah mendapatkan partner yang tepat sehingga produk keripik pisang yang mereka buat memiliki kualitas yang sangat baik. Dengan kelebihan tekstur yang sangat renyah, keripik pisang Mr. Picco juga dilengkapi dengan bumbu yang sangat menyatu serta tahan lama meski tanpa penggunaan pengawet buatan.

Pertumbuhan Bisnis Keripik Pisang  yang Drastis

Memulai usaha pada bulan agustus 2015 lalu, nyatanya dalam waktu yang cukup singkat mereka sudah bisa mengembangkan bisnis keripik pisang dengan omset yang besar. Peningkatan pesat ini juga didukung dengan pemasaran online lewat media sosial serta situs blog untuk bisa menjangkau target konsumen yakni anak muda dan juga golongan menengah ke atas.

“Setelah produk dilepas di pasaran saya melakukan branding dan promosi dengan menggunakan media sosial yang ada. Untuk memperkuat branding agar produk bisa terlihat elegan kami menggunakan media Facebook, Instagram, blog, dan lain-lain,” ujar Puji.

Baca juga: Pernah Gagal 199 Kali, Pria Ini Berhasil Kembangkan Bisnis Keripik Buah Beromzetnya Ratusan Juta

Berkat kombinasi moncernya pemasaran online serta kinerja produksi yang juga lancar, akhirnya mereka bisa mendapatkan omset hingga mencapai puluhan juta rupiah dalam satu bulan. Omset tersebut dapat diraih berkat luasnya persebaran produk Mr. Picco yang sudah mencapai beberapa kota besar seperti Jakarta, Semarang, Jogja, Solo, Bekasi serta beberapa kota lainnya di pulau Jawa.

Meski saat ini masih terkendala dalam hal pengantaran produk karena lokasi produksinya yang cukup terpencil, namun mereka sangat yakin untuk bisa terus mengembang bisnis ini ke tahap yang lebih tinggi. Salah satu caranya yakni dengan mencari partner yang bisa menjadi packing house di pulau Jawa. Dengan begitu proses produksi dan pemasaran bisa dijalankan dengan lebih efektif ke depannya.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. Mudah mengembangkan bisnis bila masyarakat sudah sejahtera pada umumnya.
    Tetapi jika hanya segelintir orang saja yang sejahtera, bagaimana?
    Terimakasih.

  2. Wachhh mantabss usahanya. Semoga semakin sukses dan berkembang. Dan semoga TAKOYAKIKU juga bisa sukses seperti keripik pisang Mr. Picco

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud