Senjata Hadapi MEA, Jember Garap Potensi Bisnis Keripik Nangka

Senjata Hadapi MEA, Jember Garap Potensi Bisnis Keripik Nangka

bisnis keripik nangka
Image dari Wikimedia.org

Seperti diketahui bersama bahwa saat ini Indonesia sudah masuk dalam masa perdagangan bebas Asia Tenggara atau yang akrab disapa dengan istilah MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Di tahun 2016 ini, mungkin efek dari MEA masih belum benar-benar terasa secara gamblang. Namun perlahan, pengaruh dari peraturan ekonomi global tersebut sudah nampak dalam hal persaingan usaha yang semakin ketat.

Untuk menghadapi itu semua, hampir setiap daerah di Indonesia telah mempunyai strategi khusus yang dipersiapkan untuk menggenjot potensi bisnis daerahnya masing-masing. Seperti salah satunya Kabupaten Jember yang juga mempunyai beberapa lini usaha andalan dengan masa depan cerah. Komoditas bisnis khas Jember tersebut salah satunya yakni keripik nangka.

Sebagai daerah yang kerap disandingkan dengan potensi produk buahnya, Jember memang sudah lama terkenal menghasilkan banyak olahan buah dalam hal ini nangka yang diolah menjadi produk keripik. Bahkan, produk keripik nangka dari Jember saat ini sudah diekspor ke luar negeri baik yakni di kawasan Asia hingga negara-negara Eropa.

Selengkapnya tentang potensi bisnis keripik nangka asal Jember yang mendunia, bisa anda simak dalam artikel di bawah ini.

Maju Berkat Kolaborasi Masyarakat Dan Pemerintah

Salah satu faktor pendukung majunya sentra bisnis keripik nangka di Kabupaten Jember adalah solidnya kerjasama antara masyarakat dan juga pemerintah setempat. Dengan bantuan dari pemerintah, masyarakat kemudian membentuk kelompok-kelompok usaha pengolahan keripik nangka. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah setempat lewat Disperindag dan ESDM Pemkab Jember yakni berupa pelatihan, bantuan pendanaan hingga peralatan yang digunakan sebagai media usaha.

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang pengusaha keripik nangka di Jember bernama Nuril Anwar. Dirinya mengaku sangat terbantu dengan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan industri keripik nangka di Jember. Warga Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember tersebut mengaku sudah mulai menekuni bisnis ini sejak tahun 2013 silam. Melihat besarnya potensi buah nangka yang belum terlalu dimanfaatkan dengan maksimal, ia kemudian memberanikan diri untuk terjun dalam celah bisnis tersebut.

Artikel lain: 6 Bisnis UKM / Usaha Kecil Menengah Yang Menjanjikan

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama Nuril adalah bagaimana mengolah produk dari bahan buah nangka agar lebih tahan lama dan memiliki nilai jual tinggi. Dari situlah ya memilih pengolahan menjadi keripik, dengan beberapa alasan di atas.

“Saya melihat peluang yang cukup bagus dari nangka dan berinisiatif untuk membuat menjadi keripik, agar daya tahan dan masa kedaluwarsa camilan ringan itu bisa lebih lama,” ujar Nuril.

Besarnya Potensi Pasar Asing

Setelah berhasil menjalankan roda bisnis industri pengolahan keripik nangka khas Jember, Nuril merasa bahwa potensi terbesar untuk pasar produk keripik nangka justru datang dari luar negeri. Diminati oleh konsumen di kawasan Malaysia hingga benua Eropa, produk keripik nangka asal Jember bahkan harus digenjot produksinya untuk memenuhi semua pesanan yang ada.

Nuril menyatakan bahwa, untuk kepentingan ekspor produk keripik nangka, ia harus menyiapkan tak kurang dari 1 ton bahan baku yang diolah dalam satu bulan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ia dibantu dengan belasan orang karyawan serta puluhan orang yang bekerja sebagai pengepul buah nangka dari seluruh Kabupaten Jember. Meskipun begitu, sebenarnya potensi untuk ke pasar luar negeri masih lebih besar dari skala bisnisnya saat ini.

Bisa dibayangkan bahwa, Nuril hanyalah satu dari beberapa pengusaha keripik nangka di Jember yang juga mempunyai fokus untuk menggarap pasar asing. Untuk Nuril sendiri, ia mengaku mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah per bulan dari usahanya tersebut.

Usaha Pemerintah Menyongsong MEA

Disampaikan oleh Kepala Disperindag dan ESDM Jember, Ahmad Sudiono menyatakan bahwa saat ini Kabupaten Jember sedang menggalakkan upaya untuk meningkatkan skala usaha kecil menengah. Lewat beragam program pengembangan usaha, akhirnya potensi ekonomi produktif di Jember bisa menggeliat dengan cukup cepat.

Bahkan dalam beberapa tahun belakangan, di Jember sudah ada tak kurang dari 314 kelompok usaha yang masing-masing terdiri dari 10 orang pengusaha. Semuanya mendapatkan pembinaan langsung serta bantuan dari pihak Disperindag dan ESDM Kabupaten Jember.

Baca juga: 6 Ide Bisnis Rumahan Untuk Ibu Rumah Tangga

Khusus untuk produk keripik nangka, Ahmad Sudiono mengaku sangat optimis dengan perkembangannya di tahun-tahun mendatang. Dengan keberhasilan menembus pasar Eropa dan Asia, keripik nangka khas Jember yang saat ini masih diekspor dalam bentuk curah (belum dikemas) mampu menjadi produk dengan minat tinggi di beberapa negara seperti Belanda, Inggris, Perancis, dan Malaysia.

“Permintaan keripik di Eropa sangat banyak, sehingga kita berupaya secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Ahmad Sudiono.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan