Rumus Campuran Warna Lengkap dengan Contoh

Advertisement-Scroll to Continue

Rumus campuran warna dapat bermanfaat untuk berbagai keperluan. Warna memiliki peran yang sangat penting dalam estetika dan suasana suatu ruangan. Pemilihan warna dapat menentukan desain interior dan eksterior. Warna juga menentukan pilihan padu padan baju dan masih banyak hal lainnya.

Ada berbagai kesan yang terkait dengan warna. Misalnya, putih yang bersih, merah yang berani, atau biru yang menenangkan. Pemilihan warna yang tepat bisa menciptakan atmosfer yang diinginkan. Kalau salah memilih warna, Anda juga harus menghadapi atmosfer yang kurang pas.

Misalnya ruangan terasa panas karena terlalu banyak memakai warna terang. Ada banyak pilihan warna yang perlu pertimbangan matang untuk kita aplikasikan. Salah satu hal yang perlu dipahami adalah rumus campuran warna cat. Apa saja yang cocok dan campuran apa yang justru kurang tepat.

campurwan warna sekunder

Dengan demikian, Anda dapat menciptakan palet warna yang beragam dan menarik. Dengan pemahaman yang baik tentang rumus warna, Anda tidak perlu jadi tenaga ahli untuk menggabungkan warna dengan cerdas dan menciptakan desain warna sesuai dengan preferensi.

1. Rumus Campuran Warna Primer Ke Sekunder

Warna primer adalah tiga warna dasar sebagai komposisi utama untuk dicampur. Asalkan kita memiliki tiga warna ini, bisa kita campur untuk mendapat warna lainnya. Semakin kompleks warna yang diinginkan maka akan semakin banyak campurannya.

Intinya, sebelum menciptakan warna lain, kita harus punya warna primer. Mereka adalah merah, kuning, dan biru. Ketika warna primer dicampur, hasilnya adalah warna sekunder, yang menjadi dasar bagi warna-warna lain. Warna Sekunder ada pada level kedua dalam hierarki warna.

Warna yang terbentuk dari pencampuran warna primer ini, memiliki karakteristik berbeda dari warna primer. Seringkali warna sekunder jadi paduan warna primer. Misalnya warna merah dan hijau atau warna biru dan ungu. Bukan hanya itu, warna sekunder kerap jadi elemen desain untuk berbagai konteks.

campuran warna primer

a. Warna Hijau

Rumusan untuk mendapat warna hijau adalah campuran antara warna kuning dan warna biru. Kita memadukan kuning yang cerah dengan biru yang lembut. Hasil akhir adalah hijau yang menentramkan.

b. Warna Ungu

Untuk mendapatkan warna ungu, kita mencampur merah dan biru. Kita akan dapat warna ungu yang mewah dengan mencampur dua warna. Mereka adalah merah yang menonjol dan biru yang menenangkan. Hasilnya adalah ungu yang terlihat menawan.

Baca Juga: Analisa Pengaruh Warna Terhadap Upaya Marketing Dan Branding

c. Warna Orange

Kita mendapati warna orange dengan mencampur warna merah dan kuning. Hasilnya adalah warna orange yang merah dengan bias yang lebih ringan. Hal ini dikarenakan kita menambah warna kuning pada merah yang menyala dan mencolok. Hasilnya adalah orang yang hangat.

Warna sekunder juga bisa diperoleh dari campuran warna universal dengan primer. Apakah yang dimaksud dengan warna universal? Warna putih dan hitam yang cocok dengan warna apa saja. Kalau kita campur dengan warna lain, kita akan dapat gradasi warna yang lebih terang atau lebih gelap.

Berikut beberapa contoh rumus warna sekunder dari paduan warna primer dan warna universal. Perhatikan rumus kombinasi warnanya. Kadang, kita memiliki sebutan warna yang semakin bervariasi seperti ungu lilac, biru dongker dan lain sebagainya. Ini adalah beberapa contohnya

formula warna

  • Merah + Putih = Merah muda
  • Merah + Hitam = Merah gelap/bata
  • Hitam + Putih = Abu-abu
  • Biru + Putih = Biru muda/baby blue
  • Biru + Hitam = Biru gelap
  • Merah + Hijau = Coklat

3. Rumus Campuran Warna Tersier

Kita mengenal warna primer yang merupakan warna dasar. Lalu ada warna sekunder yang pada dasarnya adalah warna hasil dari campuran dua warna primer atau warna primer dengan warna universal. Sedangkan warna tersier adalah hasil dari pencampuran antara warna primer dan sekunder.

Berikut adalah rumusan kombinasi tersier yang kaya. Membuat warna tersier berarti Anda memiliki warna primer dan sudah memiliki warna sekunder. Contoh paduannya adalah.

  • Oranye + Kuning = Oranye kekuningan (jeruk)
  • Orange + Merah = Oranye kemerahan (jeruk mandarin)
  • Merah + Ungu = Magenta
  • Ungu + Biru = Ungu kebiru-biruan
  • Hijau + Kuning = Hijau muda kekuningan
  • Coklat + Putih + Kuning = Coklat keemasan
  • Putih + Coklat = Broken white
  • Merah + Kuning + Biru = Coklat

Pilihan macam warna tersier lebih banyak dari warna primer dan sekunder. Ini adalah opsi yang lebih kaya dibandingkan warna lainnya. Beberapa contoh warna tersier yang populer adalah coklat, magenta, dan maroon. Warna tersebut memberikan dimensi yang lebih dalam dan kompleks.

Kita dapat membuat banyak pilihan warna pada palet dengan warna tertier. Dengan itu, kita bisa mengkreasikan warna yang kreatif dalam desain. Berikut adalah rumus campuran warna tersier yang perlu Anda ketahui untuk bisa membuatnya sendiri.

rumus mencampur warna

Rumus Campuran Warna Lain

Kita sudah membahas warna primer, sekunder, dan tersier. Apakah ada campuran yang lebih komplek dari semua itu? Ada. Kita dapat mencampur tiga warna dan mendapatkan warna baru. Seperti apa? Sebut saja Salem, apricot, putih tulang dan lain sebagainya.

Tidak mudah untuk menuliskan semua rumusan untuk semua warna yang ada. Kita hanya akan memberikan beberapa contoh yang populer. Jadi, kita bisa memahaminya lebih detail dan mendalam. Berikut adalah rumus warna terbaik dari warna yang ada.

a. Warna Peach dan Apricot

Untuk warna Peach, kita mencampur warna kuning, merah, dan putih. Rumusannya adalah perbandingan 1:1:5. Campuran tersebut menghasilkan warna yang lembut dan hangat, terinspirasi dari warna kulit buah peach matang yang lembut.

Warna Apricot juga memakai kombinasi tiga warna. Sebut saja, kuning, magenta, dan putih dalam perbandingan 3:2:5. Warna dengan nuansa orange lembut ini memiliki kemiripan dengan warna kulit buah aprikot. Secara umum, apricot lebih gelap daripada peach.

b. Warna Moka dan Coklat

Ini adalah kombinasi empat warna dengan kecenderungan gelap. Misalnya adalah warna Moka yang merupakan paduan merah, hijau, putih, dan hitam. Rumusan perbandingan adalah 2:1:5:4. Hasilnya adalah warna gelap dengan nuansa coklat tua.

Kita kerap menyamakan warna coklat dengan emilan batangan yang manis dengan nama yang sama. Itu karena memang itulah representasi contoh yang paling pas. Kta bisa membuatnya dengan rumus kuning, merah, magenta, dan hitam dalam perbandingan 5:2:2:2.

Dengan pemahaman mendalam rumus campuran warna, seseorang dapat menciptakan berbagai macam warna dengan berbagai tingkat kompleksitas. Warna primer dapat menghasilkan warna sekunder. Bukan hanya itu saja, dengan paduan yang tepat, kita bisa menciptakan warna tersier.

campuran warna

Sebenarnya pilihan warna ada banyak dan beragam. Terdapat gradasi warna misalnya warna biru langit sampai biru tua. Ada juga berbagai variasi ungu dan opsi lainnya. Dengan pengetahuan paduan warna yang mumpuni, siapapun bisa menunjukan paduan warna tanpa batas.

Baca Juga: 10 Warna Yang Dapat Meningkatkan Penjualan, dan Alasannya

Dengan memiliki bekal pengetahuan tentang rumus campuran warna pasti akan membantu pekerjaan. Bagi para desainer jadi tidak bingung lagi dalam mencampur warna.

Namun jika warnanya sudah secara digital tentu tidak perlu bingung lagi mencampur warna. Sebab segalanya sudah otomatis.

Advertisement
M Zam

Leave a Comment