Cara Membuat Rencana Keuangan untuk Bisnis (Business Plan)

Cara Membuat Rencana Keuangan untuk Bisnis

Ilustrasi via Shutterstock

Sekilas, bagi sebagian orang cara membuat rencana keuangan untuk bisnis ini mungkin terdengar terlalu kaku dan formal. Nyatanya hal ini penting sekali, terlebih lagi kalau bisnisnya melibatkan banyak pihak. Bahkan, bisnis plan ini bisa digunakan untuk meyakinkan calon investor agar mereka mau mengucurkan dana.

Nah, sebelum memutuskan untuk “membakar uang” untuk modal bisnis, pastikan membuat rencana keuangan untuk mengaetahui beberapa hal berikut ini:

  • Kejelasan arah bisnis (dibutuhkan oleh konsumen, bukan musiman dan bisa bersaing dengan rival?)
  • Punya strategi dan struktur perusahaan
  • Strategi dan cara pemasaran bisnis
  • Gambaran karakter pasar
  • Konsep awal ide bisnis
  • Menghitung gambaran keuntungan bisnis
  • Mengetahui pengeluaran produksi termasuk biaya operasional
  • Meraba-raba pesaing bisnis

Calon Investor Dana Membutuhkan Business Plan

Semisal bisnis ini kira-kira membutuhkan pendanaan yang besar, ada beberapa cara untuk mencari dana segar seperti investor, modal ventura dan perbankan. Nah, tiga aspek ini membutuhkan dokumen tertulis berupa business plan.

Tujuannya adalah memberikan gambaran singkat seperti apa produk yang Anda tawarkan dan mengapa produk Anda begitu menarik untuk dibuat investasi.

Seperti kata Garret Sutton, seorang penulis  tata cara menulis business plan mengatakan ada tiga pertanyaan yang ada di di kepala calon investor dan kreditur, antara lain:

  • Apakah dengan berinvestasi di perusahaan Anda bisa menghasilkan uang? Dan pertanyaan ini adalah kunci penting untuk meyakinkan mereka.
  • Apakah investor memahami dan menyukai konsep bisnis yang Anda miliki?
  • Apakah Anda bisa dipercaya?

Artikel lain: Bagaimana Cara Mendapatkan Modal Usaha

Bagaimana Cara Membuat Rencana Keuangan untuk Bisnis?

1. Executive Summary

Dari semua outline, executive summary ini sama saja seperti etalase toko. Jadi harus dibuat menarik. Hal ini meliputi judul dan juga ringkasan singkat tentang konsep bisnis yang Anda miliki.

Isinya adalah visi dan misi serta tujuan. Semuanya harus eye-catching, jelas dan tidak bertele-tele.

2. Business Description (Latar Belakang Perusahaan)

Latar belakang perusahaan mengupas deskripsi industri dan juga memperjelas pandangan saat ini dan masa yang akan datang. Selain itu, cantumkan juga struktur organisasi dan orang-orang dibalik bisnis Anda dan konsultan yang mendampingi. Pencantuman pemilik saham juga penting.

3. Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran dibuat setelah membuat analisa pasar. Seorang calon enterpreneur harus familiar dengan segala aspek yang mempengaruhi perusahaan sehingga target pasar bisa ditentukan. Biasanya orang saat membuat rencana keuangan untuk bisnis membuat semacam marketing plan.

4. Membuat Competitive Analysis

Competitive analysis ini berfungsi untuk melihat kekurangan dan kelebihan kompetitor (rival bisnis) dalam market Anda. Selain itu, hal ini juga mencakup strategi yang menguntungkan perusahaan dan juga hambatan apa yang bisa dikembangkan menjadihal menguntungkan.




5. Analisis Sumber Daya Manusia

Hal ini merupakan hal yang krusial dalam membuat rencana keuangan untuk bisnis. Analisis sumber daya manusia nantinya berisi tentang orang-orang yang dibutuhkan dengan kompetisi  tertentu untuk menjalankan roda bisnis.

6. Analisa Keuangan

Analisa keuangan  berupa forcasting atau ramalan pengeluaran dan pendapatan saat bisnis berjalan. Hal ini juga menyangkut pengembalian modal atau biasanya dikenal dengan istilah break event point. Selain itu, cantumkan return on invertment, leverage dan lainnya.

7. Perencanaan Pelebaran Usaha

Perencanaan pengembangan usaha ini menjadi hal yang paling menarik dan dilirik oleh para investor. Ini seperti melihat peluang besar sejauh apa bisnis bisa berkembang. Jangan lupa melampirkan exit strategy bisnis di bagian ini.

8. Menajemen Resiko

Sebagus apa pun sebuah ide bisnis, yang namanya resiko selalu ada. Dalam hal ini investor akan melihat resiko terburuk yang akan terjadi di dalam perusahaan.

Dalam business plan, resiko usaha ini berupa resiko operasional, resiko likuiditas, resiku bisnis dan lainnya. Jangan lupa menuliskan strategi untuk menghadapi kemungkinan terburuk ini.

Baca juga:

Kepastian data dalam membuat rencana keuangan untuk bisnis ini sangatlah perlu karena akan berefek pada masa depan usaha Anda. Ingat, investor mempertaruhkan resiko dalam bentuk uang dan Anda memiliki tanggung jawab tentang itu. Pastikan semua yang ditulis di atas adalah gambaran real, jangan sampai hanya sebatas kira-kira.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud