Pernah Ditolak 32 Perusahaan, Kini Pria Ini Justru Mampu Ciptakan Startup Bernilai 1 Miliar Dolar

Daniel Kan

(Daniel-Kiri) Image dari Entrepreneur.com

Jika kita menilai seseorang yang kini sukses dari pengalaman hidupnya, mungkin kita akan bisa memahami bagaimana beratnya perjalanan yang harus mereka alami untuk mencapai kesuksesannya tersebut. Bahkan bisa dibilang, 99% dari profil sukses di dunia ini dulunya pernah mengalami kehidupan yang tidak mudah dan penuh tantangan.

Sama halnya dengan pria bernama Daniel Kan ini. Setelah sempat melamar pekerjaan hingga 35 kali,  ternyata ia hanya mampu diterima di dua perusahaan saja. Bagi sebagian orang, mungkin kondisi ini akan mampu menjatuhkan mental kita bahkan hingga kesulitan untuk bangkit kembali.

Namun tidak bagi Kan yang kemudian mengambil satu  kesempatan sesuai dengan passion  yang ia miliki. Perlahan namun pasti,  akhirnya ia berhasil mendirikan sebuah #startup teknologi bernama Cruise Automation, yang belum ini  telah resmi diakuisisi dengan nilai $1 miliar. Berikut kisah lengkapnya.



Sulitnya Mencari Pekerjaan Selepas Kuliah

Seperti yang telah disampaikan sebelum, ketika menjelang masa akhir perkuliahan, Daniel Kan mulai mengirimkan lamaran pekerjaan ke sejumlah perusahaan yang sesuai dengan bidang minatnya.  Dan setelah resmi lulus dari Claremont McKenna College di tahun 2009, ternyata perjalanan karir Kan tidaklah semulus yang diperkirakan.

Dari 35 lamaran pekerjaan yang ia sebar, hanya 2 yang memberi balasan. Pilihannya adalah, ia pergi ke Korea untuk mengajar bahasa Inggris atau bekerja di sebuah startup di kawasan San Francisco bernama UserVoice. Karena ia merasa bahwa bisnis merupakan area yang tepat bagi dirinya,  akhirnya Kan memutuskan untuk bekerja di perusahaan startup tersebut.

Artikel lain: Tony Fadell ~ Kisah Perjuangan Founder Nest Labs

Mencoba Keluar Dari Zona Aman

Setelah bekerja selama beberapa bulan di startup UserVoice yang merupakan penyedia jasa user feedback bagi profesional dan perusahaan, Kan berpikir bahwa ini bukanlah akhir dari jalan karirnya. Ia merasa bisa dan siap untuk mengembangkan bisnisnya sendiri.

Dari sini, ia berpikir untuk mengembangkan startup secara mandiri. Hingga akhirnya dengan bantuan saudaranya, Justin (founder Twitch) yang juga seorang entrepreneur di bidang startup digital, ia akhirnya membangun sebuah startup bernama Appetizely. Startup ini membuka layanan pembuatan aplikasi bagi restoran di kawasan San Francisco, Amerika. Namun ternyata usaha pertamanya tersebut gagal dan harus ditutup selisih 3 bulan dari masa peluncurannya.

Tak ingin menyerah, Kan kemudian kembali berkolaborasi dengan seorang kawan di Uservoice untuk mendirikan sebuah startup baru. Kali ini menyasar target penyedia layanan kebersihan secara online, Kan memperkenalkan startup bernama Exec.

Pada usaha keduanya ini bisa dibilang cukup berhasil. Banyak rekanan yang kemudian bekerja sama dan akhirnya melejitkan nama Exec menjadi salah satu penyedia layanan jasa kebersihan populer di kawasan San Francisco. Namun lagi-lagi, perasaan Kan mengatakan bahwa ini bukan tujuan hidup yang sebenarnya ia cari. Ia menginginkan sesuatu yang lebih besar dan sesuai dengan minatnya.

Mendirikan Cruise Automation

Satu hal yang paling disyukuri oleh Daniel Kan adalah ia dikelilingi banyak sekali orang yang mampu mendorongnya untuk lebih berani mengambil tantangan menuju kesuksesan.

Menilik sedikit tentang keluarganya, Kan dilahirkan dalam keluarga entrepreneur. Ibunya merupakan founder dari sebuah perusahaan digital di bidang transportasi di Korea. Sedangkan sang kakak, seperti disebutkan sebelumnya merupakan salah satu folder dari startup situs video Twitch.

Dari sinilah, ia bertemu dengan Kyle Vogt yang merupakan sosok lain yang membantu James mendirikan Twitch. Dalam pembicaraan yang mereka lakukan, Kyle memberikan sebuah ide yang ternyata sangat menggugah semangat Kan.

Dia bermimpi untuk membuat sebuah startup di bidang pengembangan teknologi mobil self driving alias mampu berjalan tanpa kendali manusia. Saat itu juga, Kan memutuskan untuk mewujudkan mimpi tersebut bersama dengan Kyle, hingga terciptalah startup yang diberi nama Cruise Automation.

Dengan konsep yang mereka berdua ciptakan ditambah lagi dengan dukungan jaringan yang telah mereka miliki selama beberapa tahun berkecimpung di bidang bisnis digital, perlahan Cruise Automation mampu mendapatkan perhatian dari banyak perusahaan besar. Hingga puncaknya, produsen mobil General Motor setuju untuk mengakuisisi Cruise Automation dengan nilai 1 miliar dolar.

Baca juga: Sulit Mencari Kamar Sewaan, Justru Menginspirasi Pria Ini Dirikan Startup Bernilai Triliunan Rupiah

Jalan Daniel Kan hingga akhirnya mampu memenuhi ekspektasinya, bisa dibilang sangatlah tidak mudah. Bayangkan bila ia berhenti di salah satu tahap, tentu tidak mungkin ia bisa memperoleh kesuksesan seperti saat ini.

Sama seperti kita semua, dalam usaha mencapai tujuan apapun pasti ada tahap sulit yang harus kita lampaui. Kita hanya tetap harus konsisten dan presisten untuk terus mengejar tujuan tersebut. Dan siapa tahu, kesuksesan besar sudah menunggu kita dalam satu tahap lagi.






3 total comments on this postSubmit yours
  1. intinya jangan pernah menyerah ya gan :D

  2. Keren Mas artikelnya,sangat insfiratip sekali. Memang betul adanya,kebanyakan orang-orang yang sukses dulunya adalah seseorang yang mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya,dan mereka mampu melewati masa-masa sulit tersebut dan akhirnya bangkit dan meraih sukses. Salah satu contoh tokoh yang paling insfiratip sekali adalah Bapak Khairul Tandjung,Beliau adalah salah satu tokoh sukses di Indonesia yang paling saya idolakan. Seseorang yang dulunya hanya seorang Loper Koran,dan sekarang Beliau sudah memilki banyak sekali perusahaan dan sudah memiliki karyawan lebih dari 50.000 orang karyawan,…. Fantastis…!

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud