Apa Itu Branding: Pengertian, Unsur, Tujuan, dan Fungsinya Dalam Bisnis

Pengertian Branding

Branding adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan bisnis. Setiap perusahaan atau bisnis harus melakukannya agar lebih dikenal masyarakat secara luas.

Lalu, sebenarnya apa itu branding dan apa fungsinya dalam bisnis?

Artikel ini akan membasa secara ringkas beberapa hal yang berhubungan dengan branding, di antaranya:

  • Pengertian branding, baik secara umum maupun menurut para ahli.
  • Unsur-unsur yang ada dalam branding.
  • Tujuan umum kegiatan branding.
  • Dan fungsi branding dalam bisnis.

Yuk simak artikel ini sampai akhir, agar memahami apa itu branding.

Apa Itu Branding?

Kata branding berasal dari kata brand, dalam bahasa Indonesia artinya merek.

Dalam penggunaannya, kata brand dan branding memiliki makna yang berbeda. Seperti disebutkan di atas, kata brand berarti merek, sedangkan branding adalah prosesnya.

Jadi, pengertian branding adalah berbagai kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan tujuan untuk membangun dan membesarkan sebuah brand atau merek.

Lebih lanjut, proses branding tersebut bisa juga diartikan sebagai sebuah upaya komunikasi yang dibuat sedemikian rupa dan terencana oleh sebuah perusahaan.

Lalu apa tujuannya? Secara umum, tujuannya adalah untuk membuat sebuah merek lebih terkenal.

Apakah hanya itu tujuannya? Tentu tidak. Ada tujuan lainnya yang ingin dicapai dari branding. Akan dibahas lebih lanjut di artikel ini.

Pengertian Branding Menurut Para Ahli

Lalu, apa itu branding berdasarkan perspektif para ahli? Beberapa ahli  menjelaskan pengertian branding menurut pemahaman mereka, di antaranya:

1. Philip Kotler

Menurut Kotler (2009), pengertian branding adalah pemberian nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari kesemuanya, yang dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing.

2. Benny Landa

Menurut Landa (2006), pengertian branding adalah bukanlah sekedar merek atau nama dagang dari sebuah produk, jasa atau perusahaan.

Namun semuanya yang berkaitan dengan hal-hal yang kasa mata dari sebuah merek; mulai dari nama dagang, logo, ciri visual, citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan yang ada di benak konsumen perusahaan tersebut.

3. Wikipedia

Menurut Wikipedia, pengertian branding adalah proses penciptaan atau peninggalan tanda jejak tertentu di benak dan hati konsumen melalui berbagai cara yang memberikan dampak bagi kehidupan konsumen tersebut.

Baca juga: Pengertian Pemasaran

Unsur-Unsur Branding

Setelah memahami apa itu branding, selanjutnya kita perlu tahu apa saja unsur-unsur yang terdapat dalam branding.

Unsur terpenting pada sebuah kegiatan branding adalah nama dagang atau merek itu sendiri. Namun brand harus didukung juga oleh lambang atau simbol identitas visual sebagai pendukung komunikasi pemasaran sebuah merek agar lebih mudah dikenal dan diingat oleh konsumen.

Unsur-unsur branding di antaranya:

  • Nama merek.
  • Logo (logo type, monogram, bendera).
  • Tampilan visual (desain produk, desain kemasan, desain seragam, dan lain-lain).
  • Juru bicara (co-founder, mascot, tokoh perusahaan, orang terkenal).
  • Suara (lagu tematik, icon bunyi/ nada).
  • Kata-kata (slogan, tagline, jingle, akronim).

Jenis-Jenis Branding

Kegiatan branding dapat dibedakan menjadi  beberapa jenis, di antaranya:

1. Product Branding

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong konsumen agar lebih memilih produk yang di-branding ketimbang produk pesaing.

2. Personal Branding

Personal branding adalah alat pemasaran yang digunakan untuk mengangkat nama seorang publik figur, misalnya politisi, musisi, selebriti, dan lain-lain. Dengan begitu publik figur tersebut mendapat citra yang baik di mata masyarakat.

3. Corporate Branding

Tujuan corporate branding adalah untuk meningkatkan reputasi sebuah perusahaan di pasar, meliputi semua aspek perusahaan tersebut mulai dari produk/jasa yang ditawarkan hingga kontribusi karyawan mereka terhadap masyarakat.

4. Geographic Branding

Kegiatan ini bertujuan untuk memunculkan gambaran dari sebuah produk atau jasa ketika nama lokasi tersebut disebutkan oleh seseorang.

5. Cultural Branding

bertujuan untuk mengembangkan reputasi mengenai lingkungan dan orang-orang dari lokasi tertentu atau kebangsaan.

Fungsi dan Tujuan Branding Pada Bisnis

Setidaknya ada 4 fungsi dari branding dalam kegiatan bisnis, di antaranya:

  1. Sebagai Pembeda: produk yang sudah memiliki brand kuat akan mudah dibedakan dengan brand merk lain
  2. Promosi dan Daya Tarik: produk yang punya brand kuat menjadi daya tarik konsumen dan akan lebih mudah dipromosikan
  3. Membangun Citra, Keyakinan, Jaminan Kualitas, dan Prestise: fungsi branding adalah untuk membentuk citra sehingga membuat sebuah produk mudah diingat oleh orang lain.
  4. Pengendali Pasar: brand yang kuat akan lebih mudah mengendalikan pasar karena masyarakat telah mengenal, percaya, dan mengingat brand tersebut.

Sedangkan tujuan branding:

  1. Untuk membentuk persepsi masyarakat
  2. Membangun rasa percaya masyarakat kepada brand
  3. Membangun rasa cinta masyarakat kepada brand

Contoh Branding Pada Usaha Kecil

Pada suatu hari ada dua penjual bakso dengan cita rasa sama, Pak Anton dan Pak Dony. Keduanya memberikan ciri khas pedas pada menunya. Dan dua-duanya melakukan hal berbeda untuk mengenalkan baksonya:

Pak Anton lebih percaya “My hard work never betrayes me.” Artinya ketika Pak Anton bekerja sangat keras dengan mengutamakan kualitas baksonya dan service, hasil akan mengikuti. Dalam artian kalau di dunia bisnis kita lebih mengenal WoM (Word of Mouth) atau promosi dari mulut ke mulut.

Apa lagi ini di dunia kuliner. Kalau makanannya enak, promosi mulut ke mulut pasti jalan sendiri tanpa banyak usaha. Jadi, Pak Anton ini memiliki pelanggan tetap dan kerap ia mendapatkan customer karena rekomendasi dan review pembelinya.

Di lain pihak, Pak Dony memberi nama baksonya dengan Bakso Mercon. Ia lalu membuat logo dan memajangnya di depan warung.

Kemudian, ia membombardir akun sosmed: Instagram, Facebook dan lain-lain lalu membuat postingan di website mengenai produknya agar orang datang berkunjung.

Cara ini ternyata cukup efektif dan Pak Dony ternyata dapat pelanggan hanya dengan memberi nama Bakso Mercon dan sedikit usaha promosi.

Melupakan perdebatan mana yang lebih enak, Bakso Mercon merk Pak Dony ternyata lebih banyak didatangi pelanggan baru. Bahkan dari luar kota.

Sementara Pak Anton tetap damai dengan pelanggan setianya dan beberapa pelanggan baru juga ikut mampir. Cuma tidak sebanyak Pak Dony.

Branding Siapa yang Berhasil, Pak Dony atau Pak Anton?

Nah, dari cerita di atas, kita sudah bisa membayangkan celahnya ada di mana, kan?

Kalau saya sendiri tentu saja lebih tertarik dengan Bakso Mercon ketimbang bakso Pak Anton. Alasannya namanya unik, desainnya catchy dan bikin penasaran. Terlebih kalau lihat fotonya di Instagram.

Saya lebih cepat tergiur ketimbang dengan cerita orang. Plus, ada banyak Bakso Pak Anton di luar sana. Jadi akan sangat membingungkan dimana menemukannya. Sekilas bagi saya, nama Bakso Mercon lebih terpercaya dan terdengar profesional.

Apakah merk yang membuat Bakso Pak Dony laku keras dibanding kualitas?

Kenyataannya, Pak Dony melakukan branding dan mencitrakan Bakso Mercon sebagai bakso pedas. Yang pasti produknya lebih mudah diingat sebagian orang baik pelanggan lama atau baru sekalipun.

Apa lagi dengan kualitas yang sama seperti buatan Pak Anton. Karena itu, branding menjadi sangat penting, apa lagi bila bisnis masih kecil.

Branding dan Pengaruhnya Pada Perkembangan Usaha

Kalau merujuk ke pengertian branding di situs Entrepreneur.com, branding berarti: The marketing practice of creating a name, symbol or design that identifies and differentiates a product from other products.

Jadi pengertian branding adalah membuat nama/ merk(berupa simbol atau desain) untuk tujuan marketing yang nantinya membedakan produk satu dengan produk lainnya.

Jelas sekali kalau Bakso Mercon pak Dony ini lebih cepat dikenal karena ia membuat ciri khas dari merk pada baksonya.

Dari sini bisa ditarik kesimpulan soal beberapa manfaat branding tersebut, antara lain:

1. Mudah Dikenali

Memiliki merk/brand akan menguntungkan usaha Anda karena lebih mudah dikenali oleh customer.

Selain itu, mereka kebanyakan memilih produk yang ber-merk ketimbang tidak. Karena customer berpikir barang yang tidak diberi merk kualitasnya tidak jelas dan meragukan.

2. Membedakan Produk Satu dengan Lainnya

Ini yang penting. Ada banyak bakso, sepatu dan lainnya. Fungsi branding adalah memberikan ciri khas dan menjadi penanda produk Anda.

Dengan ini, produk akan terus diingat oleh customer begitu mereka selesai dengan jual beli. Tak jarang banyak customer yang kembali membeli produk yang memiliki brand. Karena mudah diingat.

3. Mempengaruhi Psikologi Pembeli

Nah, sadar atau tidak, branding ternyata mampu menyihir psikologis pembeli. Sebab memberikan merk akan membuat customer berpikir kalau produk seller bagus dan profesional.

Ketimbang memilih produk yang dijual bebas (tanpa merk), mereka sudah pasti memilih yang pasti-pasti saja.

Bagaimana Cara Branding yang Baik?

apa itu branding

Meskipun bisnis Anda masih kecil, tentu saja branding sangat perlu. Nah, dengan branding yang kuat, kemungkinan kesuksesan bisnis di awal pijakan terbuka lebar karena Anda sudah melakukan satu langkah lebih maju untuk membuat orang mengingat produk Anda.

Dikutip dari situs Marketingdonut.co.uk, ada beberapa cara branding produk untuk bisnis yang masih berkembang, diantaranya:

1. Mantapkan Karakternya

Untuk menemukan sebuah karakter produk, baiknya tinjau dulu layanan atau produk yang ditawarkan milik Anda.

Apakah sudah memenuhi kebutuhan pelanggan dan sudah sesuaikah dengan target pasarnya?

2. Bayangkan Produk yang Akan Di-Branding Adalah Orang

Karakter sebuah produk terbentuk dari nilai, tujuan dan kepercayaan pelanggan. Pastikan brand yang dibangun nanti mengarah ke sini dan selalu mudah diingat.

Misal kita ingin bakso, kita akan langsung ingat Bakso Mercon, Bakso Cak Kribo dst. Harus ada karakter khas.

3. Buat Logo dan Tuliskan Tagline

Logo adalah penanda produk Anda. Sementara tagline adalah komunikasi Anda dengan pelanggan. Seperti sebuah warung lalapan di Malang bernama Ayam Geprek Mbok Judes dengan tagline “Mangan Sak Warek’e, Sambel sak Dhower’e.”

Kemungkinan, kalau kita ingin makan pedes-pedes sepuasnya, kita akan ingat dengan warung lalapan ini. Dan Mbok Judes identik dengan makanan pedes dan makan prasmanan.

Penutup

Nah, di atas tadi adalah penjelasan tentang pengertian branding, unsur di dalam branding, serta tujuan dan fungsinya.

Setelah kita membuat brand untuk produk kita, langkah selanjutnya adalah melakukan pemasaran dengan melakukan berbagai cara kreatif untuk menarik pelanggan.

Jangan lupa kualitas produk harus terus dijaga atau kalau bisa ditingkatkan.

Mengapa?

Karena sebagus apa pun brand dibangun, dan sehebat apa pun marketing yang ditawarkan, kulitas produk tidak akan membohongi jumlah pelanggan tetap Anda. Semoga sukses!

Marikxon

Seorang blogger, YouTuber, trader, dan pemilik blog Maxmanroe.com. Mulai mengenal bisnis online sejak tahun 2012 dan terus belajar tentang bisnis internet hingga sekarang. Saat ini aktif sebagai trader dan penulis konten di Maxmanroe.com.

6 pemikiran pada “Apa Itu Branding: Pengertian, Unsur, Tujuan, dan Fungsinya Dalam Bisnis”

  1. memang kelihatan susah kalau hanya dilihat, tapi kalau kita jalankan akan terasa mudah. semua itu membutuhkan proses.

    Balas
    • Ibarat manusia itu jiwa dan raga … Brand itu jiwanya, sedangkan merek itu raganya…kurang lebih seperti itu.

      Balas
  2. setelah baca kelihatannya susah juga untuk punya branding sendiri ya mas

    Balas

Tinggalkan Balasan

) -->