Pengertian Blockchain: disertai Cara Kerja dan Sample Tipe-tipenya

Advertisement - Scroll to Continue

Pengertian Blockchain adalah sebuah teknologi revolusioner yang mengubah lanskap digital dan transaksi keuangan, telah muncul sebagai salah satu inovasi paling menjanjikan pada era digital.

Dengan dasar konsep yang menggabungkan keamanan kriptografi dan desentralisasi, blockchain tidak hanya merevolusi cara kita melakukan transaksi, tetapi juga membuka pintu bagi berbagai kemungkinan baru di berbagai sektor, mulai dari keuangan dan logistik hingga kesehatan dan manufaktur.

Dengan memberikan kemampuan untuk mencatat dan memverifikasi transaksi secara transparan dan aman, teknologi ini telah mengilhami generasi baru aplikasi dan layanan yang dapat mengubah fundamental cara kita berinteraksi dan bekerja dalam ekosistem digital yang terus berkembang.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang apa itu blockchain, bagaimana ia berfungsi, dan dampak besar yang telah dan akan terus dihasilkannya dalam berbagai aspek kehidupan modern.

Apa Itu Blockchain

Blockchain adalah database bersama/rantai gabungan yang berisi entri yang perlu dikonfirmasi serta dienkripsi. Ref: id.wikipedia.org/wiki/Blockchain.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan blockchain? Blockchain adalah sebuah sistem teknologi yang dirancang untuk merekam transaksi secara transparan, aman, dan terdesentralisasi.

Pada dasarnya, blockchain adalah bentuk buku besar digital yang terdiri dari serangkaian blok yang terhubung secara kronologis. Konsep dasar dari blockchain adalah desentralisasi dan transparansi dimana sistemnya menciptakan sebuah “rantai” dari blok-blok data yang saling terhubung dan saling mengonfirmasi, membentuk sejarah transaksi yang tidak dapat diubah atau dimanipulasi dengan mudah.

Berbeda dengan sistem sentral di mana data dan keputusan dikendalikan oleh satu pihak otoritas, blockchain mengandalkan jaringan distribusi di mana setiap partisipan memiliki salinan identik dari buku besar tersebut. Dengan demikian, tidak ada satu pihak tunggal yang memiliki kendali penuh atas sistem, sehingga mengurangi risiko manipulasi atau perubahan yang tidak sah.

Keamanan dalam blockchain diberikan oleh kriptografi. Setiap transaksi dalam blok diverifikasi dan dienkripsi dengan menggunakan kunci kriptografi yang kuat. Selain itu, karena setiap blok merujuk pada blok sebelumnya dan berisi informasi kunci dari blok sebelumnya, perubahan pada satu blok akan mempengaruhi semua blok setelahnya, membuatnya sangat sulit bagi pihak yang jahat untuk memodifikasi data tanpa terdeteksi.

Proses validasi transaksi dalam blockchain biasanya melibatkan konsensus di antara para anggota jaringan, dan metode yang paling umum digunakan adalah Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS). Dalam PoW, komputer yang kuat menyelesaikan tugas kriptografis yang rumit untuk memvalidasi transaksi dan menambang blok baru. Dalam PoS, validasi transaksi bergantung pada jumlah mata uang kripto yang dimiliki dan disimpan oleh individu.

Keuntungan utama dari blockchain adalah transparansi, keamanan, dan desentralisasi. Ini membuatnya sangat berguna dalam berbagai aplikasi, termasuk transaksi keuangan, rantai pasokan, identifikasi digital, pemilu elektronik, dan banyak lagi. Blockchain telah membuka pintu bagi banyak inovasi dan perkembangan baru dalam berbagai industri, dengan potensi untuk mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia digital dan membangun sistem yang lebih adil, aman, dan efisien.

Bagaimana Cara Kerja Blockchain?

Cara kerja blockchain melibatkan serangkaian langkah dan konsep yang bekerja bersama untuk menciptakan sistem yang transparan, aman, dan terdesentralisasi. Setelah memahami apa itu blockchain, berikut adalah penjelasan langkah-langkah utama dalam cara kerja blockchain:

1. Transaksi

Proses dimulai dengan adanya transaksi. Transaksi ini bisa berupa transfer aset digital (seperti Bitcoin), data yang dicatat (misalnya, informasi medis), atau bahkan eksekusi kontrak pintar (smart contracts). Kebanyakan orang saat ini menggunakan pertukaran mata uang kripto populer seperti Binance atau Coinbase, dan masing-masing pertukaran tersebut sedikit berbeda. Misalnya, Anda dapat membaca review binance ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang salah satu platform terkemuka di industri ini.

2. Verifikasi

Setiap transaksi yang diajukan ke jaringan blockchain akan diverifikasi oleh sejumlah node yang berpartisipasi. Dalam blockchain publik, ini bisa jadi ribuan node. Verifikasi ini memastikan bahwa transaksi tersebut sah, dana yang digunakan ada, dan semua detail transaksi sesuai.

3. Penggabungan dalam Blok

Setelah diverifikasi, transaksi dikumpulkan dalam sebuah blok. Blok ini berisi sejumlah transaksi yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Selama proses ini, transaksi yang diverifikasi akan diacak untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan.

4. Hashing

Setiap blok memiliki hash unik yang diciptakan menggunakan algoritma kriptografi. Hash ini mencerminkan semua informasi di dalam blok tersebut. Setiap perubahan kecil dalam blok akan menghasilkan hash yang sepenuhnya berbeda. Hash dari blok sebelumnya juga dimasukkan ke dalam blok saat ini, menciptakan keterhubungan antar blok dalam rantai.

5. Proof of Work (PoW) atau Konsensus

Beberapa blockchain, seperti yang digunakan oleh Bitcoin, menggunakan metode “Proof of Work” atau PoW untuk mencapai konsensus. Ini berarti node-node dalam jaringan bersaing untuk memecahkan masalah kriptografi yang rumit (disebut “mining”) untuk memvalidasi blok baru. Penyelesaian yang benar ditemukan akan diakui oleh jaringan dan blok akan ditambahkan ke rantai.

6. Penambahan ke Rantai (Chain)

Setelah blok berhasil ditambang atau diverifikasi, ia ditambahkan ke rantai blok. Kini transaksi dalam blok tersebut dianggap permanen dan tidak dapat diubah tanpa mengubah semua blok berikutnya, yang hampir tidak mungkin dengan daya komputasi saat ini.

7. Desentralisasi

Seluruh jaringan blockchain dikelola oleh node-node yang terdistribusi di seluruh dunia. Ini berarti tidak ada otoritas pusat yang mengendalikan seluruh sistem. Node-node ini bekerja bersama untuk menjaga keamanan, konsensus, dan integritas data.

Dengan cara kerja ini, blockchain menciptakan sistem yang aman, transparan, dan terdesentralisasi untuk merekam transaksi dan mengelola data. Setiap blok yang ditambahkan menjadi bagian dari sejarah yang tidak dapat diubah, menjaga integritas data dan memastikan keandalan sistem.

Tipe-tipe Blockchain dan Karakteristiknya

Terdapat beberapa tipe blockchain berdasarkan karakteristik utama, termasuk aksesibilitas, kontrol, dan tujuan penggunaannya. Setelah mengetahui apa itu blockchain, berikut adalah beberapa tipe utama dari blockchain:

A. Blockchain Publik (Public Blockchain)

Public blockchain, atau blockchain publik, adalah jenis blockchain yang terbuka untuk semua orang tanpa memerlukan izin atau otorisasi khusus. Dalam public blockchain, siapa pun dapat mengakses, berpartisipasi dalam validasi transaksi, dan melihat seluruh riwayat transaksi yang ada dalam jaringan tanpa batasan.

Karakteristik utama dari public blockchain adalah:

  1. Akses Terbuka: Tidak ada hambatan untuk bergabung dalam jaringan. Semua orang bebas untuk bergabung, berpartisipasi dalam proses validasi transaksi, dan mengakses data dalam jaringan.
  2. Desentralisasi: Public blockchain beroperasi secara terdesentralisasi, artinya tidak ada satu entitas tunggal yang mengendalikan atau mengelola jaringan. Validasi transaksi dilakukan oleh jaringan node yang tersebar di berbagai lokasi.
  3. Transparansi: Semua transaksi yang terjadi dalam public blockchain bisa dilihat oleh semua orang. Ini menciptakan tingkat transparansi tinggi dan memungkinkan setiap individu untuk memverifikasi transaksi.
  4. Konsensus: Validasi transaksi dalam public blockchain sering kali menggunakan mekanisme konsensus seperti Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS), yang melibatkan partisipasi aktif dari node-node dalam jaringan untuk memverifikasi transaksi dan menambahkannya ke dalam blok.
  5. Keterbatasan Efisiensi: Karena setiap node dalam jaringan bisa berpartisipasi dalam validasi transaksi, public blockchain cenderung memiliki biaya transaksi yang lebih tinggi dan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan jenis blockchain yang lebih terpusat.

Public blockchain sering kali dihubungkan dengan kriptokurensi seperti Bitcoin dan Ethereum. Mereka mengutamakan keamanan, transparansi, dan ketidakbergantungan pada otoritas sentral. Namun, public blockchain juga memiliki tantangan seperti skala yang diperlukan untuk mengatasi jumlah transaksi yang besar dan masalah efisiensi energi terutama dalam mekanisme konsensus Proof of Work.

B. Blockchain Pribadi (Private Blockchain)

Private blockchain, atau blockchain pribadi, adalah jenis blockchain di mana akses ke jaringan dan partisipasi dalam validasi transaksi dibatasi hanya kepada pihak-pihak yang telah diberikan izin khusus. Dalam private blockchain, hanya individu atau entitas yang memiliki izin yang dapat menjadi bagian dari jaringan dan terlibat dalam proses verifikasi transaksi.

Karakteristik utama dari private blockchain adalah:

  1. Otorisasi: Hanya pihak-pihak yang telah diizinkan oleh administrator atau pengelola jaringan yang dapat bergabung. Ini bisa berupa organisasi, perorangan, atau kelompok yang telah memenuhi syarat tertentu.
  2. Privasi: Karena akses terbatas, private blockchain sering memberikan tingkat privasi yang lebih tinggi daripada public blockchain. Hanya pihak yang berwenang yang dapat melihat dan mengakses data di dalamnya.
  3. Kontrol: Private blockchain cenderung lebih terpusat daripada public blockchain. Ini berarti bahwa entitas yang mengelola jaringan memiliki kontrol lebih besar atas pengaturan dan operasi blockchain.
  4. Kepercayaan: Keterbatasan akses pada private blockchain dapat memberikan tingkat kepercayaan yang lebih besar di antara partisipan, karena mereka tahu bahwa setiap entitas yang terlibat telah diizinkan dan diverifikasi.
  5. Kecepatan dan Efisiensi: Karena kontrol dan keterbatasan akses, private blockchain cenderung memiliki kecepatan transaksi yang lebih tinggi dan biaya transaksi yang lebih rendah dibandingkan dengan public blockchain.

Private blockchain umumnya digunakan dalam skenario di mana privasi, keamanan, dan validasi transaksi yang terkendali sangat penting. Contoh penggunaan termasuk dalam lingkungan bisnis di mana beberapa organisasi ingin berkolaborasi dalam lingkungan yang lebih aman dan terpercaya, atau dalam industri yang diatur dengan ketat di mana diperlukan pematuhan terhadap standar tertentu.

C. Blockchain Konsorsium (Consortium Blockchain)

Consortium blockchain adalah jenis blockchain di mana beberapa organisasi atau entitas bekerja sama untuk mengelola dan menjalankan jaringan bersama. Dalam consortium blockchain, akses ke jaringan dan partisipasi dalam validasi transaksi biasanya dibatasi kepada anggota konsorsium yang telah diizinkan. Ini menciptakan lingkungan yang lebih terpercaya dan terkendali daripada public blockchain, sementara tetap mempertahankan beberapa manfaat desentralisasi.

Karakteristik utama dari consortium blockchain adalah:

  1. Kolaborasi: Sejumlah organisasi atau entitas yang berbeda membentuk konsorsium untuk bekerja sama dalam mengelola jaringan blockchain. Ini bisa berupa perusahaan, lembaga keuangan, atau organisasi lainnya.
  2. Akses Terbatas: Hanya anggota konsorsium yang diizinkan yang dapat menjadi bagian dari jaringan dan terlibat dalam proses validasi transaksi. Ini memungkinkan meningkatnya kepercayaan di antara anggota konsorsium.
  3. Desentralisasi Terkendali: Meskipun lebih terpusat daripada public blockchain, consortium blockchain tetap dapat mempertahankan tingkat desentralisasi dalam pengelolaan dan verifikasi transaksi.
  4. Kontrol Bersama: Anggota konsorsium memiliki kendali bersama atas pengaturan dan operasi blockchain. Keputusan-keputusan penting dalam jaringan seringkali dibuat secara bersama-sama.
  5. Privasi: Consortium blockchain cenderung memiliki tingkat privasi yang lebih tinggi daripada public blockchain karena hanya anggota konsorsium yang memiliki akses.
  6. Kepercayaan: Dengan anggota konsorsium yang telah diotorisasi dan dikenal satu sama lain, tingkat kepercayaan di dalam konsorsium blockchain bisa lebih tinggi daripada dalam public blockchain.

Consortium blockchain sering digunakan dalam situasi di mana beberapa organisasi ingin berkolaborasi dalam lingkungan yang lebih aman dan terpercaya, tetapi tidak ingin sepenuhnya mengorbankan manfaat desentralisasi. Contohnya termasuk dalam industri yang memiliki banyak pihak yang berpartisipasi, seperti industri logistik atau manufaktur.

D. Blockchain Hybrid (Hybrid Blockchain)

Hybrid blockchain adalah jenis blockchain yang menggabungkan fitur-fitur dari dua atau lebih tipe blockchain yang berbeda, seperti blockchain publik dan blockchain pribadi, untuk menciptakan solusi yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan tertentu. Dalam hybrid blockchain, bagian-bagian yang berbeda dari jaringan dapat memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan kebutuhan.

Karakteristik utama dari hybrid blockchain adalah:

  1. Akses Kombinasi: Bagian-bagian dari jaringan dapat memiliki akses terbuka seperti public blockchain, sementara bagian lainnya mungkin memiliki akses terbatas seperti private blockchain.
  2. Kontrol dan Desentralisasi: Berdasarkan konfigurasi, hybrid blockchain dapat menggabungkan tingkat desentralisasi dan kontrol yang berbeda dalam bagian-bagian yang berbeda dari jaringan.
  3. Tujuan Penggabungan: Tujuan dari hybrid blockchain adalah untuk memadukan keuntungan dari berbagai tipe blockchain dalam satu solusi. Ini bisa digunakan untuk mencampurkan antara transparansi dan privasi, atau antara validasi terbuka dan terbatas, sesuai dengan kebutuhan aplikasi atau kasus penggunaan.
  4. Skalabilitas: Hybrid blockchain dapat dirancang untuk mengatasi tantangan skalabilitas yang terkadang dihadapi oleh public blockchain dengan mengintegrasikan elemen-elemen dari private blockchain.
  5. Kesesuaian: Dengan dapat menggabungkan berbagai karakteristik, hybrid blockchain dapat lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari organisasi atau industri tertentu.

Contoh penggunaan hybrid blockchain termasuk dalam situasi di mana perlu menggabungkan manfaat dari blockchain yang bisa diakses oleh semua orang dengan kebutuhan untuk menjaga privasi dalam beberapa aspek. Hybrid blockchain juga bisa digunakan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia blockchain yang terbuka dan dunia bisnis yang sering memerlukan kendali lebih besar atas data dan transaksi.

Baca juga: Blossom, Startup Yang Tawarkan Dana Bantuan Berupa Bitcoin

Demikianlah penjelasan ringkas apa itu blockchain, mulai dari pengertiannya, cara kerja, tipe-tipe, dan contoh blockchain. Dalam banyak industri, blockchain telah mengilhami inovasi dan potensi baru, mengubah cara berinteraksi, berbisnis, dan mengelola data. Namun, perlu diingat bahwa sambil memiliki manfaat yang signifikan, teknologi ini juga memiliki tantangan dan kompleksitas yang perlu diatasi.

Advertisement
Sc Jennifer

Leave a Comment