Nabilah Alsagoff ~ Rela Jarang Tidur Demi Mengawal Kesuksesan Startup Miliknya

Image dari Techinasia.com

Image dari Techinasia.com

Pada artikel sebelumnya, kita sempat membahas tentang beberapa entrepreneur wanita yang sukses mendirikan #startup di Indonesia. Membawa beban dan tantangan yang tidak kecil, mereka berhasil membuktikan bahwa kerja keras selalu menjanjikan hasil yang memuaskan.

Salah satu nama yang ada dalam daftar inspiratif tersebut adalah Nabilah Alsagoff. Menjadi founder dari startup layanan e-payment Doku, nyatanya bukan pilihan yang mudah bagi wanita enerjik yang satu ini. Bahkan di awal pendirian Doku, Nabilah harus merelakan sebagian besar waktu istirahatnya untuk terus siap jika terjadi satu dua hal menyangkut perusahaan yang ia dirikan tersebut.

Menawarkan kisah inspiratif, utamanya bagi kaum wanita, kali ini akan kita bahas sedikit tentang kisah dari seorang Nabilah Alsagoff. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Awal Mula Perjuangan Bisnis Nabilah Alsagoff

Nabilah Alsagoff bukanlah seorang wanita asli Indonesia. Namun meski berpasport Singapura, ia mempunyai keyakinan dan pandangan yang sangat besar terhadap potensi pasar keuangan digital yang ada di Indonesia. Menoleh ke belakang beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 2000, kala ini Nabilah sedang merintis mimpi besarnya dalam bisnis jasa keuangan digital.

Kala itu, dirinya sudah menjalin komunikasi serius dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terkait beberapa hal yang menyangkut bisnis digital. Pada tahun 2000, di Indonesia masih jauh dari hiruk pikuk perkembangan bisnis digital. Namun tentu tidak sedikit yang mempunyai visi ke depan dari ranah bisnis tersebut.




Salah satu nama yang punya visi tersebut tentu Nabilah Alsagoff. Dan topic cyber law, #e-commerce serta e-travel menjadi bahan bahasan yang wajib dikupas oleh ia dan tim yang ia miliki. Di depan lembaga terkait, ia harus menjelaskan tentang definisi setiap istilah tersebut. Namun bukan sebatas definisi, ia juga harus mampu menjabarkan definisi tersebut menjadi satu proses konkrit dari awal sampai akhir bagaimana hal itu dijalankan.

Artikel lain: 9 Wanita Hebat Indonesia Yang Sukses Membangun Startup

Seperti saat mendefinisikan tentang e-travel, ia tidak hanya dituntut menjelaskan konsep e-travel saja. Namun lebih dalam, harus disertakan alur proses mulai awal bagaimana skema pemesanan tiket, pembayaran, hingga layanan e-travel tersebut bisa digunakan. Jika konsep tersebut ditanyakan saat ini mungkin sudah banyak yang bisa menjabarkannya, tapi dulu mungkin konsep ini baru menjadi angan-angan dengan berkaca pada bisnis serupa yang sudah diterapkan di luar negeri.

Bekerja Layaknya Pemadam Kebakaran

Pada tahun 2005, jalan Nabilah Alsagoff membangun Doku sebagai layanan pembayaran digital sudah mulai menata jalurnya. Salah satu cerita menarik hadir ketika dirinya harus bekerja layaknya petugas pemadam kebakaran. Bagaimana bisa?

Nah pada masa itu, ia bersama tim sedang dihadapkan pada satu fase dimana mereka harus mampu meyakinkan pihak  yang terkait bisnis Doku. Di antaranya yakni pihak bank dan beberapa mitra bisnis. Nah, di sinilah kerja keras dan loyalitas Nabilah seakan diperas.




Ia mengisahkan bahwa sering kali ia harus selalu siap setiap ada panggilan terkait bisnis yang masuk padanya. Dan sebagai media komunikasi, perangkat #Blackberry miliknya selalu online di samping bantal tidurnya. Karena kapanpun panggilan masuk di tengah malam sekalipun, ia akan siap dan bisa mulai bekerja.

Inilah salah satu cara Nabilah bagaimana mempertahankan kepercayaan yang diberikan kepadanya dan tim Doku. Ia meyakini besarnya harapan yang ditanamkan para mitra terhadap bisnis miliknya. Dan jika ia dan tim gagal, maka yang akan kecewa tidak hanya mereka, namun semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Baca juga: Kisah Sukses Anantya Van Bronckhorst Dirikan Digital Agency Think.Web

Mendapat Banyak Tawaran Investasi

Nabilah Alsagoff menyatakan bahwa saat ini mayoritas kliennya adalah pihak perusahaan besar yang membutuhkan layanan pembayaran digital dalam skala yang besar juga, seperti Sinar Mas Land, Air Asia, Oppo, VIVA hingga industri hiburan Indonesian Idol.

Tak mengherankan jika lantas banyak investor yang melirik Doku sebagai media investasi yang menjanjikan. Namun yang menarik, Nabilah merasa bahwa saat ini ia dan timnya masih nyaman dengan keadaan tanpa sokongan investor seperti saat ini. Namun tentu tidak menutup kemungkinan terjalin kerja sama di masa depan.

Saat ini Nabilah masih aktif menjadi COO Doku. Di bawah komandonya bersama beberapa pimpinan lain, Doku telah berkembang tidak hanya sebagai perintis jasa pembayaran digital di Indonesia namun juga menjadi yang terbesar hingga saat ini. Tercatat kini sudah ada lebih dari 2000 perusahaan mitra yang tergabung dengan Doku. Dengan layanan utama Doku Wallet dan MyShortCart, nama Doku memang tidak perlu diragukan lagi.




3 total comments on this postSubmit yours
  1. inspiratif sekali kisahnya, membuat saya tambah semangat dalam menjalani hidup

  2. Saya mau bisnis online, tp sya sngat awam di bdang itu dan takut gak bsa mnjalanknya,tlong kalau bisa bantu sya gmana dan apa yang hrus sya lakukan, karena sya ingin jadi bagian dari sistem ini,mksh

    • wah urusan mental mah pondasi itu… harus berani ambil resiko dlu bang hehehe

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud