Muhammad Ikhtiary Gilang Gumelar ~ Bermodal 200 Ribu, Kini Hasilkan Jutaan Rupiah Dari Sus Kering

Muhammad Ikhtiary Gilang Gumelar

Image dari Mindtalk.com

Bisnis kuliner saat ini masih menjadi primadona dan bisa dijalankan di mana saja dan kapan saja. Baik kuliner khas daerah maupun kuliner modern kreasi sendiri. Salah satu yang masih sangat prospektif untuk #bisnis kuliner ke depan adalah bisnis makanan ringan atau camilan. Bukti potensi pada bisnis camilan ini adalah kisah sukses Muhammad Ikhtiary Gilang Gumelar yang berhasil meraup omzet puluhan juta rupiah dari bisnis camilan.

Ya, Muhammad Ikhtiary Gilang Gumelar adalah salah satu contoh pebisnis muda yang mampu menjalankan bisnis makanan ringan berupa sus kering. Pemuda yang akrab disapa Gilang ini memang memiliki keinginan yang kuat untuk bisa mendapatkan uang sendiri sejak masih kecil. Bahkan saat usia SD pun ia sudah berjualan berbagai macam mainan seperti petasan, layangan ataupun tamiya. Bagaimana kisah selengkapnya? Simak di bawah ini.

Pengalaman Bisnis Muhammad Ikhtiary Gilang Gumelar

Meski terhitung masih sangat muda, pemuda kelahiran 1991 ini kaya akan pengalaman bisnis. Beragam bisnis pernah ia jalani, pada tahun 2011, ia pernah mencoba menjalankan bisnis sop durian yang saat itu ia berinama “Sop Durian Iyeuh”. Bisnis tersebut ia jalani di sela-sela kesibukan nya saat itu yang sedang menmpuh kuliah. Namun bisnisnya tidak bertahan lama, hanya mampu bertahan tiga bulan saja. Gilang yang saat itu kuliah di Gunadarma mengaku masih sangat minim pengalaman sehingga bisnisnya tidak berjalan baik.

Masih pada tahun yang sama, usai gagal menjalankan bisnis sop durian, ia kemudian mencoba peruntungan lagi dengan membuka usaha sepatu yang ia beri nama “MIGG Wear”. Pada awalnya, bisnisnya bisa berjalan, namun beberapa bulan kemudian tutup juga. Gilang menyebutkan bahwa penyebab kegagalannya kala itu adalah ketidakadaan SDM yang mumpuni untuk menghandle order sepatu dari konsumen.

Artikel lain: Nilam Sari ~ Pengusaha Sukses Founder Kebab Turki Baba Rafi yang Tak Mudah Berpuas Diri

Jadi order sebenarnya sudah banyak, tapi ia tidak mampu memproduksi, jadinya perusahaan menjadi tidak berimbang. Masih tidak mau berhenti berbisnis, kali ini Gilang kemudian mencoba membangun usaha jasa konsultasi IT dengan membawa nama “IVI TECH”. Namun hampir sama dengan bisnis sebelumnya, partner bisnis yang tidak mumpuni menjadi masalah dalam usahanya.

Meski Sering Gagal, Gilang Tak Mau Menyerah

Kesuksesan nampaknya belum segera menyapa Gilang setelah beberapa kali gagal berbisnis. Setelah bermacam usaha ia jalankan dan masih gagal, sebelum menjalankan usaha sus kering Gilang mencoba peruntungan dalam bisnis bakso. Ia cukup merogoh banyak kocek dalam berbisnis bakso ini, namun tetap saja menemui kegagalan karena berbagai alasan.

Akhirnya dengan sisa modal dari berjualan bakso, Gilang kemudian berpikir untuk mencoba menjalankan bisnis baru yang tidak membutuhkan modal besar. Dan pilihannya saat itu adalah dengan berbisnis sus kering yang cukup hanya dengan modal awal Rp. 200.000 saja.

Terapkan Teknik Marketing Unik

Cara yang digunakan Gilang dalam berpromosi juga cukup unik. Ia hanya berfoto dengan sus kering yang ia kemas setiap kali berkumpul dengan teman-temannya yang kemudian ia pasang di #media sosial. Pada tahun 2015 kemudian Breaktime sebagai nama produk sus kering ia luncurkan. Ternyata dengan cara mengunggah foto produknya itu, respon teman-temannya sangat luar biasa.

Mereka begitu penasaran dengan camilan yang sering ia pasang melalui media sosial tersebut. Banyak teman-temannya yang menanyakan di mana bisa mendapatkan camilan Breaktime yang sering dipajang fotonya di media sosial oleh Gilang.




Baca juga: Yossa Setiadi ~ Founder Bisnis Bawang Soy, Berbekal Inovasi Hingga Sukses Rambah Pasar Luar Negeri

Gilang menuturkan, bisnis sus kering yang ia jalankan ini sudah mampu membuatnya balik modal dalam kurun waktu satu bulan saja. Bahkan omzetnya kini mencapai Rp. 30 juta rupiah dalam satu bulan. Masih mengandalkan cara sebelumnya, untuk promosi Gilang memaksimalkan media sosial yang sangat melekat di masyarakat saat ini.

Media yang aktif digunakan dalam berpromosi adalah Twitter dan juga Instagram. Selain menggunakan media sosial, untuk menyokong #promosi agar lebih maksimal, Gilang juga memasarkan produknya langsung door to door. Gilang langsung bekerjasama dengan beberapa kafe ataupun kantor untuk menjual produknya.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Wah, ternyata semua orang juga bisa sukses ya? hihi.. Kapan ya bisa sukses seperti itu?

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud