Monica Harjono ~ Arek Suroboyo yang Sukses Berkarir di Markas Microsoft

Image dari Tribunnews.com

Image dari Tribunnews.com

Indonesia memang memiliki banyak sumber daya manusia yang potensial dengan bakat, kemampuan dan kapasitas luar biasa berkelas internasional. Sayangnya kelahiran orang-orang hebat ini jarang mendapat dukungan dari pemerintah sehingga menyebabkan banyak orang yang keluar ke luar negeri untuk mendapatkan sesuatu dan penghidupan yang lebih layak.

Salah satu sosok penuh potensial dan penuh bakat tersebut adalah Monica Harjono, wanita kelahiran Surabaya yang telah meniti karir selama 11 tahun di perusahaan raksasa #Microsoft. Dan uniknya tak seperti orang kebanyakan orang dalam negeri yang harus menempuh pendidikan tinggi di luar negeri untuk bisa bekerja di perusahaan asing, Monica bisa mencapainya dengan lulusan dari jurusan akuntansi kampus dalam negeri yaitu Universitas Airlangga.

Lalu seperti apakah kisah Monica Harjono bisa menembus ketatnya persaingan untuk bekerja di Microsoft ini? Berikut ulasannya.

Peluang dari Jepang

Sebelum berkarir di Microsoft, Monica memang sepat bekerja di Indonesia. Ketika mendapatkan kesempatan ke Jepang selama setahun dari perusahaannya. Monica tak menyia-nyiakannya dengan mempelajari Bahasa Jepang.

Dengan penguasannya pada bahasa negeri sakura itu Monica lantas melanjutkan petualangan karirnya di perusahaan yang pernah diberitakan terlibat skandal keuangan ditahun 2000-an yaitu MCI WorldCom di Singapura. Di sana Monica bertugas menyediakan dukungan bagi cabang perusahaan di Jepang dan Australia.




Artikel lain: Listiarso Wastuargo ~ Berkat Talenta Luar Biasa, Ia Berhasil Berkarir Di Facebook

Dihubungi oleh Pihak Microsoft

Di saat perusahaan MCI WorldCom tersebut guncang, Monica dihubungi oleh head hunter yang menawarkannya pekerjaan di Microsoft, tepatnya di Microsoft Asia Pacific Operations Center di Singapura. Kesempatan emas ini tentu tak mau dilewatkan begitu saja oleh Monica. Dengan pekerjaan yang masih terkait dengan Jepang Monica mengaku pandangannya makin terbuka sejak bekerja dengan Microsoft.

Pasalnya, ketika berada di perusahaan Bill Gates tersebut Monica tidak selalu berurusan dengan akuntansi tradisional, seperti buku besar, debit/kredit dan semacam itu. Namun ia mulai melihat sisi bisnis yang lebih luas. Lebih lanjut Monica menyatakan bahwa tahun pertamanya di Microsoft hidupnya banyak berubah karena impiannya yang telah menjadi kenyataan.

Pengalaman 11 Tahun, 3 Benua

Setelah sempat dipindahtugaskan beberapa kali ke beberapa negara seperti di Singapura, Irlandia dan di kantor pusat di Redmond, Amerika. Di Redmond sendiri, Monica memegang posisi di bagian keuangan dan mendukung beberapa eksekutif Microsoft di Worldwide Sales, Marketing and Services Group.

Monica sendiri telah 11 tahun bekerja dan berkarir di Microsoft. Selama itu Monica telah melanglang buana di tiga benua, sebuah petualangan yang membuat Monica mendapatkan banyak pengalaman dan membuatnya bisa merasakan betapa beragamnya manusia. Saat ini sendiri Monica menjabat Senior Finance Manager for WW Enterprise and Partner Group dan memberi dukungan langsung pada CVP for WW Public Sector.




Monica mengatakan, di salah satu bagian kantornya para karyawan bahkan memasang sebuah peta dunia lalu menunjukkan dari belahan bumi yang mana mereka berasal. Dari situ, ujarnya, mereka jadi bisa melihat dan saling tahu asal negara masing-masing.

Banyak Belajar Teknologi

Di perusahaan yang didirikan Bill Gates dan Paul Allen ini Monica mengaku juga banyak belajar soal teknologi. Wanita yang hobi fotografi ini lebih lanjut juga menyatakan perasaannya pada perubahan Microsoft yang kini lebih mengkonsentrasikan dirinya ke bisnis PC dari sebelumnya fokus untuk membuat software.

Dengan berbekal #aplikasi pada perangkat berbasis Windows Phone, Monica kemudian menunjukkan bagaimana setiap karyawan Microsoft dapat melihat ketersediaan shuttle untuk bepergian dari satu gedung ke gedung lain.

Selain itu Monica juga bercerita bagaimana menggunakan teknologi baru, seperti PowerMap yang digunakan untuk presentasi dan menampilkan data dengan cara yang sebelumnya tak bisa dilakukan dengan mudah. Di Microsoft, semua orang yang bekerja, tak peduli pada divisi manapun mereka berada, semua dituntut untuk mempelajari hal-hal teknis.

Baca juga: Lolos Beragam Tes, Mahasiswa Fasilkom UI Ditarik Magang Kerja di Twitter

Kangen Indonesia

Meski telah lama bekerja di Microsoft, Monica mengaku kangen Indonesia dan sering ingin mengetahui program-program amal yang ada di Indonesia. Lebih lanjut ia pun berharap agar Microsoft memiliki agenda dan program ke Indonesia agar ia bisa melepas kangennya.

Kepada siapapun orang Indonesia yang ingin bekerja di perusahaan seperti Microsoft, wanita yang senang membaca buku dan bermain piano ini mengatakan bahwa peluang dan kesempatan itu pasti akan ada bila Anda yakin bahwa kita bisa membuatnya dan meraihnya.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. wong suroboyo hebat poll

  2. Inspiratif sekali arek suroboyo.. saya masih penasaran bagaimana detail awalnya :(

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud