Menilik Kronologi Kisruh yang Terjadi Antara Apple dan Juga FBI

Menilik Kronologi Kisruh yang Terjadi Antara Apple dan Juga FBI

kisruh FBI Apple
Image dari Ualberta.ca

Kejadian terhangat yang terjadi pada beberapa pekan terakhir ini adalah #Apple tengah mengalami perdebatan serius dengan Federal Bureau of Investigation atau FBI, mengenai kasus pembukaan akses enkripsi iPhone milik pelaku penembakan di San Bernardino. Apple sendiri dikenal memiliki enskripsi kuat dalam sistem operasi yang di milikinya.

Perusahaan tersebut juga memberi alasan pembukaan sistem yang dilakukan dapat mengancam keamanan dari pengguna yang memakai perangkat smartphone besutannya, keputusan Apple tersebutlah yang kini menjadikan masalah di mata publik Amerika Serikat.

Apple Ingin Mempertahankan Hak Pengguna

Setiap perangkat #iOS memiliki mesin kripto AES 256 yang dibangun ke jalur DMA antara flash storage dan memori sistem utama yang membuat enkripsi file menjadi sangat efisien. Perangkat tersebut memiliki ID unik (UID) dan grup ID (GID) di processor dan Secure Enclave selama waktu pembuatan di pabriknya. Hal inilah yang membuat software atau perusahaan manapun sulit untuk membaca data di gadget besutan Apple, sulit di baca secara langsung dan hanya bisa di baca melalui mesin AES.

Selain daripada itu, Apple juga memiliki sistem penghapusan untuk mengamankan data, yang mereka sebut dengan Effaceble Storage yang dapat mengakses secara langsung penyimpanan dan juga menghapus blokade.

Artikel lain: Inilah Kronologis Alasan Google Bayar “Upeti” 14 Triliun Pada Apple

“Gedung Putih” Sampai Turun Tangan

Lantas penolakan yang di lakukan oleh Apple tersebut membuat dari pihak “gedung putih” sebagai pusat pemerintahan Amerika pun ikut turun tangan. Melalui departemen kehakiman, utusan gedung putih menjelaskan bahwa pihaknya hanya meminta bantuan Apple untuk membuka satu perangkat saja, dan bukannya memberikan akses enkripsi backdoor untuk iPhone 5c yang di gunakan oleh si pelaku.

Kendati terjadi demikian, keputusan yang diambil oleh pihak dari Apple tersebut juga medapatkan dukungan dari petinggi perusahaan teknologi lain, salah satunya adalah CEO dari #Google Sundar Pichai. Menuturkan bahwa akan sangat riskan terhadap pembukaan sebuah informasi dan dapat mengancam privasi pengguna.

Tak hanya sampai di situ saja, dukungan yang di berikan kepada Apple pun terus berdatangan pendiri sekaligus CEO dari #Twitter Jack Dorsey dan juga CEO Facebook Mark Zuckenberg juga memberikan pendapat yang serupa. Kedua petinggi tersebut mendukung atas pilihan Cook yang tidak memberikan akses enkripsi backdoor pada FBI. Bahkan keduanya mengucapkan salut atas kepemimpinan dan keteguhan hati Cook.

Capres Donald Trump Serukan Boikot Apple

Di sisi yang lain, kandidat calon presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada warga Amerika Serikat untuk melakukan pemboikotan terhadap produk yang di keluarkan dari pihak Apple. Dalam sebuah kampanye yang dilakukannya, Trump menyampaikan bahwa iPhone itu tidak lagi milik pelaku penembakan, melainkan telah menjadi milik dari pemerintah.

Donald Trump pun memberikan alasan bahwa perangkat iPhone yang di miliki oleh tersangka penembakan adalah pemberian dari petugas medis, bukan milik pribadi. Sementara dalam waktu yang bersamaan pendiri perusahaan Microsoft yaitu #Bill Gates memilih untuk tidak berpihak kepada siapapun alias netral. Menurutnya dalam kasus seperti ini dibutuhkan diskusi lebih lanjut untuk mengambil solusi terbaik dalam pemecahan masalah tersebut.

Kabar terbaru bahkan menyebutkan bahwa pihak dari Apple lebih memilih untuk memperkuat fitur keamanan di perangkat smartphone-nya. Perusahaan asal Cupertino itu bahkan memiliki rencana untuk membuat iPhone yang tidak dapat diretas oleh siapapun, termasuk oleh pabrik yang memproduksinya sendiri yaitu Apple.

Perdebatan Masih Buntu

Sampai pada saat ini, kisruh tentang akses backdoor iPhone 5C tersebut belum juga menemui titik terang. Namun berita terbaru menyebutkan bahwa Apple mengutus penasehat umumnya yaitu Bruce Sewell telah membuat pernyataan terbuka di depan komite kehakiman di Gedung Putih.

Dalam pernyataannya tersebut, Sewell menuturkan mendukung dilakukannya diskusi yang sehat terkait masalah ini. Selain itu juga Apple berusaha untuk memberikan perlindungan dari pengguna perangkatnya dari pencuri dan juga teroris, dengan menawarkan proteksi terbaik untuk data pribadi mereka.

Baca juga: Skenario Di balik Kasus “ Beli iPhone dapat Sabun “, Persaingan  atau Saling Menguntungkan?

Sebagai informasi kasus yang menjadi sorotan publik di seluruh dunia ini, yang terjadi antara Apple dan juga FBI di mulai memasuki awal bulan Maret ini. Setelah kejadian penembakan yang terjadi di negara bagian Amerika Serikat yaitu San Bernandino pada Desember lalu, dan memakan korban tewas sebanyak 14 orang.

Penyelidikan yang tengah dilakukan oleh pihak FBI lebih mengarahkan pada perangkat iPhone yang digunakan oleh si pelaku penembakan. Oleh sebab itu kenapa FBI meminta bantuan dari Apple untuk memberikan akses terhadap enkripsi backdoor ponsel tersebut. Namun pada kenyataannya yang terjadi pihak Apple menolak secara keras tindakan pembukaan akses terhadap data pribadi penggunanya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan