Menilik Cerita 4 Penggalangan Dana yang Pernah Viral di Media Sosial, Inilah Kisahnya

Viral di Media Sosial

Image dari Tempo.co

Dengan adanya teknologi yang makin canggih saat ini kita memang akan diberikan banyak kemudahan dan keleluasaan dalam melakukan sesuatu. Dan salah satu dari bentuk teknologi yang banyak berperan dalam hidup manusia saat ini adalah media sosial. Dengan media sosial yang ada saat ini memang banyak kemudahan yang didapatkan.

Selain kemudahan dari kehadiran media sosial ini ada beberapa fenomena yang muncul. Jika Anda sering mengamati perkembangan #media sosial maka Anda akan mendapati fenomena trending topic yang kadang seringkali berujung pada penggalangan dana.

Galang Dana dengan Banyak Motif

Ya, dengan banyak motif, berita yang heboh di media sosial ini kemudian bisa berujung pada penggalangan dana untuk si news maker (pembuat berita). Tidak hanya karena rasa iba dan kasihan, tapi karena rasa jengkel juga penggalangan dana untuk tujuan mengkritik bisa jadi terjadi dan dilakukan publik (netizen).

Nah dalam sejarah atau riwayatnya telah tercatat beberapa penggalangan dana yang berawal dari berita yang viral di media sosial. Lalu bentuk penggalangan dana apa saja yang pernah terjadi dan paling populer di media sosial ini? Berikut ulasannya.

Artikel lain: Pesanan Online Tak Kunjung Datang, Ormas Agama “Ngambek” Tuntut Tokopedia Dibubarkan




1. Donasi untuk Saeni

Penggalangan dana pertama dan terbaru yang viral di media sosial adalah donasi untuk Saeni. Cerita razia yang dilakukan satpol Pamong Praja (PP) kota Serang jum’at kemarin terhadap warung milik Saeni memang langsung menggemparkan jagad dunia maya. Bagaimana tidak akibat dari razia pada bulan Ramadhan yang dianggap melanggar aturan perda ini netizen langsung bereaksi keras. Mereka menganggap bahwa tindakan satpol PP dengan merazia dan menyita barang dagangan Saeni sungguh tidak benar.

Dari sinilah kemudian netizen merasa prihatin dan meradang atas aksi Satpol PP tersebut dan kemudian melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu Saeni dan mengganti modal Saeni yang disita satpol PP. Bermula dari inisiatif pengguna #Twitter bernama Dwika Putra (@dwikaputra) untuk membantu Saeni, hal langsung mendapatkan respon dari para netizen lainnya. Hasilnya dalam tempo dua hari saja penggalangan dana untuk Saeni sudah terkumpul Rp232 jutaan.

2. #KoinUntukAustralia

Cerita di tahun 2012 juga menghadirkan kisah penggalangan dana yang berawal dari pemberitaan di media sosial yang viral. Namun berbeda dengan kisah Saeni yang berdasar pada respect, maka penggalangan dana bertajuk #KoinUntukAutralia ini dilandasi pada rasa sebal dan jengkel. Kok bisa?

Ya saat itu Australia yang dua warga negaranya akan dieksekusi  mati oleh pemerintah Indonesia karena kasus narkoba menyatakan bahwa Indonesia sudah melupakan kebaikan negaranya saat membantu tsunami di Aceh. Aksi Perdana Menteri Australia Tony Abott mengungkit kebaikan negaranya kepada Indonesia ini sendiri lantas memicu reaksi dari netizen Indonesia yang menyatakan bahwa hal ini sungguh tidak realistis.

Dengan rasa sebalnya dengan pernyataan Tony Abbot ini kemudian warga Aceh melakukan gerakan #KoinUntukAustralia di Twitter. Mereka menggagas gerakan untuk mengembalikan uang sumbangan dari Australia ini untuk menutup mulut Tony Abbot. Gerakan yang bermula di Aceh ini kemudian meluas ke wilayah Indonesia lainnya. Dari sini lantas koin terkumpul dengan nilai mencapai jutaan rupiah.




3. @KoinKPK

Di tahun 2012 juga terjadi penggalangan dana lagi, kali ini untuk KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kisahnya saat itu KPK berencana membangun gedung perkantoran baru pada pertengahan 2012 dikarenakan gedung yang lama sudah tidak bisa lagi menampung karyawan. Tapi ternyata oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) rencana ini dimentahkan.

Nah karena hal inilah kemudian publik bergerak secara online dengan membuat akun @KoimKPK dan offline untuk menggalang dana bagi pembangunan gedung KPK. Dari aksi penggalangan dana ini terkumpul dana mencapai Rp 403 juta di akhir tahun 2012.

Baca juga: Skenario Di balik Kasus “ Beli iPhone dapat Sabun “, Persaingan  atau Saling Menguntungkan?

4. Koin Peduli Prita

Terakhir, kisah penggalangan dana dari media sosial muncul dari Tangerang, lebih tepatnya pada sosok Prita Mulyasari. Jadi ketika itu Prita Mulyasari merasa telah mengalami malpraktik dari RS OMNI Internasional Alam Sutera, Tangerang. Tak mau dituduh malpraktik, pihak rumah sakit lantas menuntut Prita membayar denda Rp204 juta karena telah mencemarkan nama baik rumah sakit.

Dari sini netizen pun bergerak, mereka kemudian bersatu untuk menggalang dana bagi Prita. Dari penggalangan dana yang bertajuk Koin Peduli Prita ini terkumpul dana hingga Rp825 juta.



1 comment on this postSubmit yours
  1. tehnologisemakin canggih, Tidak hanya karena rasa iba dan kasihan, tapi karena rasa jengkel juga penggalangan dana untuk tujuan mengkritik bisa jadi terjadi dan dilakukan publik (netizen).

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud