Etika Memberhentikan Karyawan Dengan Cara Yang Lebih Baik

Etika Memecat Karyawan

Kebutuhan akan sumber daya yang dinamis oleh sebuah #startup merupakan suatu komponen pokok yang tidak dapat dihindarkan. Startup yang berkutat dengan teknologi pasti tidak akan lepas dari sebuah eksperimen dan selalu menguji segala hal yang telah dibuat, mulai dari platform yang tepat, kebutuhan pengguna, hingga model bisnis yang tepat.

Kesalahan dalam pemilihan seorang karyawan adalah suatu hal yang sangat sering terjadi. Kita pasti akan dihadapkan sebuah kondisi dimana harus memberhentikan seorang karyawan atau membiarkannya berlanjut dengan resiko startup Anda akan hancur.

Kehilangan pekerjaan adalah hal yang tidak diinginkan oleh semua orang termasuk karyawan Anda pastinya. Namun hal tersebut dapat terjadi jika Anda melakukan kesalahan ataupun karyawan Anda melakukan kesalahan. Jangan pernah ragu melakukan tindakan tegas jika karyawan Anda melakukan kesalahan yang beresiko mengakibatkan reputasi startup Anda hancur. Berikut ini adalah etika memberhentikan karyawan Anda dengan cara yang lebih baik.

Artikel lain: 6 Tips Sukses Menjalankan Perusahaan Startup



1. Lakukan Sistem Rank & Yank

Bagi yang baru memulai Startup sangat perlu melakukan metode ini jika Anda sulit untuk melakukan pemecatan pada karyawan. Salah satu manajer paling terkenal sepanjang masa, Jack Welch mempopulerkan sebuah sistem rank & yank. Sistem ini akan mengelompokkan manajer dan timnya ke dalam tiga kategori: Top 20%, Middle 70%, dan Bottom 10 %.

Semua personil yang berada dalam posisi Middle 70% wajib diberikan sebuah pembinaan atau pelatihan. Tugas manajer juga termasuk menjaga mereka termotivasi dalam bekerja dan tidak tertekan dengan adanya sistem seperti ini. Adapun pada posisi Bottom 10% adalah semua orang-orang yang harus ‘pergi’. Meski terkesan sistem ini relatif radikal dan keras, namun hal ini memberikan sebuah keuntungan.

Pertama, sistem ini memberikan kejelasan kepada karyawan tentang budaya kerja di perusahaan Anda. Semua orang tahu bahwa ini adalah cara kerja perusahaan, dan sejak awal karyawan sudah tahu apa yang terjadi jika ia tidak menunjukan performa kerjanya.

Kedua, mekanisme ini akan memberikan sebuah paksaan bagi setiap manajer untuk menghapus para anggota tim mereka yang berkinerja terburuk. Dengan kebijakan ini, tidak memungkinkan untuk manajer menunda keputusan yang menyebabkan underperformer bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini juga memaksa manajer memberi pembinaan kepada yang berada di peringkat tengah karena bagaimanapun juga kehilangan sebagian besar karyawan akan berdampak buruk bagi perusahaan.

2. Berikan Standar Pekerjaan Yang Jelas

Startup yang baik haruslah memiliki ekspektasi yang jelas dari karyawan dan umpan balik yang jujur. Jika sejak awal Anda sudah menentukan sebuah standar pekerjaan yang jelas dan sistem penilaian terbuka yang jelas, dalam situasi seperti itu tidak ada yang perlu heran jika karyawan dengan kinerja buruk, atau dalam peringkat terbawah, harus ‘pergi’.

3. Berikan Peringatan Sedini Mungkin

Berikan sebuah peringatan kepada karyawan Anda jika mereka memang melakukan sebuah kesalahan. Jangan menunggu sampai kesalahan mereka membuat perusahaan Anda rugi. Peringatan dini akan memberikan sebuah efek yan cukup baik, dengan begitu karyawan Anda pun merasa diperhatikan pekerjaannya dan kinerja mereka pun akan meningkat. Berikan peringatan dengan sebuah penjelasan yang dapat mereka pahami.

Baca juga: 5 Ahli Yang Mutlak Anda Butuhkan Dalam Membangun Sebuah Startup

4. Jagalah Hubungan Pasca Pemecatan

Jika Anda melakukan sebuah pemecatan dengan cara yang buruk maka hal tersebut dapat mengakibatkan beberapa efek samping yang sangat merugikan moral dan loyalitas dari sisa karyawan. Lakukan proses ini dengan baik dan komunikasikan hal ini terhadap seluruh personil perusahaan Anda. Hal ini perlu dilakukan supaya tidak ada yang merasa dirugikan dan iklim pekerjaan akan tetap terjaga dengan baik.

Jika Anda memecat seseorang dengan cara yang mempermalukannya, maka karyawan yang lain pasti akan berpikir mereka akan diperlakukan dengan sama. Jika Anda kebetulan mempermalukan teman baik mereka, mereka akan mulai membenci Anda juga. Satu hal penting untuk disadari adalah bahwa karyawan yang tersisa juga khawatir nasib mereka. Ini akan memengaruhi kinerja tim dan output mereka, dan bukan tidak mungkin bahwa startup Anda akan mengalami sebuah kemunduran yang sangat signifikan. Hal tersebut terjadi karena Anda melakukan hal yang tidak perlu Anda lakukan.





1 comment on this postSubmit yours
  1. Wih bagus nih buat orang-orang yang jabatannya jadi bos. Nice post mas Max :D

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud