Memahami Prinsip Net Neutrality yang Membuat Layanan Free Basic Facebook Diblokir

Net Neutrality
Image dari Pcadvisor.co.uk

Seperti kita ketahui bersama pada pembahasan sebelumnya bahwa layanan internet gratis Facebook “Free Basics” telah resmi diblokir oleh pemerintah India terhitung Februari 2016. Alasan pemblokiran Free Basic yang diungkap oleh pemerintah India sendiri adalah karena Free basic dianggap tidak memenuhi prinsip netralitas internet (net neutrality). Karena hal inilah maka pemerintah India yang sebelumnya sudah membuat warning (peringatan) kemudian melakukan pemblokiran atau pelarangan terhadap layanan Free Basic milik #Facebook.

Meski telah resmi dilarang, ternyata masih banyak netizen yang masih binggung dan tidak paham alasan pemblokiran free basic oleh pemmerintah India. Mereka disini masih belum mengerti apa yang dimaksud dengan prinsip netralitas internet (net neutrality). Untuk itulah di sini akan dibahas mengenai net neutrality tersebut.

Apa Itu Net Neutrality?

Secara umum dan dengan bahasa yang simpel net neutrality adalah sebuah prinsip yang mengacu pada keadilan dan kebebasan netizen untuk mengakses keseluruhan layanan yang tersedia di #internet dengan perlakuan sama. Dalam prinsip ini berdasarkan rujukan dari situs save internet maka berlaku sebuah ketentuan bahwa tak boleh ada intervensi kepentingan dari operator atau penyedia layanan internet.

Intervensi yang bisa terjadi dan dilakukan pihak operator sendiri bisa berwujud dua hal yaitu :

  • Operator atau penyedia layanan internet memberikan keutamaan atau keistimewaan pada aplikasi-aplikasi tertentu yang menumpang jaringan mereka dengan menggratiskan biaya data atau memberikan kemudahan-kemudahan lainnya.
  • Operator atau penyedia layanan internet melakukan pemblokiran dan pendiskriminasian layanan tertentu yang tak punya hubungan kemitraan dengan mereka.

Artikel lain: Resmi, India Stop Internet Gratis Facebook Free Basic Per 9 Februari 2016

Dari sini bisa bisa disimpulkan bahwa prinsip net neutrality memberlakukan ketentuan akses internet yang setara dan adil pada semua konten tanpa terkecuali. Jadi dalam prinsip ini terkadung aturan bahwa tidak boleh ada situs yang menjadi “anak emas” atau “anak tiri” dari operator atau penyedia jaringan.

Debat Netralitas Internet

Dari definisi net neutrality diatas ternyata tidak membuat semua pihak sepakat. Maka dari itu kemudian muncul pro kontra tentang prinsip netralitas internet ini. Sebelum kisruh layanan Free Basic sendiri, perdebatan tentang net neutrality ini sudah terjadi di tahun 2014 silam. Saat itu Ketua Federal Communications Commission (FCC) Tom Wheeler berencana memberi otoritas bagi operator di Amerika Serikat (AT&T, Comcast, Verizon) untuk menciptakan sistem “pay-to-play fast lanes” yang memungkinkan pengguna mampu mendapatkan akses lebih cepat ke layanan-layanan tertentu dengan membayar biaya lebih.

Sontak rencana Tom Wheeler ini memicu perdebatan. Pasalnya banyak dari netizen, aktivis, dan beberapa politisi menyatakan penolakan rencana kebijakan yang dianggap diskriminatif. Dengan adanya protes ini maka Wheeler pun sadar dan mengubah kebijakannya dengan mengeluarkan paket rencana kebijakan bertajuk “Title II of the Communication Act”.

Kebijakan ini sendiri berisi bahwa akses internet yang dijalankan harus menjunjung tinggi keadilan bagi seluruh netizen. Proposal Wheeler pun akhirnya diterima FCC dan ditetapkan keabsahannya pada 26 Februari 2015. Dari sinilah sejarah mencatat pertama kalinya para aktivis netralitas internet dan netizen menang melawan ketidakadilan net neutrality.

Kenapa Free Basics Facebook Melanggar Netralitas Internet?

Mengenai kasus diblokirnya layanan internet gratis Free Basic, menurut beberapa pakar, Facebook memang telah melanggar net neutrality. Sebab dalam layanan tersebut terkandung konsep prioritas dan diskriminasi pada akses layanan tertentu. Dari sinilah yang kemudian membuat pemerintah India menyatakan Free Basics sebagai layanan yang dilarang. Namun sayangnya pihak Facebook masih menganggap bahwa layanan nya hanya semata-mata bertujuan mengkoneksikan semua orang di dunia.

Menurut CEO Facebook Mark Zuckerberg, Free Basic adalah layanan akses internet gratis yang hanya bertujuan untuk membuka akses seluas-luasnya hingga ke wilayah-wilayah terpencil. Namun sayanganya akses internet gratis yang diberikan Facebook tidak berlaku bagi semua situs. Nah disinilah letak kesalahan yang ditangkap oleh pemerintah India.

Baca juga: Free Basics ~ Layanan Facebook yang Menuai Kritik dan Kecaman di India dan Mesir

Free Basic yang Masih Saja Diskriminatif

Facebook sendiri sebenarnya sudah berupaya sejak pemerintah India memberikan ultimatum. Saat pihaknya mendapatkan banyak protes, Facebook memberikan melonggarkan akses internet gratisnya. Pada Mei 2015, Facebook membuka platform untuk pengembang aplikasi, sehingga siapa pun bisa merilis layanannya di dalam Free Basics.

Harapan dari hal ini adalah bahwa layanan yang digratiskan nantinya akan semakin banyak. Sayangnya meski memberi kelonggaran pada developer akan tetap selalu ada saja layanan yang tidak terjangkau oleh Free Basics. Nah dari sinilah keadaan diskriminasi tetap terjadi. Maka saat tiba masa habis ultimatum, pemerintah pemerintah India pun memutuskan pemblokiran pada Free Basics.

Asep Irwan

Asep Irwan adalah content writer di Maxmanroe.com. Memiliki minat besar di dunia kepenulisan, blogging, dan media online.

Leave a Comment