Mau Anak Jago Atur Uang? Jangan Lakukan 6 Kesalahan Berikut Ini

mengajarkan anak mengatur keuangan

Image dari Feed.id

Memiliki anak yang pandai atau jago mengatur uang tentunya akan sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dengan kemampuannya itu kita sebagai orang tua tidak perlu khawatir dan resah saat memberikan uang harian, mingguan atau bulanan. Membuat anak bisa mengatur #keuangan memang sangatlah penting dan perlu dilakukan sejak dini. Sayangnya untuk mendidik anak-anak ini para orang tua tidak sedikit yang melakukan kesalahan.

Dari kesalahan ini maka kemudian membuat anak-anak malah memiliki kebiasaan negatif. Nah dari sinilah maka Anda sebagai orang tua haruslah berhati-hati dalam hal mendidik anak mengatur uang ini. Dan berikut ini adalah daftar beberapa kesalahan orang tua dalam mendidik pengaturan keuangannya. Berikut ulasannya.

1. Tidak Membuat Daftar Belanja

Kesalahan pertama orang tua dalam pendidikan manajemen keuangan adalah tidak membuat daftar belanja. Ya, ini adalah hal yang seringkali memang dilupakan oleh para orang tua. Karena tidak mau repot maka para tua ini kemudian melupakan daftar belanja. Tentu saja hal ini sangatlah tidak benar, sebab daftar belanja ini adalah komponen yang sangat penting agar anak mempunyai kejelasan tentang apa saja yang bisa ia beli dan tidak.

Tanpa adanya daftar belanja maka bisa jadi anak akan merasa tidak punya batasan dan akhirnya membuat mereka jadi menggunakan uang untuk belanja hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan. Dari sini maka lama-kelamaan anak bisa saja kemudian malah menjadi boros.

Artikel lain: Mau Ajari Anak Kelola Keuangan? Coba 4 Cara Berikut Ini




2. Mengajak Anak Belanja Impulsif (karena adanya dorongan)

Berikutnya, kesalahan orang tua saat mendidik anaknya mengatur uang adalah dengan selalu mengajak anak-anak belanja karena ada harga promo. Ya, belanja karena ada dorongan (impulsif) ini memang tidak baik jika Anda ingin menerapkannya pada anak-anak. Sebab Jika hal ini sudah melekat pada pikiran anak-anak, maka mereka bisa jadi ketika dewasa akan menjadi orang yang komsumtif dengan terus berbelanja.

Mengapa bisa demikian? Sebab seperti kita tahu, minimarket atau pusat perbelanjaan hampir setiap hari mengadakan promo dan harga diskon. Nah dari sini jika belanja impulsif ini sudah tertanam pada anak-anak, maka bisa jadi mereka akan berbelanja setiap harinya.

3. Selalu Menuruti Keinginan dan Kemauan Anak

Selanjutnya, bentuk kesalahan orang tua saat mendidik anak dalam pengaturan uang adalah dengan selalu memenuhi keinginan dan kemauan anak. Ya, saat dalam proses ini, Anda sebagai orang tua harus mengajarkan anak-anak untuk berhemat, bukan malah boros.

Perilaku boros yang bisa tertanam pada anak-anak ini memang bisa muncul saat Anda sebagai orang tua selalu menuruti keinginan dan kemauan anak. Hal ini secara sekilas memang sangat bertentangan dengan program Anda untuk mendidik anak melakukan pengaturan uang.

4. Hanya Fokus Pada Masa Kini

Dalam mengajarkan anak mengatur uang, para orang tua juga tidak sedikit yang mengajarkan untuk berpikir tentang masa depan pada anak-anak mereka. Mereka para orang tua ini hanya mengajarkan bagaimana mereka harus bisa menghemat uang untuk hari ini saja.




Hal ini memang baik, tapi alangkah lebih baiknya, Anda sebagai orang tua juga mengajarkan anak untuk belajar memikirkan keuangan di masa depan. Bagaimana caranya untuk hal yang satu ini? Anda bisa mengajarkan anak-anak menabung atau juga berinvestasi kecil-kecilan.

5. Memberi Uang Tanpa Arahan

Uang adalah barang yang cepat habis saat dikeluarkan dan sulit untuk didapatkan. Inilah sebuah pernyataan yang bisa Anda katakan pada anak-anak Anda. Dengan hal ini maka anak-anak jadi mengerti penggunaan uang yang diberikan orang tua padanya. Jika Anda memiliki ilmu tentang hakikat uang yang lebih mendalam, maka Anda juga bisa mengatakannya anak Anda saat memberikan uang tersebut.

Baca juga: Inikah Yang Sering Membuat Bosan Anak Muda Dalam Berbisnis

6. Tidak Mengajarkan Anak untuk Berbisnis

Terakhir, kesalahan orang tua dalam mengajarkan anak dalam pengaturan keuangan adalah tidak mengajarkan anak untuk berbisnis. Ya, mengajarkan bisnis memang tidak ada salahnya dan bahkan baik bila Anda memang ingin membuat anak Anda jadi orang yang kaya raya di kemudian hari.

Cobalah untuk mengajarkan anak pada bisnis kecil-kecilan terlebih dulu yang tidak memiliki resiko besar. Nah dengan cara ini maka anak akan mengerti bagaimana sulitnya mencari uang. Dengan demikian maka anak akan otomatis akan lebih menghargai uang yang ia peroleh.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud