Lia Puji Lestari ~ Sukses Menjalankan Bisnis Sekaligus Melestarikan Budaya Lokal

Lia Puji Lestari

Image dari Twitter.com

Budaya lokal saat ini tak ubahnya barang langka yang sangat jarang sekali kita jumpai. Budaya lokal seakan tergerus dengan beragam budaya asing yang semakin menjangkiti generasi muda belakangan ini. Untuk melestarikan budaya lokal ini pun juga memerlukan energi yang luar biasa besar. Jika ada orang yang berjuang dan melestarikan budaya lokal, maka ia termasuk orang yang luar biasa dan sangat menjunjung tinggi sikap nasionalisme terhadap bangsanya.

Dan nampaknya seperti itulah yang dilakukan oleh Lia Puji Lestari, seorang wanita muda yang sangat menyukai fashion ini. Bahkan bukan saja ia bisa melestarikan budaya lokal di daerahnya, ia pun bisa meraup keuntungan dengan menjadikan kekayaan lokal sebagai bisnis. Ia sukses mempopulerkan dan mengenalkan perhiasan khas dari Kalimantan ke seluruh masyarakat Indonesia dengan membawa brand Borneo Be. Bagaimana kisah inspiratif dari Lia Puji Lestari ini, simak selengkapnya di bawah ini.

Melihat Peluang Bisnis Setelah Bertemu Pengrajin Dayak

Awal mula cerita bisnisnya dimulai yaitu ketika ia mengikuti proyek dosen tentang industri kerajinan di Indonesia, dan ketika itu bertemu dengan pengrajin mutu manikam di Kalimantan. Ia pun tinggal bersama para pengrajin itu selama satu bulan untuk mengorek beragam informasi mengenai kerajinan yang mereka buat. Selama satu bulan tersebut, ternyata banyak keluh kesah dari para pengrajin terkait kecilnya minat pasar Indonesia terhadap produk asli Dayak tersebut. Para pengrajin mengatakan bahwa justru orang asing yang lebih menghargai manik-manik dari mereka.




Dari penjelasan mereka inilah kemudian membuat Lia Puji Lestari tergelitik untuk mengangkat produk asli Dayak tersebut. Karena menurut nya, manik-manik buatan mereka sangat unik dan sangat layak sekali untuk dijadikan perhiasan sesuai dengan trend masa kini.

Artikel lain: Safri Ali ~ Bermula Dari Rp10 Ribu, Kini Bisnis Kerajinannya Mampu Raup Puluhan Juta Perbulan

Menurut Lia, kelemahan yang sering membuat produk budaya lokal ini kurang diminati karena kurangnya sentuhan kekinian. Padahal jika diberikan sedikit sentuhan kreatif yang disesuaikan dengan trend masa kini, maka produk budaya lokal pun akan meledak dan digemari para remaja masa kini seperti apa yang dilakukan Lia melalui Borneo Be nya.




Strategi Marketing Lia Untuk Memasarkan Produk

Pada awalnya, Lia merasa kesulitan juga dalam memasarkan produk perhiasannya karena saat awal mula menjalankan bisnis ini masih aktif kuliah. Namun Lia tak mau menyerah begitu saja, setelah ia lulus kuliah, ia kemudian mengambil kursus satu bulan yang kemudian mengubah mindsetnya dalam memasarkan produk nya. Untuk saat ini, ia mengaku bahwa fokus strategi marketingnya 90% melalui online dan sisanya secara offline. Cara ini ternyata sangat efektif dan bisa membuat Borneo Be tetap eksis sampai saat ini.

Selain menjalankan strategi marketing yang fokus pada online, Lia juga menjelaskan ia selalu mencari inovasi baru pada produknya. Caranya adalah dengan selalu mencari trend fashion baru melalui berbagai media, #internet, majalah, ataupun media sosial. Dari situ ia bisa memantau terus apapun fashion yang sedang trend saat ini dan kemudian menterjemahkan dan membuat produk baru. Karena fokus marketnya adalah anak muda, maka ia juga harus bisa menyesuaikan produknya untuk anak muda.

Baca juga: Retno Hastuti ~ Raup 30 Juta Tiap Bulan Dari Bisnis Kerajinan Limbah Pinus

Tips Memulai Bisnis Dari Lia Untuk Para Muda

Dengan melihat pengalaman yang banyak dengan usia yang masih muda, Lia pun kemudian sedikit berbagi tips untuk memulai bisnis bagi para muda. Menurutnya, bagi anak muda yang ingin memulai bisnis, pertama kali adalah keberanian. Mereka harus berani memulainya, apapun bisnis yang akan dikerjakan, harus segera direalisasikan. Jangan terlalu takut dengan sesuatu yang belum tentu akan terjadi. Dari pengalamannya, bisnis itu tak semenakutkan yang dibayangkan.

“Kebanyakan anak muda kalau mau bisnis kan pada takut ini itu, takut bangkrut lah, nggak lakulah, nanti salah strategi, dan lain-lain. Yang penting berani saja, kalau mau ambil keputusan dalam suatu bisnis, segera eksekusi, tidak perlu takut. Pada akhirnya bisnis itu tidak seseram yang dibayangkan anak-anak muda kok, enjoy aja,” begitu tegasnya.

Jadi intinya adalah segeralah mulai ide bisnis apa yang ada dalam benak Anda. Karena biasanya jika menunggu terlalu lama, ide itu akan menguap begitu saja, atau justru akan keduluan oleh orang lain.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Keren banget nih…akhirnya kerajinan manik dayak mampu berbicara di tingkat nasional dan dipasarkan secara online, jadi makin bangga juga jadi orang daya kalimantan.

    Yang begini harus di dukung, kreatifitas lokal bakal mampu bersaing di luar jika di kelola dengan sentuhan kekinian, luar biasa.

    Salam

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud