9 Komponen Pemasaran Online yang Wajib Diketahui Pebisnis

Komponen Pemasaran Online

Di artikel ini saya akan menjelaskan beberapa komponen pemasaran online.

Seperti kita ketahui, Perkembangan teknologi internet telah mengubah cara pemasaran para pebisnis. Sekarang ini internet sangat jamak digunakan untuk melakukan kegiatan pemasaran yang dikenal dengan pemasaran online atau internet marketing.

Nah, karena sekarang ini zamannya internet marketing maka para pebisnis wajib tahu apa saja komponen pemasaran online. Tapi sebelum membahas tentang komponennya, ada baiknya kita tahu dulu apa itu internet marketing.

Secara sederhana, pemasaran online adalah cara pemasaran dengan memanfaatkan jaringan internet atau online yang didukung perangkat khusus seperti smartphone dan komputer.

Lalu apa saja komponen pemasaran online tersebut? Yuk, simak pembahasannya secara lengkap di artikel ini.

Komponen Pemasaran Online

Seperti kita ketahui, internet marketing atau pemasaran online mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan di Indonesia. Ada beragam strategi pemasaran internet yang dilakukan oleh para pemasar online dalam memasarkan produk.

Berikut adalah beberapa komponen penting dalam pemasaran online yang wajib diketahui oleh para pebisnis:

1. Pemasaran Konten (Content Marketing)

Konten merupakan komponen utama dalam pemasaran online. Konten adalah informasi yang tersedia pada suatu media, baik itu website, toko online, atau blog, yang dapat dilihat oleh pengguna internet dan calon pelanggan potensial.

Adapun konten tersebut bisa dalam bentuk artikel, e-book, infografis, audio, atau video. Konten ini biasanya informasi bermanfaat bagi pembaca yang bertujuan untuk menjalin hubungan, menambah kepercayaan, dan meningkatkan jumlah pengunjung ke sebuah website.

2. Pemasaran via Mesin Pencari (Search Engine Marketing)

Secara umum, pengguna internet mencari informasi tentang suatu produk atau jasa dengan menggunakan mesin pencari. Di Indonesia, Google merupakan mesin pencari yang paling banyak digunakan sehingga para pebisnis memanfaatkan Google sebagai tempat untuk pemasaran.

Pemasaran via mesin pencari ini dilakukan dengan cara memasang iklan di Google. Dengan begitu, ketika pelanggan potensial melakukan pencarian maka ia bisa menemukan iklan suatu perusahaan yang berkaitan dengan kata kunci yang diketikkan.

Iklan yang berhasil tampil di mesin pencari akan menghasilkan trafik secara langsung ke website bisnis.

3. Optimasi Mesin Pencari (Search Engine Optimization)

Selain beriklan di Google, ada juga aktivitas pemasaran di mesin pencari yang disebut dengan SEO (Search Engine Optimization). SEO sangat berkaitan dengan konten marketing dimana sebuah website bisa mendapatkan trafik secara gratis dari mesin pencari Google.

Dengan mengoptimasi konten untuk kata kunci tertentu, maka konten tersebut dapat tampil di halaman utama Google dan menghasilkan trafik pada website. Meskipun istilah SEO sudah cukup populer di kalangan pebisnis online, namun tidak semua orang bisa menerapkannya dengan baik.

Berbeda dengan search engine marketing, SEO membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menghasilkan trafik bagi sebuah website.

4. Pemasaran via Media Sosial (Social Media Marketing)

Sekarang ini jamannya media sosial, sebuah media online yang paling aktif digunakan para pengguna internet. Media sosial digunakan untuk bersosialisasi, saling berbagi, dan berbagai kegiatan lainnya termasuk promosi.

Social media merupakan media yang sangat potensial untuk pemasaran online. Tidak heran banyak pebisnis yang melakukan pemasaran produk (barang dan jasa) melalui media sosial.

Beberapa media sosial yang paling umum digunakan untuk internet marketing di antaranya;

  • Instagram
  • Facebook
  • YouTube

5. Website

Website sangat erat hubungannya dengan pemasaran internet dan bisnis online. Biasanya pemasar internet menggunakan sebuah website untuk menampung pengunjung potensial sebelum akhirnya mengkonversi pengunjung website tersebut menjadi konsumen atau pelanggan.

Dengan website, sebuah bisnis dapat menampilkan informasi mengenai perusahaan dan produk yang ditawarkan kepada calon pelanggan. Informasi tersebut bisa berupa teks, gambar, infografis, atau video, yang bertujuan untuk mempengaruhi calon konsumen.

6. Pemasaran via Email (Email Marketing)

Pemasaran via email sudah dilakukan sejak awal-awal email digunakan untuk berkomunikasi. Pada masa sekarang, email marketing umumnya digunakan untuk menjalin hubungan baik dengan prospek bisnis, konsumen, pelanggan, atau klien.

Pada penerapannya, email marketing dilakukan dengan cara mengirimkan surat elektronik yang berisi konten informasi, penawaran, ucapan terimakasih, dan lainnya, kepada email orang lain.

Menurut banyak pebisnis online, pemasaran via email termasuk cara yang efektif untuk mendapatkan pembeli. Selain biayanya murah, dengan cara ini kita bisa mengirimkan email ke banyak orang dalam satu waktu.

7. Periklanan Online (Online Advertising)

Periklanan online adalah pemasaran dengan memasang iklan pada penyedia jasa iklan tertentu di internet. Iklan ummnya memiliki dua tujuan, yaitu branding dan sales, atau keduanya sekaligus.

Pada penerapannya, kita terlebih dahulu menentukan apa tujuan iklan tersebut, apakah untuk branding atau penjualan. Selanjutnya, kita memilih media periklanan yang paling sesuai.

Beberapa cara yang sering digunakan untuk beriklan online, yaitu; Pay Per Click Ads (Google Adwords), Social Media Ads (Facebook Ads, Instagram Ads, YouTube Ads), artikel konten dengan link (Blog)

8. Analisis Website (Website Analytics)

Analisis website merupakan komponen pemasaran online yang cukup penting. Dengan analisis website, kita bisa mengetahui sejauh mana dampak dari pemasaran yang sudah dilakukan terhadap perkembangan bisnis.

Web analytics ini bisa dilakukan dengan tools gratis pihak ketiga, misalnya Google Analytics. Dengan tools ini kita bisa mengetahui jumlah pengunjung website, perilaku pengunjung, lama kunjungan setiap orang, dan informasi lainnya.

Seorang pebisnis akan sangat terbantu dalam menilai tingkat keberhasilan pemasaran yang sudah dilakukan karena memiliki data yang akurat. Data web analytics tersebut juga dapat digunakan sebagai acuan untuk langkah pemasaran di masa depan.

9. Hubungan Masyarakat via Online (Online Public Relation)

Hubungan masyarakat atau Public Relation sudah umum dilakukan melalui internet. Beberapa istilah yang digunakan untuk aktivitas tersebut seperti; E-PR (Electronic Public Relations), Cyber PR, Online Pr, atau PR on the net.

Online PR umumnya dilakukan sebagai cara untuk berkomunikasi antara perusahaan dengan masyarakat umum. Langkah ini bertujuan untuk membangun brand, menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik, dan memperkenalkan produk tertentu kepada masyarakat.

Dalam penerapannya, setiap brand bisa saja melakukan cara yang berbeda namun tujuannya tetap sama. Sebuah brand bisa melakukan online PR dengan cara; memanfaatkan situs berita nasional, komunitas online yang berorientasi khusus, blog populer, dan media sosial.

Kesimpulan

Itulah penjelasan ringkas mengenai komponen pemasaran online. Mengetahui kesembilan komponen internet marketing tersebut merupakan awal sebelum melakukannya sendiri.

Perlu diingat juga bahwa setiap poin yang disebutkan di atas masih butuh penjelasan yang lebih detail. Mudah-mudahan ke depannya Maxmanroe.com bisa membuat rangkaian artikel yang membahasnya lebih lengkap.

Semoga bermanfaat.

M Majid

Mochamad Majid adalah content writer sekaligus editor di Maxmanroe.com. Menyukai dunia digital media dan fotografi.

Tinggalkan Balasan