Kian Superior, Industri Teknologi Menguasai Deretan Merek Termahal Di Dunia

industri teknologi

Image dari Telegraph.co.uk

Sudah sering kali disampaikan bahwa dunia bisnis adalah dunia yang sangat dinamis. Tidak perlu menunggu satu tahun atau satu bulan, bahkan dalam hitungan jam sekalipun bisa saja terjadi dinamika yang dapat mengubah wajah dunia perekonomian. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagi mereka yang menggeluti usaha dalam skala kecil memang tidak selalu bisa merasakan dampaknya secara langsung. Namun bagi para pemilik bisnis atau perusahaan besar, dinamika semacam ini akan sangat terasa bahkan bukan tidak mungkin membawa perusahaan tersebut semakin besar atau justru terjerumus ke dasar persaingan.

Bagi perusahaan ataupun merek tingkat dunia, berada di ketatnya persaingan sudah menjadi hal yang biasa. Hal ini akan sangat nampak dari deretan daftar merek bisnis termahal di dunia. Dirangkum oleh badan survey BrandZ dan agensi riset Millward Brown pada 2016, menunjukkan bahwa merek yang berasal dari industri teknologi kini berhasil menguasai 4 dari 5 merek termahal di dunia. Apa sajakah merek termahal di dunia tersebut, dan bagaimana industri teknologi bisa merajai daftar merek termahal? Berikut ulasannya.

Perubahan Pola Pikir Konsumen

Disampaikan bahwa saat ini dalam 10 tahun belakangan terjadi peningkatan yang cukup tajam dari nilai 100 brand bisnis termahal di dunia. Peningkatan tersebut mencapai 113% dan terbilang cukup besar, bahkan sangat besar untuk beberapa merek teratas. Perhitungan tersebut telah merangkum beberapa aspek seperti pendapatan serta profitabilitas yang didapat dari survey terhadap konsumen dalam menilai sebuah merek.

Yang menarik adalah di sini ditemui bahwa, konsumen beberapa tahun yang lalu sudah sangat berbeda dengan konsumen saat ini. Perbedaannya adalah terletak pada bagaimana para konsumen memandang loyalitas terhadap sebuah merek. Jika dulu para konsumen mau untuk tetap loyal dan menggunakan merek tertentu saja selama beberapa tahun, namun tidak untuk konsumen masa kini.

Artikel lain: Inilah 10 Perusahaan Teknologi Informasi (TI) Terbesar yang Ada di Dunia




Konsumen yang sudah didominasi oleh para kaum muda milenial, cenderung lebih cepat bosan dan ingin mencoba merek-merek baru untuk keperluan yang mereka gunakan. Hal tersebut tidak terlepas juga dari kemudahan mendapatkan informasi terkait dengan sebuah produk baru. Seakan sudah kehilangan arti loyalitas, konsumen modern cenderung lebih kritis dan mempunyai banyak ekspektasi.

Industri Teknologi Semakin Mendominasi

Masih sehubungan dengan riset yang dilakukan oleh BranZ, mengungkap bahwa sebelumnya merek-merek termahal di dunia tidaklah didominasi dalam satu industri saja melainkan lebih beragam. Yakni seperti Microsoft (teknologi), GE (industri konglomerasi), Coca-Cola (minuman soda), China Mobile (telekomunikasi) dan Marlboro (rokok).

Namun memasuki tahun 2016, nampaknya peta persaingan berhasil dimenangkan oleh industri teknologi dengan memanfaatkan keuntungan perkembangan komunikasi digital. Adanya komunikasi digital yang intens pada kenyataanya mampu menarik minat semakin banyak konsumen modern. Hal ini terbukti, 4 dari 5 merek termahal di dunia semuanya berasal dari perusahaan teknologi.

Empat perusahaan tersebut adalah yang pertama #Google dengan nilai valuasi US$ 229 miliar (Rp 3.013,1 triliun), Apple dengan valuasi US$ 228 miliar (Rp 3.000 triliun), Microsoft dengan valuasi US$ 122 miliar (Rp 1.605 triliun) dan Facebook dengan valuasi senilai US$ 103 miliar (Rp 1.355 triliun). Hanya ada satu merek lain yakni di bidang telekomunikasi, AT&T dengan nilai valuasi US$ 107 miliar atau sekitar Rp 1.407 triliun.

Jika dulu, 10 besar merek termahal di dunia masih dikuasai oleh perusahaan di area customers goods (keperluan sehari-hari), namun kini mulai bergeser karena industri lain belum bisa memanfaatkan perkembangan komunikasi digital sebaik perusahaan #teknologi macam Google, Apple ataupun Microsoft.




Baca juga: Menilik Eksistensi 5 Perusahaan Teknologi Paling Bersinar di Tahun 2015

Perusahaan Harus Terus Berkembang

Disampaikan oleh Head of BranZ Valuation Millward Brown Elspeth Cheung, melihat kenyataan di atas yang perlu dilakukan oleh setiap perusahaan besar di dunia adalah dengan mempercepat adaptasi pemanfaatan komunikasi digital. Karena sebenarnya, perusahaan di sektor industri lainpun mempunyai kesempatan yang sama asal bisa memanfaatkan komunikasi digital seperti contohnya marketing media sosial, atau strategi marketing digital yang lain.

“Oleh karenanya, perusahaan harus mengubah strategi pemasarannya dengan menggunakan metode digital yang kini telah terbukti menaikkan nilai merek-merek teknologi,” jelas Millward.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Wah… kalau sudah bicara tentang teknologi, tidak ada habisnya ya Mas…
    Izin nyimak dulu…
    Salam,

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud