Kerjasama Tesla Dan Solarcity Targetkan Pulau Bertenaga Surya Setahun Mendatang

tesla

Image dari CNN.com

Sebagai salah satu perusahaan teknologi yang diklaim mempunyai perkembangan dan juga masa depan cerah, Tesla selalu hadir dengan berbagai ide baru yang tentunya diharapkan mampu menjadi solusi teknologi bagi masyarakat. Salah satunya, dalam proyek yang bekerjasama dengan perusahaan Solarcity, menargetkan terciptanya sebuah pulau yang nantinya akan sepenuhnya menggunakan tenaga surya sebagai sumber energinya.

Meskipun kerjasama yang dibina oleh kedua perusahaan tersebut bisa dibilang masih seumur jagung, namun target yang dipatok nampaknya cukup luar biasa. Dengan gabungan sumber daya yang dimiliki oleh keduanya, bukan tidak mungkin semua proyek futuristik tersebut bisa benar-benar menjadi kenyataan.

Mengambil Tempat Pulau Terpencil

Dalam rencananya, perusahaan yang dikepalai oleh Elon Musk tersebut memang sudah memasang target dalam waktu 1 tahun ke depan akan membuat proyek percontohan terkait dengan penggunaan energi terbaharukan. Sehubungankan itu, Tesla memulai kerjasama dengan sebuah perusahaan yang mempunyai fokus di bidang penggunaan energi terbarukan, yakni Solarcity.

Rencana terbaru tersebut, menyeruak ke publik pertama kali dari blog resmi situs Solarcity yang menyatakan dengan detil proyek pembangunan pulau bertenaga energi terbarukan. Dalam proyek tersebut, secara umum merupakan gabungan dari 2 paten teknologi yakni Solarcity Power Generation dan Tesla Powerpack Storage.

Artikel lain: Sepanjang Tahun 2015, Inilah Beberapa Kejadian Mengejutkan di Ranah Teknologi Dunia

Sedangkan yang menjadi objek dari proyek besar tersebut adalah sebuah pulau kecil bernama Ta’u Island yang berada di kawasan Amerika Samoa. Sama seperti pulau kecil pada umumnya, lokasi yang terletak di kawasan samudra dan diguyur sinar matahari sepanjang tahun, merupakan tempat yang ideal untuk sebuah proyek berbasis energi tenaga sinar matahari.

Memecahkan Masalah Energi Masyarakat

Hingga saat ini para penduduk di pulau Ta’u, mengantungkan kebutuhan akan energi dalam hal ini listrik melalui perangkat diesel. Mengingat jaraknya yang cukup jauh dari pusat perkembangan teknologi,  penggunaan diesel tentunya mempunyai banyak kekurangan. Yang pertama dari sisi penggunaan bahan bakar fosil, tentunya mempunyai kemungkinan akan habis di suatu masa mendatang.

Selain itu, karena harus mendatangkan bahan bakar fosil dari lokasi yang jauh, pada kenyataannya juga menyedot biaya yang tidak kecil. Inilah yang menyebabkan, pulau Ta’u tak jarang harus mengalami kondisi kekurangan energi sehingga berdampak pada pemadaman berkala.

Dari sinilah, Tesla bersama Solarcity berupaya untuk memberikan alternatif penyediaan energi yang lebih baik. Meskipun dari sisi pembangunan awal dibutuhkan biaya yang cukup besar, namun harga tersebut dinilai lebih efektif dengan penghitungan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Secara teknis, nantinya Project pulan Ta’u ini, akan menggunakan beberapa panel surya yang dimiliki oleh Solarcity sebagai penangkap energi matahari. Setidaknya telah disiapkan 5300 panel surya yang mampu menghasilkan kurang lebih 1,4 megawatt listrik. Sedangkan untuk penyimpanan energi yang dihasilkan, akan digunakan baterai penyimpan yang dikembangkan oleh Tesla. Dengan jumlah sekitar 60 Tesla powerpacks, nantinya diperkirakan sudah mampu menampung sekitar 6 megawatt.




Jumlah energi tersebut, setara dengan sebuah pembangkit listrik berskala mikro yang dapat mencukupi kebutuhan energi selama 3 hari penuh yang digunakan oleh penduduk pulau dengan jumlah sekitar 600 orang. Yang menarik, proses pengisian ulang energi hanya dibutuhkan waktu sekitar 7 jam di bawah paparan matahari tarik.

Konsep tersebut, merupakan konsep awal yang direncanakan untuk diterapkan di Pulau Ta’u. Namun jika dibutuhkan peningkatan daya, ada kemungkinan Tesla dan Solarcity untuk menambah skala pembangkit listrik yang ada.

Baca juga: Unik! Inilah 4 “Mainan” Wow Milik Para Milioner Dunia

Mengenai pelaksanaan proyek tersebut, pihak pengembang menyatakan bahwa pembangunan akan mulai dilaksanakan tahun depan. Dibiayai langsung oleh beberapa departemen seperti EPA, Department of the Interior dan American Samoa Economic Development Authority, proyek ini diharapkan mampu rampung dalam waktu 1 tahun.

Pihak Tesla menyatakan bahwa, lewat adanya proyek pulau Ta’u,  diharapkan mampu menjadi penarik bagi konsumen potensial lain yang ada di seluruh dunia. Founder Tesla, Elon Musk yakini bahwa, penggunaan baterai penyimpanan energi untuk kebutuhan skala bisnis akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.




1 comment on this postSubmit yours
  1. Sangat indah sekali di lihat dari atas,Amazing…!!!

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud