Kalau Begini Kondisi Anda, Pikirkan Lagi Niat Resign Anda

Kalau Begini Kondisi Anda, Pikirkan Lagi Niat Resign Anda

resign dari pekerjaan
Image dari Jobsdb.com

Menjadi seorang karyawan atau pegawai kadang kala memang sangat membosankan. Dengan tuntutan kerja yang sangat tinggi dan intensitas pekerjaan seperti tidak ada hentinya, maklum jika seorang karyawan mudah sekali bosan dan stres dengan pekerjaannya. Ditambah lagi ketika melihat orang lain sukses menjadi seorang pengusaha. Tentu keinginan resign semakin membuncah dan ingin segera menjadi seorang pengusaha yang sukses.

Namun yang sering terjadi adalah, keinginan yang besar untuk resign tanpa memiliki konsep dan roadmap yang jelas ke depannya. Selain itu, keinginan resign dari pekerjaan juga sering kali tanpa memikirkan kondisi diri sendiri saat ini. Jangan sampai terjadi ketika Anda sudah memutuskan resign kemudian menyesalinya karena tidak membuat keadaan menjadi semakin baik.

Jadi sebaiknya jangan dulu Anda memutuskan resign jika kondisi diri Anda tidak ideal. Perhatikan beberapa kondisi diri yang sangat tidak dianjurkan untuk resign di bawah ini.

1. Anda Tidak Memiliki Pekerjaan Lain yang Lebih Menjamin Hidup Anda

Tidak usah terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan saat ini. Terlebih jika Anda sama sekali tidak memiliki pekerjaan lain setelah Anda memutuskan untuk resign, itu sangat buruk. Kenekatan Anda untuk resign dengan tanpa perhitungan yang matang hanya akan membawa Anda ke dalam kondisi menganggur yang jelas saja sangat buruk untuk hidup Anda.

Perlu Anda pikirkan dengan matang apa yang akan Anda lakukan setelah resign, apakah akan bekerja di tempat lain atau menjadi seorang pengusaha. Kerja di tempat lain pun kalau tidak ada jaminan lebih baik dari tempat kerja Anda sekarang ya percuma saja resign dari pekerjaan semula.

Artikel lain: Apa Alasan Seseorang Resign Dari Pekerjaannya di Kantor?

2. Anda Resign Karena Sedang Dalam Kondisi Emosi Tinggi

Ini juga sangat buruk, orang dalam keadaan emosi tentu psikologi nya sedang terganggu, dan dalam kondisi seperti ini orang tidak dianjurkan untuk mengambil keputusan. Jenuh, banyak masalah di lingkungan kerja, itu adalah sesuatu yang wajar dalam pekerjaan. Sedikit ada konflik dengan rekan kerja atau atasan yang membuat Anda emosi adalah suatu hal yang sangat manusiawi.

Okelah jika Anda ingin resign dari perusahaan, namun sebaiknya jangan Anda putuskan ketika Anda sedang emosi. Redakan dulu emosi Anda agar Anda bisa mengambil keputusan dalam kondisi yang tenang. Kondisi emosi yang tinggi pasti akan membuat Anda tidak bisa berpikir secara jernih.

3. Kemungkinan Kenaikan Jenjang Karir Anda Masih Besar

Kemungkinan ini juga harus Anda perhatikan, karena sayang juga kalau Anda baru mulai bekerja dan ke depan peluang untuk karir lebih tinggi masih terbuka lebar kemudian Anda memutuskan resign. Memang untuk membangun kari yang lebih tinggi bukanlah perkara yang gampang, itu akan menguras waktu dan tenaga Anda.

Namun perlu Anda ketahui juga bahwa dimanapun Anda bekerja, atau bahkan bisnis yang Anda kerjakan sendiri, semuanya pasti membutuhkan kerja keras yang pasti akan menguras tenaga dan energi juga. Jangan lekas menyerah begitu saja dengan kesulitan dalam meniti karir, karena masih panjang perjalanan karir Anda. Jadi, ketika posisi Anda saat ini masih baru mulai bekerja dan mulai membangun karir Anda sendiri, maka sebaiknya berpikirlah seribu kali kalau Anda memutuskan untuk resign.

Baca juga: Kalian Mau Resign? Tinggalkan Kesan Baik Dengan Cara Ini

4. Anda Sedang Dalam Keadaan Membutuhkan Biaya yang Besar

Kondisi kita memang selalu berubah-ubah, kadang kita mempunyai keuangan yang longgar dan tak jarang pula kita berada dalam kondisi sulit keuangan. Kondisi keuangan yang tengah sulit mungkin saja karena sedang membutuhkan biaya besar misalnya biaya untuk sekolah anak untuk yang sudah berkeluarga. Atau juga bisa saja ada keluarga yang sakit dan membutuhkan biaya besar.

Nah, dalam kondisi seperti ini sangat tidak tepat jika Anda memaksakan untuk mengambil keputusan resign dari pekerjaan. Terlalu besar resiko yang Anda pertaruhkan, apalagi jika Anda adalah tulang punggung keluarga, maka sebaiknya tangguhkan dulu keinginan Anda untuk resign sampai kondisi lebih normal dan stabil.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan