Joyseed Gametribe ~ Developer Game Lokal Dengan Kualitas International

Image dari Joyseedgametribe.com

Sebagai informasi, salah satu industri yang mempunyai masa depan paling cerah saat ini adalah industri game. Terutama yang mengadaptasi perangkat mobile, nilai dari industri ini terus naik dari tahun ke tahun. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2014 lalu nilai industri game sudah menyentuh angka 180 juta dolar, dan terus meningkat hingga 600 juta dollar di tahun 2016.

Dan khusus untuk game mobile, Diprediksi bahwa nilai market sizenya di Indonesia sudah mencapai 20 juta dollar yang terus akan naik dikarenakan semakin tingginya penetrasi perangkat genggam seperti smartphone dan tablet.

Berjaya Di Negeri Sendiri

Melihat besarnya potensi dari pengembangan industri game mobile, tentunya sangat diharapkan jika para pemain lokal yakni #developer game di Indonesia bisa menguasai market tersebut di negeri sendiri. Target yang ingin dicapai yakni sekitar 50% dari total market share sudah berada di tangan para developer lokal pada tahun 2020.




Dan salah satu pihak yang diharapkan mampu menyukseskan tujuan tersebut adalah sebuah developer lokal bernama Joyseed Gametribe. Developer yang dikepalai oleh Bernardus Boy Dozan selaku founder serta CEO tersebut, telah berhasil mengembangkan beberapa judul game yang mampu menempati posisi atas di Google Play Store.

Artikel lain: Chocoarts ~ Perjalanan Developer Game Lokal Hingga Diterima di Pasar Global

Disampaikan oleh Bernardus, lewat game mobile DayDream: The Beginning, Joyseed Gametribe berupaya menyajikan game yang memiliki kualitas international. Ia menyatakan bahwa kelebihan dari game ini adalah terletak pada gaya grafis serta artnya yang memukau.

Game DayDream: The Beginning sendiri pertama kali diperkenalkan pada event In Game Festival April 2016 yang diadakan di Jogjakarta. Dalam kesempatan tersebut, DayDream mampu menyedot perhatian para gamers mobile bahkan menjadi salah satu yang banyak difavoritkan.

Secara umum dalam game ini mengadaptasikan petualangan serta strategi dalam bentuk endless adventure. Nantinya, pemain akan diperkenalkan dengan seorang tokoh utama yang diberi nama Mondo. Dia adalah gembala domba yang memiliki cita-cita menjadi seorang ksatria. Dari situlah, perjalanan panjang Mondo dimulai.

Sebagai game platform, DayDream mampu menyajikan tampilan yang sangat memukau sehingga pemain tidak merasa bosan meski harus mengulangi permainan berkali-kali. Selain itu, salah satu hal yang ingin dibawa oleh Bernardus  dalam game besutannya tersebut adalah mengajarkan beberapa hal positive bagi para gamer.

Tokoh Mondo yang di ceritakan sering mendapat ejekan karena impianya yang sangat besar, pada kenyataannya terus berjuang hingga akhirnya mampu menjadi seorang kesatria hebat. Ditambah lagi dengan, berbagai fitur serta pernak-pernik menarik, game ini tentunya sangat layak untuk dicoba.

“Kami ingin memberi pesan bahwa meski kamu itu seperti pengembala domba yang hina-dina tapi mempunyai cita-cita mulia dan terus mencoba pasti akan bisa meraih harapan itu,” tambah Bernardus.

Tantangan Mengembangkan Bisnis

Kisah tersendiri hadir ketika sang founder mulai mencoba peruntungan di industri game. Dengan mimpi untuk dapat hidup dari industri game, Bernardus memulai bisnisnya tersebut benar benar dari nol.

Lulusan pendidikan di bidang Desain dan Aplikasi Art di Universitas Kristen Petra tersebut bahkan harus pergi ke ibukota untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik dalam mengembangkan bisnis game. Pertama kali, ia menjadi junior artis di beberapa studio game di Jakarta. Dari situ perlahan, ia mulai mendapatkan pengalaman serta modal untuk membangun developer game sendiri.

“Sebetulnya kalau dihitung secara materi saya nggak tahu ya. Pastinya modal awalnya believe something. Jadi buat hidup selama dua tahun nilainya lumayan sama untuk bayar outsource, kira-kira puluhan juta,” ucap Boy sambil tersenyum.

Baca juga: Nightspade ~ Developer Game dengan Segudang Prestasi Asal Tanah Pasundan

Mengenai masalah yang dihadapi, ia mengaku sangat sulit untuk menemukan partner yang tepat dalam pengembangan industri game. Namun, dengan terus berusaha mencari ia yakin nantinya bisa membangun bisnis game dalam skala yang lebih besar.

“Tapi saya nggak menyerah sampai akhirnya lahirlah Game Daydream ini. Ini merupakan produk dari Joyseed sebagai perusahaan, dan saya juga bertemu Joseph patner yang sampai sekarang bersama membangun ini,” tegasnya.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud