Joseph Schooling ~ Kisah Seorang Pemenang Dan Sang Inspirator

Joseph Schooling ~ Kisah Seorang Pemenang Dan Sang Inspirator

Joseph Schooling
Image dari Facepunch.com

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang salah satu sosok berpengaruh dalam dunia olahraga renang yakni Michael Phelps. Atlet asal Amerika serikat ini merupakan salah satu olahragawan terbaik dalam cabang olahraga renang dengan raihan rekor fantastis pada ajang Olimpiade.

Namun kita tidak akan membahas lebih dalam lagi terkait dengan Michael, karena kita akan membahas sosok lain yang juga sangat inspiratif. Uniknya, pemuda yang satu ini juga berhasil mencapai kesuksesan besar dalam karir olahraga berkat inspirasi yang didapatkan dari sang senior, Michael Phelps.

Pemuda ini bernama Joseph Schooling, seorang atlet renang asal Singapura yang belum lama ini bahkan menorehkan prestasi yang luar biasa bagi dirinya sendiri, yakni mampu mengalahkan sang idola, Michele Phelps pada kelas 100 m gaya kupu-kupu dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Awal Pertemuan Joseph Dan Michael Phelp

Banyak orang bijak yang mengatakan bahwa, kepribadian seseorang bisa dilihat dari seperti apakah sosok yang mereka idolakan. Hal tersebut memang benar adanya, karena banyak di dunia ini sosok sukses yang awalnya mengidolakan sosok lain yang telah sukses sebelumnya.

Demikian juga dengan Joseph Schooling, pada tahun 2008, pemuda yang telah menekuni dunia olahraga renang sejak usia sangat belia ini bertemu dengan Michael Phelps. Pada waktu itu Joseph masih berusia 13 tahun, dan langsung terpukau dengan berbagai pencapaian yang telah diraih oleh Michael.

Artikel lain: Michael Phelps ~ Kisah Sang Raja Renang Olimpiade Bangkit Dari Keterpurukan

Ketika Michael mengunjungi Singapura sebelum mengikuti Olimpiade Beijing, Joseph berkesempatan untuk bertatap muka langsung dan sedikit berbincang dengan sang idola. Dan setelah kesempatan itu, seakan menjadi awal lembaran karir baru bagi Joseph dengan sederet tujuan yang ingin diraih.

Pemuda ini menulis beberapa tujuan paska pertemuan, seperti contohnya, menjadi juara dalam kompetisi nasional Singapura, menjadi juara di pertandingan tingkat Asia, serta mampu mewakili negaranya untuk maju ke kompetisi olahraga paling akbar di dunia yakni Olimpiade.

Perjalanan Mewujudkan Impian

Dengan komitmen yang luar biasa besar untuk terus berlatih meningkatkan kemampuan, Joseph Schooling akhirnya mampu mewujudkan satu demi satu tujuan secara perlahan. Terbukti di usia 16 tahun, 3 tahun berselang setelah pertemuan dengan Michael Phelps, Joseph mampu mengalahkan catatan waktu renang untuk kelas 100m gaya kupu-kupu yang pernah ditorehkan Michael.

Ketika mampu melampaui rekor idolanya tersebut, ia merasa sangat gembira dan semakin tertantang untuk menyelesaikan semua tujuan yang telah dia tulis. Tahap kedua, kesempatan terbuka lebar bagi Joseph ketika masuk dalam tim renang yang berlaga pada Olimpiade London.

Namun dalam setiap usaha besar tentu selalu ada halangan di dalamnya. Ketika mengikuti ajang tersebut, Joseph mengalami masalah teknis yakni tidak mempunyai kacamata renang yang berstandar Olimpiade. Celakanya, hal tersebut baru diketahui beberapa jam sebelum pertandingan dimulai. Akhirnya, karena tidak mampu mendapatkan kacamata yang sesuai pada waktu yang tepat, akhirnya Joseph tidak bisa mengikuti tahap kualifikasi dengan maksimal.

Uniknya, pada waktu itu sosok Michael-lah yang kembali menjadi malaikat penyelamat. Bagaimana tidak, pada waktu itu ia berjalan di belakang Michael seusai pertandingan kualifikasi. Ketika sadar Joseph berjalan di belakangnya dengan wajah tertunduk lesu, ia bertanya apa yang terjadi.

Setelah menceritakan apa yang terjadi pada dirinya, kemudian Michael menenangkan Joseph dengan berkata bahwa ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi karirnya. Oleh karena itu, Joseph harus kembali bangkit dan tidak menjadikan kejadian ini sebagai penghambat semangat.

Baca juga: Yolande Mabika ~ Bertekat Menjadi Atlet Sukses, Demi Temukan Keluarganya yang Hilang

Mampu Mencapai Tujuan

Olimpiade London berlalu tanpa penyesalan bagi Joseph. Ia sangat yakin bahwa, kesempatan untuk terus maju masih terbuka luas bagi dirinya. Terlebih dengan dukungan yang diberikan oleh Michael Phelps, seakan menjadi booster semangat bagi Joseph untuk tidak menyerah.

Hingga pada tahun 2016 ini, Joseph kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi perwakilan Singapore mengikuti Olimpiade di Rio De Jenerio Brazil.  Dan sangat luar biasa, kali ini Joseph yang hadir dengan kepercayaan tinggi tanpa diprediksi mampu mengalahkan Michael Phelps pada kelas tunggal putra 100 m gaya kupu-kupu. Ia mengalahkan sosok panutannya tersebut bahkan dengan catatan waktu yang sangat mengesankan.

Joseph Schooling berhasil menjadi perenang asal Singapura pertama yang mendapatkan medali emas Olimpiade. Namun lebih dari itu, pencapaian terbesar dalam karirnya akhirnya terbayar lunas langsung di depan sang inspirator!

2 KOMENTAR

  1. Memang dengan memiliki panutan yang benar-benar sebagai motivasi hidup, Insha Allah akan bisa mengejar. Secara tidak sadar alam bawah sadar selalu memotifasi diri untuk bisa lebih dari yang kita telah kerjakan.
    Semangat adalah kekuatan utama dalam mencapai sebuah tujuan :)
    Percuma saja kalau punya kepandaian atau kemampuan tanpa di imbangi dengan semangat.

  2. Sebuah pencapaian prestasi yang sangat luar biasa,bisa mengalahkan rekor Idolanya,fatastis…!

Tinggalkan Balasan