Jalankan Bisnis Berkonsep On Demand? Perhatikan Dulu Beberapa Hal Ini

Jalankan Bisnis Berkonsep On Demand? Perhatikan Dulu Beberapa Hal Ini

bisnis berkonsep on demand
Image dari Gentleninja.com

Saat ini siapa sih yang tidak kenal layanan pesan ojek via #aplikasi online seperti Gojek atau Grabbike, terutama yang ada di ibukota Jakarta bahkan mungkin sudah pernah menggunakan jasa tersebut. Dengan proses yang praktis plus fleksibel dalam hal waktu pemesanan, inilah alasan lain banyak orang yang semakin kepincut pesan ojek secara online.

Dalam hal efisiensi waktu pelayanan, jasa pesan berbasis aplikasi online memang sangat unggul. Hal ini tidak terlepas dari konsep sistem on demand yang diterapkan. Apa itu sisten On Demand? Secara sederhana sistem on demand adalah sistem pelayanan yang didasarkan dari pemintaan konsumen. Ketika ada konsumen yang memerlukan atau memesan, maka penyedia layanan akan langsung merespon. Konsep seperti ini juga sama seperti ketika kita pesan makanan cepat saji melalui delivery order.

Namun nyatanya menjalankan bisnis dengan sistem on demand tidaklah mudah. Ada cukup banyak aspek yang harus diperhatikan dan terus dijaga agar pelayanan yang kita berikan tidak terganggu. Lalu apa sajakah aspek yang wajib kita perhatikan tersebut? Ulasan dari Early Stage Investor di Index Ventures, Martin Mignot berikut ini akan menjawabnya.

1. Faktor Waktu yang Utama Dalam Bisnis Berkonsep On Demand

Dalam bisnis berkonsep on demand, kecepatan waktu adalah hal yang sangat krusial. Bergerak berdasarkan permintaan konsumen tentu akan berbeda dengan sistem bisnis konvensional biasa. Jika umumnya kita bisa membuat persiapan lengkap terlebih dahulu, dalam sistem on demand waktu untuk mempersiapkan semuanya tentu jauh lebih sempit.

Optimalisasi waktu adalah langkah penting jika bisnis kita menganut sistem on demand. Usahakan untuk menghitung secara detil dan tepat berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tahap demi tahap layanan. Mulai dari persiapan produk (jika ada) hingga waktu tempuh ke konsumen harus diperhitungkan. Jangan lupa masukkan tenggat waktu tambahan untuk kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Artikel lain: Tips Mengembangkan Startup Dari CTO Amazon Werner Vogels

2. Tingkat Kepentingan akan Produk

Ketika kita menjalankan bisnis berkonsep on demand , kita harus bisa memastikan bahwa layanan atau produk tersebut banyak diperlukan konsumen untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sebagai contoh layanan pesan ojek online, tentu moda transportasi roda dua tersebut tak pernah sepi peminat terutama di kota besar dengan jalanan yang padat.

Masalah yang mungkin timbul jika layanan atau produk kita tidak terlalu dibutuhkan adalah perlahan konsumen akan mudah melupakan bisnis Anda karena jarang mengaksesnya. Oleh karena itu salah satu tipsnya adalah jika kita mempunyai aplikasi mobile khusus yang terkoneksi pada layanan kita, kita harus rutin memberikan update baik fitur atau program khusus yang bisa selalu menarik minat konsumen.

3. Kemudahan Akses Layanan

Masih membicarakan sistem on demand yang dikombinasikan dengan aplikasi mobile, berikutnya yang harus difahami adalah konsumen selalu menginginkan proses pelayanan yang mudah dan simpel. Menawarkan banyak fitur dan paket layanan memang boleh saja. Namun jangan sampai hal tersebut mengganggu para konsumen yang justru akan membuat mereka kesal dan meninggalkan layanan Anda.

Dalam aplikasi mobile bisnis kita, jika bisa terapkan simple step hanya beberapa tap maka layanan akan segera datang. Kemudahan seperti ini secara drastis akan mengubah cara pandang konsumen pada bisnis Anda. Selain merasa nyaman dan praktis, kesan profesional juga akan timbul dengan sendirinya. Sebagai hasil akhir, kita bisa mendapatkan loyalitas dari konsumen tersebut.

Baca juga: Cara Membuat Struktur Tim Ideal Untuk Menguatkan Startup

4. Menyelaraskan Kualitas Layanan dan Keberlangsungan Bisnis

Dalam beberapa kasus terdapat #startup bisnis berkonsep on demand yang sebenarnya mempunyai kualitas layanan yang sangat baik. Namun mereka akhirnya harus gulung tikar lantaran tidak bisa mempertahankan kas bisnis dan tak kunjung mendatangkan keuntungan.

Inilah masalah serius dan berat yang harus dihadapi startup sejenis. Pemecahannya adalah dengan terus meningkatkan loyalitas pelanggan plus dipadu dengan menjaring lebih banyak investor. Untuk meyakinkan investor tentu tidak mudah. Namun ketika kita sudah mempunyai bukti loyalitas konsumen, maka kita bisa menjalankan hal tersebut dengan lebih mudah.

Tahap selanjutnya setelah bisnis berjalan stabil, baru kita bisa perlahan melepas tariff promo atau beragam diskon yang kita sudah terapkan sebelumnya. Dengan adanya loyalitas konsumen di tangan, kita tidak perlu kawatir akan kehilangan pelanggan.

2 KOMENTAR

  1. saat ini saya sedang membuat konsep bisnis on demand.. doakan ya mudah2an bisa sukses

  2. terimakasih mas infonya, sangat bermanfaat… kalau bisa post tips bisnis buat mahasiswa mas

    oh iya kalau butuh herbal buat kesehatan kebugaran dan kecantiknan ada ko…….

Tinggalkan Balasan