Inilah Bukti Mengapa Anda Memerlukan Co-founder Untuk Membangun Bisnis yang Besar

Inilah Bukti Mengapa Anda Memerlukan Co-founder Untuk Membangun Bisnis yang Besar

peran co founder
Image dari Sheroes.in

Jika kita mengulas tentang pendirian sebuah perusahaan, mungkin kita akan sering mendengar istilah Co-founder. Co-founder merupakan seseorang yang bekerja bersama dengan founder utama dalam membangun bisnis mulai dari awal hingga perusahaan itu mencapai kesuksesan. Dengan memiliki seorang Co-founder yang tepat, bukan tidak mungkin sebuah bisnis mampu melesat lebih cepat ketimbang dijalankan oleh pimpinan tunggal.

Dari kisah sukses beberapa perusahaan besar di dunia, kita juga bisa memiliki beberapa pelajaran bisnis dari pentingnya memiliki Co-founder yang tidak hanya memiliki skill namun kemauan untuk berkembang secara beriringan. Dan berikut ini beberapa contoh tim founder dan Co-founder, yang mampu meramu kerjasama apik hingga memperoleh kesuksesan gemilang.

1. Steve Jobs dan Steve Wozniak

Image dari Pinterest.com
Image dari Pinterest.com

Pasangan founder dan Co-founder pertama yang bisa kita jadikan inspirasi adalah pendiri dari perusahaan teknologi #Apple, Steve Jobs dan Steve Wozniak. Siapa yang tidak kenal dengan nama Steve Jobs, pria yang disebut sebagai salah satu penemu paling penting dalam sejarah industri teknologi ini, telah mampu mendapatkan keberhasilan yang luar biasa berkat bisnis perusahaan Apple-nya.

Namun, kesuksesan tersebut tentu tidak mungkin terwujud tanpa adanya bantuan dan kerjasama dengan sang Co-founder Steve Wozniak. Pada awalnya duo Steve ini pertama kali bertemu di sebuah acara yang diadakan oleh perusahaan Hewlett Packard co. Di acara tersebut, Steve Wozniak memang telah bekerja di perusahaan yang memproduksi beberapa perangkat teknologi ini.

Artikel lain: 10 Orang Paling Berpengaruh di Apple Sepeninggal Steve Jobs

Setelah mengadakan perbincangan, mereka berdua merasa se-visi dan ingin membangun perusahaan bersama. Dengan modal awal dari dana patungan, Apple pun mulai tumbuh hingga saat ini dikenal sebagai perusahaan teknologi top dunia.

Kontribusi seseorang Steve Wozniak bahkan cukup besar meskipun namanya tidak setenar Steve Jobs. Ia merupakan otak di balik lahirnya perangkat komputer personal pertama yang diproduksi oleh Apple. Selain itu, loyalitas co-founder yang satu ini juga bisa diacungi jempol. Berkat kerjasama keduanyalah, kini Apple menempati posisi yang sangat mapan.

2. Bill Gates dan Steve Ballmer

Image dari Cringely.com
Image dari Cringely.com

Perusahaan #Microsoft mungkin sudah terlalu akrab disandingkan dengan nama Bill Gates. Memang tidak berlebihan jika dikatakan seperti itu, karena Bill Gates merupakan founder dan masih menjadi pimpinan Microsoft hingga saat ini. Namun ternyata ketika pertama kali membangun bisnis, Bill Gates juga mendapatkan bantuan yang besar dari Co-foundernya Steve Ballmer.

Mereka pertama kali bertemu di Universitas Harvard pada tahun 1970. Namun, baru pada tahun 1980, Ballmer resmi masuk di perusahaan Microsoft menjabat posisi sebagai manager. Kala itu Ia mendapatkan gaji sekitar US$500.00. Tugasnya yang mengepalai beberapa departemen krusial seperti sistem operasi Microsoft Windows dan software Microsoft Office, tak layak menjadi batu loncatan yang sangat kokoh untuk karirnya.

Dengan bantuan Ballmer, bill Gates juga mampu melakukan perluasan pasar dan menguasai persaingan dengan lebih cepat. Posisi Ballmer pun tempat berada di atas angin, ketika menjadi CEO menggantikan Bill Gates pada tahun 2000. Dari situ, peran Co-founder yang dijalankan oleh Steve Ballmer nyatanya sangat mempengaruhi perjalanan bisnis Microsoft.

3. Sergey Brin dan Larry Page

Image dari Lazone.id
Image dari Lazone.id

Masih berkutat di industri teknologi, kali ini kita beralih pada perusahaan raksasa mesin pencari #Google. Akrab dikenal dengan julukan Google Gang, mereka adalah pasangan founder dan co Founder Google, Sergey Brin dan Larry Page.

Pada tahun 1996, pasangan pebisnis tersebut mulai membangun Google dari nol. Berawal dari sebuah proyek penelitian untuk program PhD mereka di Universitas Stanford, nyatanya proyek tersebut mampu berkembang bahkan menjadi perusahaan dengan valuasi miliaran dolar seperti saat ini.

Baca juga: Sergey Brin – Pendiri Google Inc

Kerjasama antara sang founder dan co Founder sangat nampak dari kombinasi ide dan inovasi yang ditelurkan oleh keduanya. Sebagai bukti, ketika layanan mesin pencari yang mereka buat mulai mendatangkan keuntungan, mereka berdua saling mengisi dengan membuat layanan baru seperti salah satunya yang paling sukses yakni proses akuisisi situs berbagi video #YouTube.

Dan pada tahun 2004, kesuksesan keduanya seakan melesat tinggi setelah saham Google dinyatakan go public. Meski saat ini menempati posisi yang berbeda di tubuh perusahaan induk, Alphabet, namun kerjasama antara founder dan Co-founder tetap akrab terlihat di antara keduanya.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan