Ini Tanda Seseorang Menderita Facebook Addiction Disorder, Waspadalah!

Facebook-Addiction-Disorder

Terdapat puluhan jenis sosial media yang dikembangkan, namun #Facebook tetap menjadi salah satu yang paling populer. Memiliki kurang lebih satu triliun pengguna, sosial media ini menjadi wadah berkomunikasi sekaligus hiburan bagi banyak penikmat dunia digital.

Superioritas sosial media ini makin kuat dengan kemudahan mendapatkan aplikasinya di ponsel pintar kesayangan. Hal ini turut berkontribusi meningkatkan aktivitas pengguna dunia digital untuk mengakses dan menikmati beragam ftur Facebook, seperti update status, mengunggah foto, memberikan komentar atau tanda suka pada sebuah post, dan lain sebagainya.

Kemudahan akses Facebook membuat semakin banyak orang keranjingan rela menghabiskan waktu berjam-jam memainkannya. Memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut, namun Anda harus waspada ketika durasi akses Facebook mulai mengganggu kehidupan dan menyebabkan aktivitas harian terganggu.

Dikenal sebagai Facebook Addiction Disorder, gangguan ini adalah sebuah kondisi dimana pemilik akun sosial media itu menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar sehingga mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, gangguan ini dapat menyebabkan kecemasan hingga merusak interaksi langsung.

Meski belum diakui secara medis, kecanduan Facebook menjadi masalah cukup serius. Apa saja sih tanda-tanda terkena gangguan ini? Mari simak ulasan lengkap berikut:

1. Over Sharing

Ada banyak netizen yang mulai menyadari pentingnya isu online privacy, namun beberapa lainnya yang rela membagi rahasia terbesar tentang hidupnya lewat Facebook. Hal ini tentu saja dilatarbelakangi oleh banyak alasan, namun menurut situs hongkiat.com penulisan tersebut biasanya disebabkan oleh kebutuhan agar dapat diakui dalam jaringan sosial yang dimiliki.




Sah saja jika seseorang membagikan perasaan maupun rahasia melalui Facebook, namun hal ini menjadi sedikit serius ketika Anda mengungkapkan terlalu banyak yang kemudian berakhir dengan penyesalan karena tidak dipikir matang-matang. Dalam kasus ini, Anda dapat dikategorikan terkena Facebook Addiction Disorder ketika tidak mampu memilah mana posting yang bisa dijadikan konsumsi publik dan tidak.

Artikel lain: Tips Agar Tidak Oversharing di Media Sosial

2. Facebook Dimanapun dan Kapanpun

Tanda Facebook telah menjadi candu selanjutnya adalah intensitas mengecek newsfeed dan notifikasi terlalu sering, terlebih ketika Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan. Log in Facebook menjadi hal pertama yang dilakukan ketika bangun di pagi hari, dan menjadi ritual wajib sebelum tidur di malam hari. Anda juga rela membiarkan jendela Facebook terbuka meski tengah melakukan suatu pekerjaan penting atau ketika bertemu dengan teman.

Tanda Anda kecanduan makin jelas ketika merasa seperti ada yang hilang jika tidak mengecek Facebook. Semua yang diinginkan adalah mengakses Facebook, dan dalam kasus ekstrim Anda merasakan kecemasan atau sakit secara fisik jika keinginan tersebut tidak terpenuhi.

3. Memikirkan “Facebook Image” Terlalu Dalam

Apakah Anda pernah menghabiskan lebih dari 15 menit memikirkan status update yang harus diketik? Kemudian setelah membagikan posting, apakah Anda mengharapkan komentar dari teman Facebook dan menunggu reaksinya? Jika iya, maka Anda telah sampai pada satu titik dimana pencitraan dalam Facebook menjadi begitu penting.




4. Menjadi “Reporter” Facebook

Anda dipastikan kecanduan Facebook jika segala aktivitas langsung dibagikan melalui sosial media ini seperti seorang reporter yang sedang meliput berita. Biasanya posting yang dibagi adalah hal sepele, seperti aktivitas harian, melakukan check-in, hingga mengunggah foto selfie.

5. Melupakan Kehidupan Sosial “Offline”

Ketika berkomunikasi melalui Facebook massanger, berbagi foto online, hingga mengomentari posting menjadi hal yang umum dilakukan, Anda bisa saja merasa bahwa bersosialisasi online lebih menyenangkan daripada menghadapi masyarakat secara langsung. Anda pun mulai bergantung pada Facebook untuk urusan sosialisasi dan mulai mengorbankan kesempatan berinteraksi secara langsung.

Menggunakan Facebook untuk menyambung tali silaturahmi atau mendapat hiburan bukanlah hal yang salah apabila Anda mengetahui batasan yang harus dipatuhi. Jangan sampai kehidupan online dan offline tidak seimbang karena hal itu dapat berdampak negatif pada diri sendiri dan orang lain.

Baca juga: Saatnya ‘Berdiet’ Facebook, Hindari Ketergantungan Pada Sosmed

Hal yang perlu dilakukan adalah melakukan pembatasan akses Facebook secara nyata dan sadar. Buatlah batasan waktu akses Facebook per hari agar tetap bisa menikmati indahnya dunia maya tanpa perlu mengorbankan orang-orang nyata di sekitar Anda.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. Bukan hanya facebook, melainkan web social lainnya juga perlu di batasi,, btw nice info

  2. Fb bisa juga sangat berbahaya karna kini kejahatan di dunia maya juga makin bnyak.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud