Ini Penjelasan Tentang Rumor Bahaya Tracker Situs OLX

Image dari Google.com

Bagi rekan-rekan yang terbiasa menggunakan layanan iklan baris OLX, tentu tahu bahwa beberapa waktu lalu OLX telah mengeluarkan fitur baru. Fitur baru ini menggantikan fitur pencarian produk lama yang dilakukan secara manual. Dengan adanya fitur baru ini, pengguna akan langsung mendapatkan saran produk yang dibutuhkan dengan adanya fungsi tracker.

Fungsi tracker inilah yang kemudian kabarnya mampu memberikan dampak merugikan bagi para pengguna, baik itu yang mengakses OLX melalui perangkat desktop maupun mobile. Namun lewat keterangan resmi perusahaan, fungsi tracker pada layanan OLX dijamin aman dan tidak membahayakan privasi pengguna.

Teknologi yang Umum Digunakan

Disampaikan oleh Technical Manager OLX Indonesia Rendra Toro, pihaknya menanggapi  adanya rumor yang berkembang di media online bahwa fungsi tracker pada fitur baru OLX dapat memberikan pengaruh buruk kepada pengguna. Melalui klarifikasi resmi, sebenarnya fungsi tracker tersebut sama sekali tidak berbahaya seperti yang diberitakan.

Hal ini dikarenakan, fungsi serupa juga ditemui pada banyak layanan lain terutama yang berbasis e-commerce. Tidak hanya di Indonesia, banyak juga situs #e-commerce luar negeri juga menerapkan fungsi pelacak data untuk mengetahui bagaimana konsumen beraktivitas pada situs tersebut.

Artikel lain: 3 Jenis Transaksi Jual Beli Online Terpopuler Di Indonesia




“Tracker yang ada dalam sistem kami tidak berbeda dengan tracker yang banyak digunakan oleh layanan e-commerce lainnya di Indonesia dan mancanegara. Semua masih dalam kategori normal dan bisa dijamin keamanannya,” jelas Rendra.

Menyempurnakan Layanan Konsumen

Sebelumnya untuk bisa mencari produk di OLX, pengguna harus melakukan pencarian manual dengan memilih beberapa indikator seperti jenis barang, kategori serta lokasi sebelum akhirnya mendapatkan daftar yang diinginkan. Namun kini, sistem baru dari OLX Indonesia mengubah pencarian lebih cepat yakni melalui saran lokasi terdekat.

Meskipun dalam beberapa komentar pengguna menyatakan tidak terlalu nyaman dengan sistem baru ini, namun pihak OLX memastikan semua sistem yang digunakan berjalan dengan aman. Sebagai platform C2C untuk penjualan barang bekas, OLX menerapkan fungsi tracker untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen yang berbelanja melalui OLX.

Dari situ, tujuan utamanya tentu untuk menggali data sehingga bisa memberikan user experience yang lebih baik ke depannya. Sasaran yang ingin diraih, tidak hanya bagi konsumen yang menggunakan perangkat desktop namun terutama untuk mereka yang menggunakan #aplikasi mobile.

“Kami menggunakan tracker lebih kepada melihat seperti apa minat dari pengguna. Selanjutnya kami akan merekomendasikan produk yang disukai berdasarkan kegiatan browsing yang dilakukan oleh pengguna,” kata Rendra.




Peningkatan Pengamanan

Rendra menambahkan bahwa, untuk beberapa data khusus seperti kartu kredit serta nomor rekening, OLX menerapkan sistem pengamanan HyperText Transfer Protocol Secure (HTTPS). Dengan sistem pengamanan ini, dipastikan semua data sensitif bisa terjaga lebih baik.

Sedangkan untuk beberapa data umum, masih disimpan dalam format HTTP. Alasan mengapa HTTP masih digunakan adalah, adanya kendala terakhir koneksi ketika pengguna melakukan aktivitas seperti mengunggah foto produk serta iklan baik di aplikasi maupun situ OLX. Namun ke depannya, perusahaan akan  segera mendapatkan  pengamanan berbasis HTTPS untuk semua sistem.

“Ke depannya kami berusaha untuk mengimplementasikan HTTPS di semua sistem OLX Indonesia untuk keamanan dan kenyamanan pengguna,” kata Rendra.

Sebelumnya sempat muncul pemberitaan dari hasil riset perusahaan teknologi Opera, yang menyatakan bahwa sistem tracker seperti yang diadaptasi oleh OLX memiliki kemungkinan kebocoran informasi yang lebih tinggi. Namun, dalam penjelasannya Head of Technology Pinjam Sofian Hadiwijaya, menyatakan bahwa sistem semacam ini bukan merupakan sistem yang asing.

Sudah banyak perusahaan lain yang menerapkan sistem serupa untuk mendapatkan data dari konsumen. Bahkan, layanan digital Opera Max yang sebelumnya menyuarakan bahaya tracker ternyata juga menerapkan sistem serupa memanfaatkan pihak ketiga.

Baca juga: Pajak E-Commerce Indonesia, Apa Dan Bagimana Akan Diterapkan?

“Bukan hanya OLX Indonesia, tapi Opera Max juga memiliki tracker dengan memanfaatkan pihak ketiga. Software ini memungkinkan pihak yang memanfaatkan layanan pihak ketiga tersebut mengumpulkan data dari pengguna yang mengakses aplikasi,” jelas Sofian.

Namun yang lebih perlu diperhatikan adalah ternyata, penggunaan perangkat berbasis sistem operasi Android mempunyai tingkat kerentanan yang lebih tinggi daripada perangkat berbasis iOS. Jika perangkat kita sudah mendapatkan update untuk seri #Android terbaru, saat ini sudah ada fungsi filtering yang bisa memperingatkan pengguna terkait dengan adanya fungsi tracker dari aplikasi yang akan kita install.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud