Indonesia Diwakili Presiden dan Menkominfo Akan ke Silicon Valley, Ada Apa?

Image dari Huffingthonpost.com

Image dari Huffingthonpost.com

Silicon Valley memang telah menjadi tempat yang sudah populer dengan keberadaan startup-nya di Amerika Serikat. Di tempat ini sudah banyak startup (usaha rintisan berbasis digital) yang telah berhasil dan sukses. Sebut saja #Google dan Yahoo!, sebuah mesin pencari yang sudah tak diragukan lagi reputasinya. Keberadaan Silicon Valley di daerah San Fransisco, Bay Area dan California ini memang selalu mengundang ketertarikan bagi semua orang, termasuk warga Indonesia dan mungkin juga bagi pemerintah Indonesia.

Pasalnya, pada 24 dan 25 Oktober 2015 mendatang, Indonesia yang diwakili Presiden Joko Widodo dan Menkominfo, Rudiantara memiliki rencana melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat, termasuk ke Silicon Valley. Apakah maksud dan tujuan dari kehadiran pemerintah ke Silicon Valley ini? Berikut ulasannya.

Faktor Keberadaan Bisnis Rintisan Digital di Tanah Air

Indonesia yang sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan dalam binsis rintisan digital memang membutuhkan banyak referensi untuk menjadikan pertumbuhan ini ke arah yang lebih baik. Bahkan saking potensialnya, keberadaan bisnis rintisan (#startup) di Indoensia ini diprediksi akan menjadi kawasan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Salah satu faktor penggerak yang paling berpengaruh untuk ini adalah #e-commerce. Maka tak heran jika kemudian pemerintah harus ikut campur untuk membuat road map untuk menertibkan pertumbuhan bisnis e-commerce di tanah air yang semakin menjadi-jadi.

Artikel lain: Pemerintah Indikasikan Buka E-Commerce Untuk Pihak Asing, Apa Latar Belakang dan Tujuannya?

Bahas Pertumbuhan E-Commerce Indonesia

Dalam kaitannya dengan kunjungan ke Silicon Valley ini pemerintah yang diwakili kementerian komunikasi dan informasi ini menyatakan bahwa pemerintah akan membahas tema ini untuk bisa mendongkrak bisnis e-commerce di tanah air sebagai salah satu penggerak ekonomi digital. Hal ini juga dilatarbelakangi pada usaha dan target pemerintah untuk bisa menumbuhkan bisnis e-commerce di Indonesia hingga mencapai US$ 130 miliar pada 2020.

Ingin Bertukar Informasi Untuk Transfer Pengetahuan

Keberangkatan yang didahului oleh Menkominfo pada tanggal 24 Oktober dan dilanjutkan oleh keberangkatan Presiden Joko Widodo sehari setelahnya ini akan bertukar informasi terkait beberapa hal seperti sistem pendanaan, logistik, hingga proteksi konsumen pada startup di sana.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, juga direncanakan akan mengajak beberapa startup lokal terkemuka dan inkubator Indonesia untuk bertandang langsung ke markat perusahaan teknologi Silicon Valley, California, Amerika Serikat, minggu besok.

Dalam Press Conference yang digelar di Kantor Kemkominfo Jakarta, Selasa (20/10/2015), Yansen Kamto, Chief Executive Kibar Kreasi Indonesia, sebuah inkubator, mengungkapkan beberapa hal yang akan dilakukan di sana akan menjadi bagian dari transfer pengetahuan.

Lakukan Pertukaran dan Kolaborasi Startup Asal Silicon Valley

Lebih lanjut Yansen menjelaskan bahwa pada kunjungan ini ada beberapa hal yang ingin dicapai yaitu pertukaran startup, pembinaan, kolaborasi pada visi yang sama hingga bagaimana modul untuk mentoring startup di sana. Yang dimaksud pertukaran startup sendiri yaitu startup di sana (Silicon Valley) dapat mempelajari banyak hal di Indonesia, begitu juga startup di Indonesia dapat melihat bagaimana startup di sana.




“Pertukaran startup ini lebih terstruktur, bukan perorangan. Digital technoprenuer baru pasti banyak kekurangan. Misalnya, kita bisa belajar bagaimana Facebook memproses sekian miliar data. Mereka juga bisa belajar bagaimana Tokopedia memproses sekian banyak transaksi,” jelasnya.

Yansen mengungkapkan, program pertukaran startup semacam ini pernah dilakukan oleh Silicon Valley, bahkan di London, Inggris. Dalam kunjungan tersebut, Yansen sendiri enggan mengungkap perusahaan teknologi apa saja yang akan ditemuinya di sana. Namun, ia akan bertemu dengan perusahaan teknologi kelas dunia di Silicon Valley.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Dilakukan Pemerintah Guna Mendukung Perkembangan Bisnis Online di Indonesia

Ajak Juga CEO Startup Lokal

Dalam kunjungannya ke Silicon Valley, California, Amerika Serikat ini pemerintah juga akan mengajak perwakilan dari beberapa startup lokal yang sudah termasuk cukup besar. Beberapa startup lokal yang berkesempatan untuk pergi ke Silicon Valley ini antara lain Nadiem Makarim yang merupakan founder dan CEO GoJek Nadiem Makarim, Wiliam Tanuwidjaja founder dan CEO Tokopedia, founder dan CEO Kibar Kreasi Indonesia, Yansen Kamto serta founder #Kaskus Andrew Darwis.

Di kesempatan yang sama, Yansen Kamto membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan ada beberapa startup unicorn yang akan terbang ke Silicon Valley untuk bertukar informasi.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud