Beranda Pemasaran 10 Ide Konten Video Untuk Para Influencer dan Video Marketer

10 Ide Konten Video Untuk Para Influencer dan Video Marketer

Ide Konten Video Untuk Para Influencer

Apakah Anda pernah mengalami stuck atau pikiran macet saat mencari ide konten video?

Kalau iya, maka Anda harus mencoba sepuluh ide konten video yang dijelaskan di artikel ini. Idenya sederhana, tapi mungkin tidak terpikirkan oleh Anda selama ini.

Jaman sekarang, siapa yang tidak suka nonton video? Makanya konten yang berformat video biasanya memiliki engagement yang bagus.

Menurut laporan Influencer Marketing Hub menyebutkan kalau 80% video marketer mengatakan konten jenis ini memberikan efek bagus pada penjualan.

Hal ini ditambah dengan 84% konsumen yang mengatakan kalau mereka membeli produk atau servis setelah menonton iklan dalam bentuk video.

Nah, dengan angka ini, kita sudah tahu kalau konten berbentuk video sangat ampuh.

Meski demikian, Anda tidak bisa hanya sekedar merekam video. Anda membutuhkan ide cerdas dan rencana yang matang supaya tidak sia-sia.

10 Ide Konten Video Promosi Untuk Pemasaran

Dirangkum dari Influencer Marketing Hub, berikut ini sepuluh ide video promosi yang bisa Anda terapkan untuk pemasaran Anda.

1. Membuat Video Demo Produk

Seperti pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang” maka Anda perlu memberikan demo produk kepada calon pelanggan.

Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah menyediakan video yang membahas produk. Istilahnya “product tour”.

Berikan pengetahuan dasar tentang keunggulan dan manfaat produk Anda. Kebanyakan brand sukses melakukan hal ini tapi tidak terlalu fokus pada bagaimana produk tersebut bekerja, melainkan pada cara penggunaannya.

Anda bisa simak contoh berikut:

Dalam video di atas, penonton diberi kesempatan untuk melihat cara menggunakan sebuah produk.

Di video tersebut terlihat bahwa model tidak menggunakan makeup dulu sambil membiarkan penonton mendengarkan apa yang dia katakan dan melihat model tersebut mengaplikasikan concealer, yaitu produk yang dia tekankan dalam video ini.

Nah dari cara inilah penonton bisa melihat hasil realistis produk tersebut. Jadi bukan sekedar bilang produk ini keren dan lebih unggul tapi dilihat secara langsung.

2. Membuat Video Testimoni

Testimoni dalam bentuk teks memang sudah cukup powerful, tapi ketika dikemas dalam bentuk video akan lebih menyentuh hati calon konsumen.

Ini bisa dikatakan sebagai “social proof” yang berpotensi meningkatkan kepercayaan  dari para penonton terhadap suatu brand atau produk.

Menurut BigCommerce.com, 72% konsumen lebih mempercayai sebuah merk setelah melihat video testimoni konsumen mereka. Lalu 88% konsumen mempercayai testimoni online dan review.

Berikut contohnya:

Pada video di atas kita dapat melihat ada sentuhan emosional yang diberikan kepada penonton.

Nah ketika yang memberi testimoni ini adalah orang asli, maka efeknya lebih nyata dan produk Anda lebih mudah dipercaya.

3. Produk Review

Jenis ini mirip dengan testimoni. Video berisi review ini adalah ulasan jujur dari seseorang yang menggunakan produk Anda.

Perbedaannya, kalau testimoni menggunakan video dari konsumen, sedangkan review merupakan video yang dibuat oleh influencer yang sesuai dengan bidang produk.

Berikut contohnya:

Dalam video di atas terlihat bahwa kontennya yang sangat lucu, candid dan engaging.

Durasinya hampir 10 menit, tapi karena menarik, orang tidak peduli karena menghibur.

Uniknya, video ini membahas sebuah mug dengan jujur. Agak konyol, tapi mungkin penonton akan membelinya karena menyukai ulasan dalam video.

4. Memamerkan Budaya Perusahaan

Tema video ini berisi tentang sesuatu yang membuat perusahaan Anda keren. Video seperti ini membua brand lebih dekat dengan konsumen dan terkesan lebih personal.

Dalam video di atas, perusahaan Zendesk menunjukkan kepribadian brand dengan menunjukkan budaya di dalam perusahaan tersebut.

Di sana terlihat orang yang sedang meeting, senyum sambil berjalan atau senyum sambil melakukan hal lain.

Video tersebut benar-benar menunjukkan budaya kerja perusahaan dengan menunjukkan kantor, anggota tim, dan tentunya serunya bekerja di perusahaan tersebut.

5. Mempromosikan Even Anda

Punya acara dalam waktu dekat? Kenapa tidak dibuat video event-nya. Ini bisa mengundang sensasi FOMO (Fear Of Missing Out) bagi target audiens.

Tidak hanya itu, Anda bisa membagikan momen seru ini di sosial media, misalnya di Instagram.

Video untuk acara Coachella ini menampilkan Billie Eilish yang berbicara tentang album baru yang mengindikasikan kalau kemungkinan si Billie bakal banyak nyanyi lagu barunya di acara tersebut.

Nah, hal ini bisa mengundang ketertarikan bagi fans Billie atau mungkin non-fans-nya karena terbentuknya “FOMO” tadi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Coachella (@coachella)

6. Video Cara Menggunakan Produk

Nah, ini sangat penting. Banyak sekali orang yang merasa tidak cocok menggunakan produk tertentu hanya karena mereka kesulitan atau tidak bisa menggunakannya.

Ini bukan berarti Anda membandingkan dengan kompetitor, tapi Anda lebih menekankan pada sisi fitur produk Anda. Sebagai contoh, Anda bisa melihat video berikut ini:

Video promosi ini berisi bagaimana cara menggunakan pensil tanpa menggunakan kata-kata atau orang yang berbicara. Cukup memperlihatkan produk dan musik latar saja.

7. Promosikan Penjualan Terakhir

Sering kan Anda melihat penjual di online shop rutin memposting hasil penjualan terbaru mereka? Yap! Ini memang bisa meningkatkan ketertarikan pelanggan potensial.

Tidak perduli apa yang Anda jual, apakah itu kursus online, jasa menulis, jasa copywriting, baju anak, kasur angin, dan lain sebagainya, video yang menyoroti angka penjualan terakhir Anda akan menarik minat dan mendatangkan lebih banyak pelanggan.

8. Bicara Tentang Masalah yang Ingin Anda Selesaikan

Menurut McKinsey, 90% Gen-Z lebih suka kalau perusahaan menggunakan kampanye berbau isu lingkungan dan sosial. Jika brand Anda mendukung sebuah isu, cobalah untuk membuat video-nya.

Tentunya yang relevan dengan produk Anda tanpa menyinggung usur SARA dan hal sensitif lainnya. Berikut contoh video pemasarannya.

Brand di video tersebut kerap menggunakan isu-isu sosial dan politik sebagai bagian dari promosi, sementara masalah dan produknya saja tidak relevan. Tapi video ini dikemas dengan sangat baik.

9. Menghibur Penonton Anda

Ada banyak cara untuk menghibur penonton Anda. Apa lagi orang Indonesia yang terkenal dengan hal-hal receh.

Anda bisa melihat sejumlah influencer yang fokus pada  komedian. Ketika mereka mempromosikan produk, mereka kerap menggunakan candaan seperti membuat drama ala sinetron kemudian dihubungkan dengan produknya.

10. Manfaatkan Liburan

Liburan adalah momen paling tepat untuk meluncurkan promosi berbentuk video. Coba kalau Anda perhatikan di setiap musim liburan dan momen spesial seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, Idul Fitri, dan lainnya.

Akan ada banyak brand yang membuat konsep video sesuai hari besar liburnya. Coba kita lihat video dari Apple berikut:

Dalam video di atas, Apple benar-benar sangat halus dalam menyampaikan pesannya. Hanya dengan memposisikan brand di product placement dan logo perusahaan di akhir video.

Pesannya jelas, Apple bisa membantu konsumennya mengirimkan hadiah yang kreatif ke seluruh dunia.

Tips Membuat Video Promosi

Membuat video promosi terutama yang dibagikan di sosial media sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Anda bisa menggunakan banyak sekali tool editing dan menggunakan modal kamera smartphone. Selanjutnya, pilih langkah-langkah berikut:

1. Menentukan Goal Anda

Tidak masalah video macam apa yang ingin Anda bagikan nanti. Yang terpenting adalah apa yang ingin Anda capai dari video promosi tersebut.

Jika mau mempromosikan produk baru, apa yang Anda ingin audiens ketahui tentang produk Anda? Bagaimana Anda menyampaikan informasinya? Apa yang Anda butuhkan untuk sampel video Anda?

2. Buatlah Skrip dan Storyboard

Cara yang paling aman adalah melibatkan seorang seniman dan buatlah planning, skrip dan storyboard-nya.

Banyak marketer yang mengatakan kalau video dengan konten yang berbicara dari hati akan lebih autentik dan menyentuh.

Skrip dan storyboard membantu Anda lebih detail dan mencegah hilangnya ide di kepala.

3. Grafik Berkualitas

Pastinya kalau konten berbentuk video, Anda harus membuat grafiknya lebih keren. Pastikan ini juga mengkover informasi penting tentang produk yang dipromosikan.

Penting juga untuk menambahkan banyak grafik yang menarik perhatian, misalnya; kode diskon, spanduk, hamparan text, dan lainnya.

Grafik harus dapat menyoroi informasi penting yang ingin disampaikan kepada audiens agar mereka mudah mengingat atau menyimpannya.

4. Edit dan Perbaiki

Akan lebih baik bila anda membuat video lebih dari satu. Jadi Anda membuat video promosi yang berbeda-beda untuk di bagikan di beberapa sosial media secara terpisah.

Ingat, setiap sosial media mempunyai karakter audiens yang berbeda.

Ini bukan berarti Anda harus menggunakan konten yang benar-benar berbeda untuk setiap platform. Tetapi, Anda perlu membuat file video terpisah untuk setiap platform dan mengeditnya sesuai dengan karakteristik audiens di setiap platform.

Kesimpulan

Kebanyakan pemilik bisnis ragu untuk membuat video promosi karena mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Nah, dengan 10 ide konten video yang kami rangkum di atas, semoga bisa membantu Anda dalam menggali ide.

Selain itu, Anda bisa memanfaatkan aplikasi editing video pemasaran yang membantu pembuatan video menjadi lebih mudah.

Sumber: Influencer Marketing Hub

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here