Facebook Kembangkan Media Sosial Berbasis Audio Meniru Clubhouse

Facebook Mengembangkan Media Sosial Audio
via nytimes.com

Tidak mau kalah dengan Clubhouse, Facebook dikabarkan sedang mengembangkan fitur audio chat yang benar-benar mirip Clubhouse.

Seperti diketahui, Clubhouse merupakan platform sosial berbasis audio. Pengguna platform sosial ini mengalami kenaikan yang sangat masif di usianya yang masih sangat belia.

Bulan Desember tahun 2020 lalu saja, penggunanya ada sekitar 600.000 dan sebulan kemudian platform ini mengalami kenaikan yang fantastis hingga mencapai 2 juta pengguna.

Rupanya tidak hanya Facebook saja yang berusaha menandingi platform ini. Twitter juga menambahkan fitur tambahan dengan nama Space.

Tak Mau Kalah Dengan Clubhouse, Facebook Buat Fitur Tandingan!

Seperti kita ketahui, Facebook memiliki sejarah membobol teknologi dan mengejar berbagai media yang menarik banyak pengguna, terutama jika audiensnya masih muda.

Facebook tidak mau kehilangan momentum untuk mengikuti tren saat ini, yaitu audio chat yang ada pada Clubhouse.

Aplikasi Sosial Audio
via socialmediatoday.com

Dilansir dari New York Times:

“Eksekutif Facebook telah meminta karyawannya untuk membuat produk yang serupa (Clubhouse), kata orang dalam, yang tidak memiliki hak untuk berbicara di depan publik. Produk (tandingan Clubhouse) ini masih pada tahap awal katanya.”

Tentu saja, bukan Facebook namanya kalau tidak membuat fitur tandingan. Sebelumnya perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg ini sudah menambahkan fitur “Room” yang berfungsi sebagai tempat untuk orang melakukan “meet-up” secara online.

Meski demikian, fitur ini tidak menawarkan fungsionalitas seperti Clubhouse. Nah, dengan naiknya ketertarikan orang pada Clubhouse, masuk akal kalau Facebook akan mengadopsi fitur yang sama, di mana mereka sudah memiliki infrastrukturnya.

Nantinya, diharapkan Facebook bisa meminimalisir penggunanya pindah ke aplikasi lain ketika fitur yang mirip sudah dibangun.

Sebenarnya hal ini sangat riskan bagi Clubhouse karena platform ini memiliki fitur yang mudah direplikasi oleh platform lain. Salah satu hal penting yang membuat platform ini booming adalah konsepnya yang sederhana.

Sangat mudah untuk pindah ke “audio room” tanpa harus loading lama seperti yang terjadi pada fitur “video meet-ups”. Jadi, sangat mudah bagi platform lain untuk menduplikasi fitur ini mengingat pertumbuhan platform ini begitu signifikan.

Bukan hal yang baru kalau Facebook punya kebiasaan mereplikasi fitur platform sosial yang booming  demi menghentikan penggunanya pindah ke aplikasi lain.

Salah satu yang paling kentara adalah Instagram Stories tahun 2016. Facebook menduplikasi  fitur Snapchat di platform yang berbeda. Bahkan waktu itu, Facebook sempat ingin mengakuisisi Snap dengan nilai $3 miliar.

Lebih lanjut, di awal-awal Facebook juga sudah mengambil inspirasi dari platform lain seperti tombol “Like” dari Friendfeed di tahun 2007 meskipun Facebook menyangkalnya. Sekarang pun Facebook mengadopsi fitur TikTok dengan kehadiran Instagram Reels.

Sampai-sampai, kecenderungan Facebook yang selalu mereplikasi fitur platform sosial lainnya ini diawasi oleh badan khusus akibat klaim antitrust.

Tahun lalu saja, CEO Facebook Mark Zuckenberg sendiri mengakui dalam kongres US kalau perusahaannya mengadopsi fitur dari kompetitor untuk mempertahankan statusnya sebagai media sosial terdepan.

So, mendengar Facebook yang akhirnya mengembangkan fitur tiruan Clubhouse bukanlah hal yang mengejutkan. Mereka sudah memiliki kecenderungan mereplikasi fitur kompetitor sejak lama.

Tapi, tentu saja akan lebih menarik kalau perusahaan ini menawarkan fitur yang lebih baik dari Clubhouse. Apa lagi, Clubhouse saat ini belum tersedia untuk Android.

Kita tunggu saja perkembangannya!

Nanik Tri Widiyawati

Satu pemikiran pada “Facebook Kembangkan Media Sosial Berbasis Audio Meniru Clubhouse”

Tinggalkan Balasan