Beranda Social Media Clubhouse, Platform Sosial Media Berbasis Audio Bagi Para Pebisnis

Clubhouse, Platform Sosial Media Berbasis Audio Bagi Para Pebisnis

Clubhouse, Platform Sosial Media Berbasis Audio

Baru-baru ini aplikasi media sosial Clubhouse sangat ramai dibicarakan di dunia maya. Media sosial berbasis audio ini banyak digunakan untuk diskusi virtual yang dapat didengarkan secara langsung oleh pengguna lainnya.

Naiknya popularitas Clubhouse belakangan dianggap sebagai ancaman baru bagi platform besar seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok. Maka tidak heran bila Facebook dan Twitter berlomba membuat fitur tandingan.

Aplikasi yang berbasis invite-only audio chat ini dilaporkan memiliki valuasi senilai $1 miliar. Sekarang,  platform ini sudah menjadi pembicaraan di mana-mana mengingat banyak sekali tokoh hebat yang menggunakan platform ini untuk berdiskusi.

Popularitas Clubhouse Melejit

Meskipun Clubhouse masih seumur jagung, ternyata aplikasi ini telah banyak digunakan untuk membuat diskusi virtual. Menurut firma riset aplikasi App Annie, Clubhouse telah diunduh sebanyak 8,1 juta kali per 16 Februari 2021.

Popularitas Clubhouse Melejit

Menurut laporan dari CNBC, aplikasi Clubhouse memiliki valuasi sekitar $1 miliar atau jika dikonversi ke Rupiah sekitar Rp13,8 triliun.

Lalu apa yang membuat popularitas aplikasi media sosial berbasis audio ini melejit? Berikut pendapat dari beberapa pengamat media sosial;

1. Sering Menjadi Trending Topik di Twitter

Clubhouse sering diperbincangkan di Twitter, bahkan Ellon Musk pernah menge-twit tautan ruang obrolan Clubhouse di mana ia akan berbincang-bincang.

2. Digunakan Banyak Orang Terkenal

Clubhouse digunakan oleh banyak orang terkenal, sebut saja Elon Musk, Oprah, Kevin Hart, Wishnutama Kusubandio, William Tanuwijaya, Ernest, Joko Anwar, dan masih banyak lagi.

3. Bisa Berkomunikasi Langsung Dengan Orang Terkenal.

“Orang biasa” dapat hadir dan mengikuti ruang diskusi orang-orang terkenal. Dalam hal ini kadang pengguna hanya bisa mendengar, kecuali moderator memberikan ijin untuk ikut berdiskusi.

4. Potensi Bagus untuk Membangun Networking.

Orang-orang yang menghadiri diskusi di Clubhouse seolah-olah sedang menghadiri seminar. Para pengguna dapat saling follow akun media sosial dan Clubhouse, seperti saling bertukar kartu nama sehingga membangun relasi bisnis.

5. Wadah diskusi beragam topik

Dalam Clubhouse pengguna bisa berdiskusi tentang topik apa saja, bahkan sampai hal-hal yang tabu sekalipun tanpa khawatir akan disebarluaskan tanpa seijin pembicaranya.

6. Eksklusif

Seperti kita ketahui, semua yang berhubungan dengan eksklusivitas akan membuat orang penasaran dan ingin mencobanya. Saat ini Clubhouse hanya dapat digunakan oleh pengguna iOS 13 dan harus memiliki undangan dari orang lain (invitation only).

Dilansir dari Marketing Dive, perusahaan besar Burger King yang merupakan parent company dari Restaurant Brands International (RBI) pernah menyelenggarakan sebuah diskusi selama satu jam dengan para eksekutifnya untuk melaporkan penghasilan pada kuartal ke-empat tahun 2020.

Menurut postingan CMO RBI Fernando Machado  di LinkedIn, menggunakan sebutan “Open Kitchen”, diskusi ini mempertemukan konglomerat pemimpin pemasaran dengan semua orang, mulai dari staf pemasaran hingga konsumen.

Hal ini mungkin menjadi alasan kenapa aplikasi Clubhouse mengalami peningkatan yang sangat pesat sampai 600 ribu user di bulan Desember 2020 dan naik menjadi 2 juta pengguna di bulan Januari kemarin.

Aplikasi ini mengkombinasikan fitur chat, podcast, conference call, dan lain sebagainya yang membuat para konsumen berbondong-bondong meng-install aplikasi ini.

Menurut Kady Srinivasan, wakil presiden senior bidang pemasaran Klaviyo,  pengguna memilih Clubhouse karena ingin berinteraksi dengan orang yang memiliki minat yang sama, entah tentang karir hingga selebriti favorit.

Munculnya RBI di Clubhouse ini merupakan sebuah strategi yang membantu mereka menaikkan awareness dan membangun bidang eksekutif sebagai pemimpin yang bergagasan. Tidak hanya itu, ini juga untuk menunjukkan apa yang sedang mereka lakukan terlebih lagi industri ini sedang berjuang keras untuk pulih.

Pengguna Memiliki Akses Langsung

Event RBI ini dihadiri oleh CEO Jose Cil, Machado,  Chief Corporate Officer Duncan Fulton dan CMo Ellie Doty. Para eksekutif ini membahas keberlangsungan perusahaan dan program baru Burger King dan juga lainnya.

Event ini didengarkan oleh lebih dari 130 pendengar mulai dari operator restoran hingga staff RBI sendiri.

Saat para marketer sedang mempelajari pemasaran via Facebook dan Twitter, serta pendatang baru lain seperti TikTok dan Triller, konsumen ternyata memiliki ekspektasi lain dari platform sosial media.

Meski pada tahap awal ini, pengguna Clubhouse sendiri memiliki ekspektasi yang berbeda terutama penggabungan elemen yang berbeda dalam sebuah channel.

Menurut Klaviyo, platform ini bisa memberikan sebuah jalan bagi brand untuk berinteraksi langsung dengan konsumennya tanpa harus melanggar batas privasi.

Brand yang benar-benar paham akan mendengarkan topik yang sedang ramai di kalangan konsumen. Ini merupakan kesempatan besar untuk memberikan wawasan langsung kepada konsumen.

Masih dari tulisan Marketing Dive, menurut Justin Kline, co founder Markerly, brand bisa menggunakan platform ini seperti channel lainnya untuk mendekatkan hubungan perusahaan dengan konsumen, terutama di masa pandemi seperti sekarang.

Clubhouse juga bisa digunakan sebagai pengganti even yang dibatalkan karena krisis kesehatan yang disebabkan oleh pandemi.

“Karena ini (Clubhouse) merupakan diskusi terbuka, ini adalah hal terbaik dalam hal membangun hubungan yang lebih personal yang sulit dicapai oleh platform sosial media lainnya.”

Justin Kline
Co-founder Markerly

Clubhouse Berpotensi Diblokir Kominfo

Di Indonesia sendiri, Clubhouse bisa terancam diblokir Menkominfo karena masih belum terdaftar secara administrasi sebagai penyelenggara sistem elektronik di Indonesia.

“Clubhouse belum terdaftar di Kominfo dan kami harap dapat mendaftar sesuai ketentuan dalam PM 5/2020,” kata Juru Bicara Kominfo Dedy Permadi melalui pesan singkat seperti dikutip ANTARA, Selasa (16/2/2021).

Sekarang ini aplikasi Clubhouse hanya tersedia di perangkat iOS. Untuk versi Android-nya belum ada kabar secara resmi apakah akan dibuat juga.

Terlebih lagi, meskipun pengguna bisa mengunduh aplikasinya, tetapi untuk bisa mendaftar dan masuk harus mendapat undangan dari orang lain yang sudah memiliki akun di Clubhouse.

Rasa-rasanya akan sangat disayangkan kalau Clubhouse tidak mempertimbangkan faktor ini.  Bila tujuan mereka adalah untuk meraih banyak simpati pengguna baru, menyediakan akses platform untuk pengguna perangkat lain akan sangat membantu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here