Browkaf ~ Sukses Membangun Bisnis Kuliner Berlabel Aneka Jajanan Sehat

browkaf (2)

Image dari Browniesmocaf.com

Salah satu dampak positif dari perkembangan teknologi adalah mudahnya penyampaian informasi dalam berbagai bidang. Termasuk dalam bidang kesehatan, hal ini membuat semakin banyak pula orang yang sadar akan pentingnya untuk menjaga kesehatan. Utamanya untuk makanan yang dikonsumsi, gaya hidup sehat juga semakin banyak diterapkan oleh masyarakat di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Gaya hidup lewat konsumsi makanan sehat inilah yang akhirnya membawa sebuah peluang usaha baru yang tentu menawarkan ceruk keuntungan yang menggiurkan untuk dijalankan. Hal ini pula yang ditangkap oleh seorang entrepreneur wanita bernama Nurhayati yang sukses memproduksi aneka jajanan sehat seperti brownies serta kue berbahan tepung mocaf yang dilabeli dengan brand Browkaf (Brownies Mocaf).

Lewat bisnisnya tersebut wanita yang akrab disapa Nungki ini berhasil mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit berkat upaya untuk menyajikan aneka kuliner yang tidak hanya nikmat namun juga sehat bagi para konsumen.

Bermula Dari Kepedulian Akan Kesehatan

Sebelum sukses mengembangkan bisnis Browkaf, Nurhayati sebenarnya telah dikenal luas sebagai salah satu pengusaha kuliner untuk produk kue dengan bentuk karakter kartun yang unik dan menarik di Depok. Kala itu, Nurhayati masih menggunakan jenis tepung biasa dan tentunya memiliki resiko kesehatan lebih tinggi ketimbang jenis tepung mocaf singkong.

Sebagai informasi, tepung mocaf atau modified cassava flour merupakan sebuah pengembangan tepung yang berasal dari singkong yang diolah tanpa menggunakan kandungan gluten. Jika umumnya tepung yang banyak digunakan untuk pembuatan kue dan roti mengandung banyak gluten, tidak dengan mocaf yang terbukti bebas dari kandungan gluten. Gluten sendiri merupakan bahan penyusun tepung yang disinyalir dapat memberikan beberapa dampak buruk seperti kegemukan dan masalah kesehatan lain jika di konsumsi dalam jumlah berlebih.

Artikel lain: Sedapnya Bisnis Kuliner Frozen Food Sehat Bersama Tiara Food

Dari situlah Nungki berfikir untuk menghadirkan jajanan yang lebih terjamin kesehatannya dan tidak memberikan dampak buruk bagi para konsumen. Terlebih setelah melakukan uji sampel, ternyata kue yang dibuat menggunakan tepung mocaf lebih disukai oleh anak-anak karena terasa lebih lembut dan nyaman ketika dikunyah. Melihat beberapa keuntungan ini, akhirnya lahir upaya untuk membuat produk brownies mocaf yang kemudian diberi nama Browkaf.

Pengembangan Bisnis Browkaf

Memulai pengembangan produk pada pertengahan tahun 2015 lalu, Browkaf ternyata langsung mendapatkan atensi yang cukup baik dari para pelanggan bisnis kue milik Nungki. Dipasarkan lewat salah satu workshop nya yang ada di kawasan Beji, Depok, Jawa Barat, perlahan produk Browkaf mulai menarik minat pecinta jajanan yang tidak hanya menginginkan rasa yang nikmat namun juga memperhitungkan aspek kesehatan.

Nungki yang mempunyai basic sebagai analis kesehatan, sangat memanfaatkan betul potensi di balik gaya hidup sehat yang semakin banyak dilirik oleh masyarakat urban. Dengan mengutamakan kualitas pada setiap produknya, brownies yang dibentuk dalam beberapa jenis ini, mampu menjadi salah satu produk andalan bahkan camilan khas dari kawasan Depok.

Diproduksi Dalam Beberapa Jenis

Mengenai jenis produk yang ditawarkan oleh Browkaf, Nungki menjelaskan produknya diolah dengan beberapa cara yakni brownies kukus, brownies panggang, Pie serta brownies original. Tidak hanya itu, inovasi juga dilakukan Nungki dengan mengembangkan beberapa rasa yang menjadi toping diantaranya toping keju, choco chip, almond serta raisin.




Selain itu yang menjadikan kelebihan dari produk Browkaf adalah kemasannya yang tidak hanya menarik namun juga informatif. Dalam kemasan yang didesain secara eksklusif tersebut, dicantumkan pula informasi mulai dari sertifikat halal, nomor legalitas produksi Pangan-Industri Rumah Tangga (P-IRT), bahan penyusun serta yang terpenting adalah kandungan gizi dari produk Browkaf.

Dibantu dengan 2 orang karyawan, Nungki mengaku bisa menghabiskan tak kurang dari 100 kg tepung mocaf untuk 2 bulan. Tepung olahan singkong tersebut didatangkan langsung dari Bandung yang merupakan sentra tepung mocaf. Meskipun terbilang lebih mahal, namun Nungki yakin bahwa kualitas dan juga keterjaminan kesehatan dapat menjadi kelebihan dari proud Browkaf.

Baca juga: Donat Lukis ~ Uniknya Bisnis Kuliner Donat yang Dapat “Berbicara”

Dengan harga sekitar Rp35 ribu untuk kotak kecil dan Rp50 ribu untuk kotak besar, saat ini ia sudah bisa menjual ke beberapa lokasi di sekitaran Depok serta membuka penjualan online lewat beberapa resellernya. Kini dari bisnisnya, Nungki bisa meraup omzet bersih sekitar Rp5 juta perbulan.

Tak hanya mampu mengembangkan usaha, tentunya upaya yang dilakukan Nungki lewat pemilihan bahan pembuatan kue yang sehat, tentu menjadi kelebihan yang menguntungkan terutama bagi para konsumen. Enterpreneur wanita yang satu ini memiliki keyakinan bahwa, usahanya akan lebih bermakna jika dapat memberikan hal positif untuk lebih banyak orang.

“Memang agak mahal harga tepungnya. Tapi, tidak masalah, karena kita ingin membuat orang bisa ngemil tanpa takut gemuk. Kita juga ingin memberdayakan petani singkong, karena harga singkongnya menjadi mahal jika dijadikan tepung mocaf,” yakin Nungki.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud