Donat Lukis ~ Uniknya Bisnis Kuliner Donat yang Dapat “Berbicara”

Donat Lukis ~ Uniknya Bisnis Kuliner Donat yang Dapat “Berbicara”

Donat Lukis
Image dari Google.com

Dalam berbagai macam bisnis, kreatifitas selalu menjadi tolak ukur kesuksesan yang tidak dapat dikesampingkan. Dengan kreativitas, tak jarang sebuah bisnis yang awalnya nampak biasa saja akan berubah menjadi bisnis dengan potensi yang luar biasa.

Pentingnya sisi kreativitas tersebut berhasil diwujudkan oleh seorang pengusaha muda bernama Saiful Ramdan. Meski awalnya sudah mendapatkan sebuah bisnis yang diturunkan oleh keluarganya, tak serta-merta membuat Ramdan ikut arus begitu saja. Memutar otak untuk mencari kreatifitas yang lebih dalam, pemuda asal Pamulang Tangerang Selatan ini mencoba mengkreasikan produk donat yang telah dikembangkan oleh keluarganya menjadi produk yang lebih menarik dan inovatif. Hingga akhirnya ia berhasil mengembangkan sebuah donat yang mampu “berbicara”.

Ingin tahu bagaimana kisah lengkap Syaiful Ramdan dalam mengembangkan bisnis uniknya tersebut? Berikut ulasannya.

Menjalankan Bisnis Keluarga

Pada tahun 2013, Ramdhan pertama kali mulai aktif mengelola bisnis donat yang telah dijalankan oleh keluarganya sejak beberapa tahun lalu. Setelah mendapatkan kepercayaan tersebut, tak lantas membuat Ramdan diam begitu saja dan menjalankan bisnis yang telah ada. Hal tersebut juga didasarkan karena potensi pasar produk donat konvensional sudah mulai tergeser oleh berbagai macam kuliner modern yang lebih menarik.

Inilah tantangan bisnis yang ingin dijawab oleh seorang Ramdan. Dengan peralatan yang sudah ada serta ilmu membuat donat yang telah ia pelajari dari sang orang tua, memang tidak terlalu sulit baginya untuk mengembangkan bisnis di bawah upayanya sendiri.

Artikel lain: Roti Bakar 88 ~ Mengintip Legitnya Bisnis Kuliner Roti Bakar Spesial

Setelah masa pengembangan tak kurang dari 2 bulan serta menelan biaya yang cukup besar untuk mencoba berbagai varian dan jenis donat terbaru, akhirnya Ramdan berhasil mengembangkan varian donat yang dirasa masih cukup baru kala itu. Donat kreasi Ramdan tersebut pada dasarnya mengambil konsep produk kuliner yang dapat “berbicara”. Kog bisa?

Kembangkan Donat yang Bisa “Berbicara”

“Berbicara” di sini tentu tidak dapat diartikan secara harfiah, namun lebih pada keunggulan yang ingin diusung yakni lewat donat tersebut pembeli bisa mengekspresikan atau menyampaikan pesan tertentu. Bagaimana caranya? Caranya yakni dengan menuliskan atau menggambarkan tampilan unik seperti karakter kartun, emoji, kata-kata khusus hingga bermacam gambar sesuai dengan pesanan pelanggan.

Selain itu untuk masalah bentuk donat, pada umumnya kita menemui produk donat yang khas dengan lubang di tengahnya. Namun donat kreasi Ramdan ini sedikit berbeda di mana lubang tengah akan hilang dan digantikan isian berupa keju ataupun coklat yang lezat. Tak cukup itu saja, seluruh tubuh donat yang diberi nama “Donat Lukis” tersebut, dilumuri oleh lelehan coklat sebagai landasan untuk melukiskan gambar atau tulisan di atasnya.

Fokus Pasarkan Donat Lukis Secara Online

Menilik kembali pada awal mula pengembangan usaha Donat Lukis milik Ramdan, tentu tidak langsung berhasil mendapatkan kesuksesan. Kala itu sistem penjualan yang diterapkan oleh Ramdan adalah dengan menitipkan produk donatnya di kantin kantin sekolah. Dengan harga donat yang mencapai Ro.5000 perbiji, tentu cukup berat dan tidak mampu dijangkau oleh para siswa sekolah dasar. Hasilnya, produk donat lukis yang sebenarnya sangat unik dan menarik tersebut sulit laku bahkan tak jarang harus merugi.

Hingga pada suatu hari Ramdhan berfikir mengapa tidak memasukkan produk Donat Lukisnya secara online. Berbekal website khusus serta akun #media sosial, mulai memasarkan bisnisnya tersebut. Mengenai layanan yang ditawarkan, pelanggan bisa memesan secara online yang akan langsung dikirim kan pada alamat tertentu. Atau jika ingin mengambilnya sendiri, setelah memesan pelanggan bisa mengambil donat lukis pesanannya langsung di tempat produksi milik Ramdan.

Meski berfokus pada pemasaran online, ia tetap tidak meninggalkan konsep offline untuk memperkenalkan brand produk donatnya. Berkaca pada pengalaman yang sudah lalu, sistem offline yang diterapkan oleh Ramdan hanya berkisar dari mulut ke mulut dan juga menawarkan pada tetangga rumahnya. Namun justru dari gabungan 2 strategi marketing tersebut, produk Donat Lukis milik Ramdan semakin banyak dikenal yang tentu saja semakin meningkatkan jumlah pesanan.

Baca juga: Putuholic, Bisnis Waralaba Kudapan Tradisional Khas Indonesia

Berupaya Memberikan yang Terbaik

Sebagai pengusaha yang mengelola #bisnis kuliner, kualitas satu menjadi hal yang paling penting ketika menjalankan bisnis. Begitu juga dengan Ramdan yang selalu berusaha memberikan kualitas terbaik mulai dari bahan pembuat kue serta jaminan kebersihan produknya. Hal tersebut diwujudkan dengan membuat izin Dinas Kesehatan untuk produk donat lukis, serta mengusahakan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Saat ini bisnis Donat Lukis, telah berhasil memberikan pendapatan yang lumayan besar bagi pemiliknya. Untuk skala usaha rumahan, omset yang mencapai belasan juta rupiah tentu terbilang menjanjikan. Ke depan target berikutnya yang ingin diraih oleh Ramdhan adalah mengembangkan konsep kemitraan donat lukis.

Bagi rekan-rekan yang ingin mengikuti jejak mengembangkan bisnis kuliner kreatif, tidak ada salahnya untuk menjadikan kisah Ramdan di atas sebagai motivasi. Bahwa kreativitas dipadu dengan usaha keras akan menghasilkan peluang usaha yang sangat potensial. Semangat berbisnis!

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan