Belajar Pentingnya Diferensiasi Dan Spesialisasi Dari Brand Bisnis Oakley

Image dari Techtren.com

Bagi rekan-rekan yang mempunyai hobi olahraga, terutama olahraga luar ruangan mungkin ada yang tahu merk yang satu ini. Yakni Oakley, sebuah brand yang mengkhususkan diri memproduksi beragam peralatan olahraga dengan spesialisasi produk kacamata.

Saat ini bisa dibilang Oakley telah menjadi salah satu brand besar yang mampu bersaing dengan raksasa di bidang produk olahraga seperti Nike serta Adidas. Meski diawali dari modal yang sangat kecil, buktinya Oakley tetap mampu bertahan selama bertahun-tahun.

Lalu apa rahasianya? Hal ini terungkap dalam kisah sang pendiri Oakley, Jim Jannard berikut ini.

Rahasia Kesuksesan Bisnis Oakley

Menilik kembali ke belakang, Oakley pertama kali dikembangkan pada tahun 1975 oleh Jim Jannard.  Pada waktu itu, ketika awal membangun bisnis, Jim hanya memulainya dengan modal sebesar 300 dolar saja. Uang tersebut merupakan modal awal ketika dirinya berfikir untuk membuka usaha ketimbang menjadi pegawai atau sejenisnya.

Yang ia fikirkan kala itu adalah membuat produk yang memiliki segmentasi terbatas. Ia ingin membuat produk yang berbeda dari produk-produk yang sudah ada. Menurutnya ketika ingin bersaing dan mampu mendapatkan perhatian dari konsumen, salah satu hal terpenting adalah menghadirkan alternatif produk yang lebih baik dan berbeda.




Artikel lain: 9 Pelajaran Bisnis Berharga Dari Starbucks Coffe

Selain itu, Jim juga ingin menghadirkan produk yang benar-benar sesuai untuk target market yang spesifik. Diharapkan, nantinya produk tersebut dapat menjadi produk kepercayaan dan banyak dipakai konsumen di seluruh dunia.

Dan produk pertama yang dicetuskan adalah, kacamata. Pada waktu itu masalah yang sering dihadapi kode produk kacamata adalah bahannya yang berat, serta dapat menimbulkan gatal di bagian telinga pemakai. Oleh karena itu., Jim mengembangkan kerangka kacamata yang terbuat dari bahan khusus bernama unobtanium.

Bahan ini memang belum terlalu lazim untuk digunakan sebagai kerangka kacamata, namun hasilnya luar biasa karena dari sisi berat ternyata sangat ringan sehingga tidak membebani bagian hidung pemakai. Selain itu bahan ini juga tidak menimbulkan efek alergi ataupun gatal di area telinga.

Tidak cukup itu saja, produk kacamata yang memiliki daya tahan tinggi tersebut juga dirilis secara custom alias bisa disesuaikan dengan ukuran wajah pemakai sehingga lebih nyaman dan terkesan trendi. Berbekal segudang kelebihan tersebut, tidak mengejutkan bila kemudian banyak konsumen yang langsung jatuh hati ketika menggunakan produk Jim.




Di sinilah awal lahirnya brand bisnis Oakley.

Perkembangan Bisnis

Sedikit fakta menarik, bisnis Oakley ternyata dimulai dari garasi milik Jim.  Pada waktu itu Jim sama sekali tidak mempersoalkan dimana ia harus membuka usaha, yang terpenting adalah keunikan dari produk yang ia buat. Selain itu, fakta menarik lain, ternyata nama Oakley terinspirasi dari nama anjing milik Jim yang berjenis english setter.

Setelah produk kacamata pertama yang diberi nama The Oakley Grip sukses mencuri perhatian konsumen, Jim tidak tinggal diam untuk terus mengembangkan bisnis. Ia kemudian mengembangkan produk lain seperti sarung tangan, pelindung siku, plat nomor serta kacamata yang dikhususkan untuk para pemain sepeda BMX dan motor cross.

Alasan mengapa membuat produk kacamata yang khusus dibuat untuk komunitas adalah, agar mampu menarik pasar tertarget serta membentuk brand image yang bagus. Cara ini terbukti sangat mujarab untuk menyentuh kalangan khusus utamanya komunitas penggemar olahraga. Oleh sebab itu Oakley berhasil mendapat tempat di hati komunitas BMX dan motocross bahkan dalam waktu yang cukup singkat.

Baca juga: Evrawood ~ Bisnis Tas Casual Urban Yang Telah Menembus Pasar Mancanegara

Yang bisa kita pelajari adalah, pertama bagaimana cara Jim Jannard memasukkan unsur spesialisasi kepada produk yang dibuat. Tidak ingin mengikuti arus denganmu produksi produk umum, ia menciptakan terobosan untuk menyasar target market khusus. Lewat kacamata BMX dan motor cross, Oakley membuktikan bahwa strategi spesialisasi yang mereka kembangkan berhasil dengan gemilang.

Kemudian, pelajaran kedua yakni tentang strategi diferensiasi lewat penciptaan beragam produk yang berbeda. Kreativitas dan inovasi yang selalu berkembang untuk menciptakan produk baru, membuat konsumen tetap memilih Oakley meskipun dari segi popularitas masih berada di bawah brand apparel besar seperti Nike dan Adidas.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud