Bagor Lengko ~ Peluang Kemitraan Bisnis Kuliner Bakso Goreng Khas Malang

Bagor Lengko

Image dari Facebook.com

Siapa yang tak tahu menu atau sajian kuliner yang satu ini yaitu bakso. Makanan dengan ciri khas daging bulat yang disajikan dengan mie dan kuah ini memang sudah sangat populer untuk masyarakat Indonesia. Karena saking populernya, panganan ini terus berkembang menjadi beberapa jenis dan variasi. Kreativitas adalah penyebab terjadinya munculnya beragam jenis bakso.

Salah satu variasi bakso yang muncul dari inovasi dan kreativitas tersebut adalah bakso Bagor Lengko asal Malang. Bagor lengko ini sendiri memiliki keunikan karena bakso ini disajikan dengan cara digoreng. Mengapa sajian bakso dengan cara digoreng ini unik? Sebab umumnya bakso yang ada disajikan dan disantap dengan kuah. Lalu seperti apakah kisah bakso Bagor Lengko ini sendiri? Berikut ulasannya.

Sajian Bakso Bagor Lengko

Bakso Bagor Lengko ini sendiri adalah kreasi dari Gaguk Sejiwan. Ia mengawali usahanya ini di tahun 2009 di Kota Malang, Jawa Timur. Menurut pengakuannya, Gaguk awalnya menjual bakso bakar di tahun 2006, tapi karena banyaknya pesaing akhirnya Gaguk membuat inovasi ke bakso goreng di 2009. Bakso Bagor Lengko sendiri memiliki banyak variasi menu dan sajian.

Beberapa sajian dan menu dari bakso Bagor Lengko adalaha bakso sapi, bakso ikan, bakso udang, bakso ayam dan tahu bakso. Untuk harga bakso Bagor lengko sendiri dibanderol mulai dari Rp 8.500 – Rp 12.000 per porsi.

Artikel lain: Haesanmul Gansig ~ Legitnya Bisnis Kuliner Bakso Tusuk Khas Korea Selatan




Tawarkan Kemitran

Setelah setahun beroperasi, pada akhir tahun 2010 Gaguk membuka #kemitraan usaha yang disebutnya akan menguntungkan mitra. Dalam kemitraan bersama Bagor lengko ini sendiri Gaguk menawarkan paket investasi senilai Rp 6,5 juta. Dengan paket investasi ini mitra akan mendapatkan beberapa fasilitas bahan baku serta perlengkapan seperti rombong atau gerobak, brand Bagor Lengko, peralatan lengkap (kompor, wajan, dan lain-lain) serta produk awal sebanyak 100 porsi.

Dalam kemitraan ini sendiri Gaguk menargetkan mitra dalam satu gerai bisa menjual antara 400 hingga 800 porsi setiap minggunya. Jika mitra mampu memenuhi target penjualan dari Gaguk ini maka mitra diyakini bisa meraup omzet mulai Rp 13,6 juta–Rp 27,2 juta per bulan. Laba bersih yang bisa didapat dari mitra dari kerjasama ini adalah sekitar 30%.

Menurut Gaguk hal ini sangat mungkin dicapai oleh setiap mitra sebab panganan yang satu ini akan selalu menarik banyak konsumen. Dengan asumsi dan perhitungan di atas, maka Gaguk menyakini mitra bisa mencapai BEP (Break even Poin) atau kembali modal dalam bulan keenam sejak memulai kemitraan.

Ketentuan Kerjasama Kemitraan

Untuk tempat berjualan, mitra diharuskan menyiapkannya sendiri. Untuk lebih memaksimalkan penjualan dan omset, Gaguk menyarankan dan mengharuskan agar mitra mendiskusikannya terlebih dahulu dengan pihak pusat. Jika tempat dan lokasi usaha dirasa cukup baik dan menguntungkan maka pihak pusat akan menyetujuinya. Namun jika tidak menguntungkan maka mitra diharuskan mencari tempat atau lokasi usaha yang lebih menjanjikan.

Masih mengenai tempat dan lokasi usaha, Gaguk menyarankan agar mitra tidak menempatkan usahanya pada jarak yang dekat antar gerai Bagor lengko lainnya. Dalam hal royalti, kemitraan ini ditegaskan oleh gaguk bahwa dirinya yang mewakili pusat tidak akan menarik royalti fee ke mitranya. Namun demikian, mitra diwajibkan membeli bahan-bahan bakso dari pusat, tentunya dengan harga grosir.




Baca juga: Iga Bakar Mang Opan ~ Hadirkan Menu Kuliner Spesialis Iga Bakar dengan Harga Terjangkau

Masih Berfokus Pada Wilayah Malang Raya

Sampai saat ini, Bakso Bagor Lengko telah mempunyai 11 mitra yang tersebar di Malang dan sekitarnya. Dalam kemitraan ini pun Gaguk masih coba memfokuskan dan memprioritaskan perluasan usahanya di daerah Malang Raya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan menurutnya untuk memperkuat fondasi dan merapikan sistem kemitraan. Diakui Gaguk bahwa dirinya memang mendapat beberapa tawaran di luar Malang.

Namun karena masih dalam proses belajar untuk mengembangkan usaha, jadi di wilayah Malang Raya akan masih banyak dilakukan evaluasi dan koreksi untuk proses perbaikan usaha. Maka dari itu Gaguk sengaja ingin berfokus dulu di area atau wilayah Malang Raya untuk kemitraan ini. Namun demikian, nantinya tak menutup kemungkinan Gaguk juga akan membuka kemitraan di luar Malang.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud