Alvin Tjitrowirjo ~ Desainer Muda Berbakat Dengan Prestasi Memikat

Image dari Pinterest.com

Alvin Tjitrowirjo bisa dibilang sebagai salah satu putra bangsa yang sudah mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Bagaimana tidak designer muda yang satu ini bahkan pernah ambil bagian langsung dalam pameran XXI Triennale, di Milan, Italia. Pada pameran tersebut Alvin menjadi satu dari sedikit designer serta seninam yang berasal dari 10 negara di Asia.

Kualitas desain produk buatan lulusan Royal Melbourne Institute of Technology tahun 2004 ini orisinal dan mencerminkan memiliki identitas lokal yang kental walaupun dibalut dengan gaya yang modern. Inilah kelebihan yang coba ia tawarkan untuk melakukan revolusi industri kreatif di Indonesia.

Kecintaan Pada Kebudayaan Indonesia

Pada dasarnya Alvin mengaku bahwa dirinya sangat menyukai berbagai hal yang berkaitan dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Salah satunya kerajinan tangan dan juga desain dari produk kerajinan Indonesia.

Namun yang membuat dirinya miris adalah, ternyata masih banyak hal kekayaan budaya Indonesia yang justru bukan dimanfaatkan oleh anak negeri sendiri, melainkan pihak asing.

Artikel lain: Hamzah Izzulhaq ~ Bisnis Sejak SD, Kini Omzet Bisnisnya Mencapai Ratusan Juta Perbulan

“Sepulang dari Australia, saya bekerja dan melihat bahwa Indonesia itu sangat kaya akan natural resources dan craftmantship-nya, tapi sayangnya masih banyak dipakai demi kepentingan merek-merek luar negeri. Saya merasa prihatin dan merasa harus membuat perubahan,” ujar alvin.

Ketika pertama kali mengembangkan usaha, yang coba ditawarkan Alvin adalah membuat furniture yang tidak hanya kental nuansa Indonesia namun memang dibuat khusus sesuai dengan jati diri bangsa ini. Lagi-lagi, ini juga dikarenakan pengalaman dirinya melihat banyak pabrik furniture di Indonesia yang justru hanya mengikuti pesanan luar negeri.

“Berangkat dari kefrustrasian saya terhadap industri furnitur yang ada di Indonesia. Saat itu saya melihat pabrik furnitur ada banyak di Indonesia. Mereka bikin barang kualitasnya bagus tapi tidak ada yang mendesain sendiri. Jadi semua itu hanya terima order dari luar negri. Jadi pada dasarnya orang-orang ini hanya menjadi “tukang jahit”. Sampai sekarang ini Indonesia terkenalnya hanya sebagai tukang jahit yang bagus,”ucapnya.

Membangun Studio Dari Nol

Di tahun 2006 lalu, ia mulai membangun studio kerajinannya sendiri mulai dari nol. Tidak ada investasi maupun bantuan terkait dengan usahanya tersebut. Namun ia tetap optimis bawa langkahnya tersebut bisa membawa perubahan.

“Saya memulai semuanya dari rumah. Jujur saja saat membangun studio ini modalnya nol. Dalam artian saya tidak investasi capital atau nilai finansial dalam jumlah tertentu untuk hire orang, atau langsung sewa tempat, dan lain-lain,” ungkap Alvin.




Bahkan untuk mendukung usahanya tersebut ia melanjutkan studi Program Master (Product Design) di IED European Design Labs Madrid di Spanyol. Baru pada tahun 2009, dia pulang ke Indonesia dan mulai membangun studio.

Misinya masih sangat sama, dia ingin para pekerja kreatif di Indonesia tidak hanya terpaku model yang berasal dari luar negeri. Padahal dari sisi kualitas pengerjaan, kreator di Indonesia bisa dibilang sangat baik.

“Saya mau mencoba mengedukasi pasar bahwa kita pun bisa keren dengan gaya kita sendiri. Kita tidak harus selalu mengikuti apa yang ada di budaya barat. Jadi yang keren itu tidak harus selalu keperancis-perancisan atau ke italia-italiaan. Itulah yang ingin saya lakukan,” kata Alvin penuh keyakinan.

Dari situlah founder PT Desain Indonesia Bagus tersebut mulai menghasilkan karya dari tangan pekerja Indonesia sendiri dan memiliki sentuhan nilai Indonesia yang kental. Perlahan namun pasti, konsumen mulai tertarik dan semakin banyak konsumen yang memesan hasil furniture ala Indonesia karya Alvin.

“Pasar yang terbentuk yaitu mereka yang bisa menghargai apa yang saya lakukan, meski jumlahnya hanya sedikit. Mereka bisa menghargai, mereka mau beli, mereka ada projek interior dan furnitur yang ingin dikerjakan,” tegasnya.

Baca juga: Ihsanudin Fanani ~ Kembangkan Hobi Menjadi Bisnis Online Beromzet Ratusan Juta

Semakin berkembang, bisnis furniture dan kerajinan yang dia ciptakan sudah mampu menembus pasar internasional. Setidaknya ya memiliki 12 karyawan dengan 4 buah pabrik yang memproduksi banyak perangkat furniture bertema Indonesia.

“Saya ingin alvinT ini menjadi brand kelas Internasional. Di sisi lain, kami juga ingin menjadi pemimpin di Indonesia untuk segmen brand furniture Indonesia yang dibuat secara lokal, namun bergaya kontemporer, bergaya modern.”



1 comment on this postSubmit yours
  1. mantab, indonesia memang gudangnya klo urusan seni

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud