4 Syarat Bangun Jaringan Bisnis Berbasis Digital Kian Kuat

Image dari 420intel.com

Image dari 420intel.com

Pertumbuhan perusahaan berkonsep elektronik dan berbasis jaringan #internet saat ini memang telah menjadi perhatian yang cukup serius. Tidak hanya bagi kalangan pebisnis, pemerintah pun semakin ikut andil berpartisipasi mengatur dan memberikan kebijakan terkait bisnis berbasis digital ini.

Beberapa kalangan dan pakar memang memiliki harapan besar terhadap perkembangan ekonomi berbasis digital ini. Seperti apa yang diungkapkan oleh Shinta Dhanuwardoyo, founder Bubu.com yang menyatakan optimisme-nya pada masa masa depan industri digital di Indonesia. Menurutnya, pengembangan industri digital akan berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi nasional.

Saat menyelenggarakan IDByte 2015 dengan tema”Connected E-Conomy” atau “Ekonomi Terkoneksi”, Shinta menyatakan bahwa ada empat hal yang perlu diperkuat dalam mewujudkan ekonomi dan bisnis berbasis digital ini. Lalu apa saja empat hal dan syarat yang bisa memperkuat bisnis terkoneksi digital dan internet ini? Berikut ulasannya.

1. Penetrasi Perangkat Elektronik

Syarat pertama yang diungkap oleh Shinta untuk memperkuat ekonomi dan bisnis berbasis digital adalah penetrasi perangkat elektronik. Karena ini adalah bisnis berkonsep digital elektonik tentunya membutuhkan adanya perangkat yang bisa mendukungnya. Perangkat ini diperlukan sebagai media atau sarana untuk menghubungkan penyedia layanan ke customer.

Menurut Shinta, pengetahuan dan pendidikan yang menyeluruh kepada masyatakat tentang penggunaan perangkat elektronik adalah salah satu kunci pengembangan ekonomi terkoneksi. Beberapa perangkat elektronik seperti #smartphone, tablet, PC merupakan beberapa perangkat yang bisa dijadikan sarana dan dukungan komunikasi bisnis digital.




Artikel lain: Indonesia Punya Potensi Technopreneur Cerah Di Masa Mendatang

2. Konektivitas yang Mumpuni

Jaringan internet sebagai basis koneksi yang bisa menghubungkan penyedia layanan dan customer merupakan hal dan syarat penting yang juga bisa memperkuat ekonomi atau bisnis berbasis digital ini. Semakin tinggi tingkat konektivitas internet yang ada maka makin besar pula kesempatan dan peluang sebuah bisnis berbasis digital menjadi kuat dan sukses.

Dalam hal ini Shinta yakin bahwa koneksi internet akan semakin besar berperan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, untuk menunjang efisiensi dan produktivitas ekonomi berbasis teknologi, konektivitas memang menjadi syarat utama dalam memperkuat ekonomi berbasis digital.

Lebih lanjut Shinta memberikan contoh seperti mekanisme kerja layanan ride-sharing Gojek. Awalnya ojek sendiri-sendiri, namun karena adanya koneksi yang baik maka dengan #aplikasi Gojek, semua bisa terhubung dan menjadi satu kesatuan.

Menurut Shinta Gojek memang telah menjadi salah satu aplikasi yang sifatnya inovatif, solutif, sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi para pengemudinya. Pasalnya, penumpang lebih mudah mencari ojek dan pengemudi ojek pun lebih produktif menggarap permintaan konsumen. Ini semua disebabkan oleh penetrasi internet yang membuka banyak kesempatan dan peluang.




3. Pertukaran Informasi

Arus informasi saat ini memang begitu deras dan kencang. Anda mungkin saja bisa ketinggalan zaman saat Anda tidak memperbarui informasi Anda selama beberapa hari saja. Arus informasi yang bergulir deras ini tentunya menajdi suatu hal yang akan membantu penguatan ekonomi atau bisnis berbasis digital.

Kelancaran informasi memang dibutuhkan oleh sebuah ekonomi atau bisnis berbasis digital. Menurut Sandiaga Uno, pengusaha sekaligus Ketua Divisi Teknologi Asosiasi Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyatakan bahwa semua pelaku ekonomi membutuhkan kecepatan dan ketepatan pertukaran informasi. Hal ini lagi-lagi harus didukung koneksi yang mumpuni.

Terkait hal ini, Sandiaga mengatakan bahwa APPSI tengah menjalin kerjasama dengan Internet.org, sebuah proyek penyediaan internet gratis dari #Facebo0k. Kerjasama ini sendiri dimaksudkan untuk memungkinkan akses internet gratis bagi para pedagang pasar. “Dengan akses internet, para pedagang bisa lebih mudah mengetahui informasi harga, SDM, ketersediaan sembako dan informasi penting lainnya. Ini bisa meningkatkan produktivitas hingga 75 persen,” jelas Sandiaga.

Baca juga: 10 Tahun Mendatang, Beberapa Pekerjaan Unik Ini Mungkin Akan Benar-Benar Ada!

4. Transaksi

Terakhir, syarat untuk memperkuat ekonomi dan bisnis berbasis digital adalah transaksi. Namanya juga bisnis, tentu akan ada kegiatan transaksi antara penyedia layanan (penjual) dan pembeli atau penikmat layanan. Tujuan bisnis digital ini sendiri pada dasarnya mengacu pada transaksi yang lebih efektif dengan memberdayakan #teknologi.

Seperti contoh pada bisnis Gojek, transaksi ekonomi berbasis teknologi akan terimplementasikan antara customer (pemesan) dan penyedia layanan yang diwakili para driver-nya. Penumpang awalnya akan memesan ojek lewat aplikasi digital, menggunakan perangkat elektronik dan memanfaatkan koneksi internet.

Selanjutnya penyedia layanan yang diwakili driver Gojek akan memberikan jasa pengantaran pada penumpan. Setelah jasa diberikan maka akan ada transaksi berupa pembayaran oleh penumpang dengan jumlah biaya tertentu.



1 comment on this postSubmit yours
  1. dunia dalam genggaman

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud