Beranda Pemasaran Tips SEO Untuk Situs Berita dan Artikel Pendek, Rekomendasi Dari Google

Tips SEO Untuk Situs Berita dan Artikel Pendek, Rekomendasi Dari Google

SEO Untuk Situs Berita dan Artikel Pendek

Apakah Anda punya website berita atau situs yang sering mempublish informasi terbaru dengan artikel pendek atau singkat?

Kalau iya, maka Anda harus tahu tips SEO untuk situs berita dan artikel pendek agar konten tersebut dapat teroptimasi di mesin pencari Google.

Kita sangat sering membaca jargon “Content is the King” atau dalam bahasa Indonesia “Konten adalah Raja”. Semua jenis website membutuhkan konten yang baik untuk Search Engine Optimization (SEO) agar mudah ditemukan di mesin pencari Google.

Pada umumnya, konten yang panjang lebih disarankan oleh para praktisi SEO. Lalu, bagaimana mengoptimasi konten situs berita dan artikel pendek yang memang tidak memerlukan penjelasan panjang?

Simak ulasan selengkapnya di artikel ini.

Praktik SEO Terbaik untuk Situs Berita dan Artikel Pendek

Dalam sebuah wawancara, John Mueller dari Google menjawab pertanyaan tentang praktik SEO terbaik untuk situs berita, terutama yang berkaitan dengan penerbitan artikel pendek.

Seperti kita ketahui, artikel di situs berita umumnya tidak mementingkan artikel yang panjang. Menurut John Mueller, terkadang artikel yang lebih pendek lebih cocok untuk kueri tertentu.

Dikutip dari situs Search Engine Jurnal, seorang praktisi SEO bernama Lene Hegland yang menjalankan sebuah website berita, bertanya kepada John Muller mengenai risiko yang mungkin terjadi pada artikel pendek yang sering dipandang sebagai thin content atau konten tipis.

Lebih lanjut Lene Hegland bahkan mempertimbangkan untuk memberikan tag noindex untuk artikel pendek di websitenya. Hal ini dilakukan dengan harapan agar artkel pendek di websitenya tidak merusak peringkat websitenya secara keseluruhan.

Kekhawatiran Lene Hegland tersebut sangat beralasan. Pasalnya, mesin pencari Google memberikan cap “buruk” pada thin content dan berpengaruh pada sebuah website secara keseluruhan.

Para praktisi SEO mengetahuai bahwa pembaruan algoritma Google Panda dirancang untuk mengurangi prevalensi thin content yang memiliki sedikit atau tidak ada nilai tambah di dalamnya.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh Lene Hegland dan pemilik website berita lainnya terhadap artikel pendek di situs mereka? Apakah perlu memberikan tag noindex pada artikel pendek agar Google tidak melihat konten tersebut?

Berikut ini beberapa praktik yang direkomendasikan oleh John Mueller.

Tips SEO Untuk Artikel Pendek, Dari John Mueller

Menurut John Mueller, pemberian tag noindex pada artikel pendek merupakan keputusan pada pemilik website. Apakah pemilik website ingin halaman artikel pendek tersebut diindeks atau tidak oleh Google.

Lebih lanjut John Mueller mengatakan bahwa pemilik website tidak harus memberikan tag noindex pada artikel pendek. Alasannya, karena terkadang sebuah berita, informasi, atau cerita yang singkat tidak masalah untuk disampaikan di website.

“If you don’t want them showing up in search you can use noindex, but I don’t think you would need to noindex something just because it’s a short news article.

Sometimes short articles are completely fine. I wouldn’t focus so much on the length of the article, but rather do you want it indexed or not?” – John Mueller, Google.

“Jika Anda tidak ingin mereka (artikel pendek) muncul di penelusuran, Anda dapat menggunakan noindex, tetapi menurut saya Anda tidak perlu melakukan noindex sesuatu hanya karena ini adalah artikel berita singkat.

Terkadang artikel pendek tidak masalah. Saya tidak akan terlalu fokus pada panjang artikel, tetapi apakah Anda ingin artikel itu diindeks atau tidak? ” – John Mueller, Google.

Lene Hegland mengatakan ya, dia ingin artikel pendeknya diindeks di penelusuran Google, tetapi dia khawatir hal tersebut akan memberikan singal negatif.

Lalu, John Mueller kembali meyakinkan Lene Hegland dengan mengatakan bahwa Google tidak peduli dengan panjang konten.

“For web search, we don’t care about the length of articles. I don’t know if there’s any policy around Google News. Especially if you mentioned that this is on a news website – I vaguely recall some errors that we had in Search Console way in the beginning where we would show this news article is too long or too short.

Maybe that’s something that plays a role there with regards to news content. If that is the case then you can also use the Googlebot news metatag to specifically block it from Google News. So that you can keep it shown in search and just block it for Google News.” – John Mueller, Google.

Menurut John Mueller, konten pendek tidak secara otomatis dipandang sebagai thin content karena search engine Google tidak menilai konten berdasarkan panjangnya saja.

Artikel yang panjang juga memiliki risiko yang sama untuk dilihat sebagai thin content jika penuh dengan spam, atau jika tidak menyumbangkan sesuatu yang unik pada sebuah website.

Konten duplikasi atau disalin dari sumber lain, tanpa tambahan informasi baru juga bentuk lain dari thin content.

Artikel yang singkat dan padat dapat memberikan value jika menyumbangkan sesuatu yang baru dan berguna untuk pengguna website, misalnya berita terbaru yang tidak dimiliki oleh situs lain.

Konten singkat juga bisa digunakan jika dapat menjawab kueri pengguna internet. Karen pada dasarnya Google bertujuan untuk memberikan hasil terbaik untuk setiap pencarian, bukan yang terpanjang.

Berikut video wawancara lengkapnya.

Itulah penjelasan dan saran dari John Mueller bagi para praktisi SEO dan pemilik situs berita yang dikutip dari laman Search Engine Land.

Jadi, pada dasarnya situs berita memang membutuhkan praktik SEO untuk setiap kontennya. Dan konten berita yang berisi artikel pendek pun tidak otomatis dianggap sebuah thin content atau konten tipis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here