Beranda Social Media TikTok Akan Meluncurkan Fitur Ecommerce, Pesaing Baru Facebook dan Instagram

TikTok Akan Meluncurkan Fitur Ecommerce, Pesaing Baru Facebook dan Instagram

TikTok Akan Meluncurkan Fitur Ecommerce

Kabar terbaru dari TikTok, lagi! Aplikasi sosmed pesaing Facebook dan Instagram ini akan melakukan ekspansi agresif di tahun 2021 dengan meluncurkan fitur ecommerce.

TikTok sedang menjajaki fitur e-commerce baru untuk memonetisasi konten viral. Hal ini akan meningkatkan persaingan Tiktok dengan Facebook, Instagram, dan Youtube.

Menurut laporan Financial Times (www.ft.com), fitur ini baru akan dikenalkan di Amerika Serikat di mana mereka akan berhadapan langsung dengan raksasa besar Facebook.

Fitur Baru Sedang Digodog TikTok Di Tahun 2021

Salah satu di antara fitur-fitur tersebut adalah alat yang memungkinkan pengguna TikTok yang paling populer untuk berbagi tautan ke produk dan secara otomatis mendapatkan komisi atas penjualan yang terjadi.

TikTok juga akan meluncurkan fitur belanja “streaming langsung”, yaitu saluran belanja televisi versi ponsel, di mana pengguna dapat membeli barang dengan beberapa ketukan.

Berikut ini beberapa fitur yang sedang digodok Tiktok.

1. Kemungkinan Pengguna Bisa Memasarkan Produk Ala “Affiliate Marketing”

Menurut laporan Financial Times dan Vogue, aplikasi dari negeri tirai bambu ini akan meluncurkan sejumlah fitur yang diyakini akan menguntungkan para pengiklan dan pengguna sekaligus.

Salah satu fitur yang sudah sempat dibocorkan adalah “pengguna populer” bakal diperbolehkan membagikan link produk dan mendapatkan komisi secara langsung.

Strategi ini sebenarnya adaptasi dari affiliate marketing dimana pembuat video diperbolehkan menempatkan link produk yang diinginkan meskipun mereka tidak disponsori resmi oleh brand tersebut.

2. Brand Diijinkan Menampilkan Katalog Produk

Fitur yang dikembangkan selanjutnya yaitu pemilik brand diperbolehkan untuk menampilkan katalog di platform ini.  Kabarnya, aplikasi ini juga akan mengijinkan pengguna untuk melakukan “livestreamed” shopping.

Jadi ini mirip seperti versi mobile-nya television shopping channel. Nantinya pengguna bisa membeli produk dengan cukup melakukan “tap” saja dari smartphone setelah melihat katalog produk ditampilkan oleh bintang TikTok.

Fitur ini ternyata sudah dicoba di Amerika Serikat bekerjasama dengan Walmart tahun 2020 lalu. TikTok sendiri sudah bekerjasama dengan Shopify untuk memudahkan user melakukan transaksi.

Meski demikian, sistem periklanan ini masih dalam proses penggodokan sehingga kita belum bisa tahu bagaimana fitur baru ini bekerja.

3. Fitur Self-Service Ad Platform

Di samping itu Financial Times juga menuliskan kalau TikTok tahun ini sedang mengembangkan sebuah fitur self-service ad platform.

Hal ini akan memudahkan brand untuk mengatur iklan mereka sendiri secara online ketimbang harus melalui brand representative. Selain itu, hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam  hal ad targeting sampai dengan user tracking.

Tantangan dan Peluang Bagi Tiktok

Tahun lalu, TikTok menghadapi masalah serius dengan Amerika Serikat dimana mantan presiden Trump mengancam akan memblokir aplikasi ini karena dimiliki oleh Cina.

Meski status TikTok saat ini belum jelas setelah presiden baru Biden dilantik, beberapa pengiklan sudah merasa lebih rileks dalam hal ini.

Hal yang paling menarik dari TikTok ini adalah penggunanya yang didominasi oleh anak muda. Sekitar 40% penggunanya tidak memiliki akun Facebook, sementara 63%-nya tidak memiliki akun Twitter, menurut laporan Financial Times.

Jika realisasi ecommerce versi TikTok di Amerika Serikat sukses besar, bukan tidak mungkin kalau kita bisa menikmati fitur yang sama. Kehadiran fitur baru ini tentu bakal menjadi peluang baru bagi para pebisnis online.

Terlebih lagi untuk produk-produk yang membutuhkan review langsung agar mendapatkan kepercayaan calon pelanggan. Belum lagi peran influencer dan Gen-Z yang unik yang mana mereka sudah kebal dengan strategi marketing semacam “direct selling“.

Memang fitur ini baru bisa digunakan oleh pengguna Tiktok di Amerika. Tapi tidak menutup kemungkinan fitur-fitur ini akan hadir juga di Indonesia, suatu saat.

Kehadiran TikTok akan menjadi ajang kreatifitas bagi para influencer untuk adu kreatifitas memasarkan produk. Bukankah begitu?

Tinggalkan Balasan