TaniHub ~ Startup Kreatif Berwujud Ecommerce yang Bantu Para Petani

TaniHub

Image dari Gadgetgaul.com

Meski negara kita adalah negara agraris, bukan berarti lantas kesejahteraan petaninya sudah terjamin. Alih-alih sejahtera, para petani di negeri khatulistiwa ini masih banyak menghadapi kendala dan permasalahan yang membuat kehidupannya masih jauh dari kata makmur. Karena latar belakang inilah kemudian Michael Jovan (Jovan), mahasiswa Business Information System BINUS International bersama teman-temannya menciptakan #startup TaniHub.

Apa itu TaniHub? TaniHub sendiri adalah startup #ecommerce yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh para petani Indonesia untuk bisa menjual hasil panennya langsung ke konsumen. Dari sini maka para petani bisa mengambil keuntungan lebih besar karena terhindar dari tengkulak. Lalu bagaimana kisah Jovan membangun startup TaniHub ini? Berikut ulasannya.

Model Bisnis TaniHub

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa TaniHub merupakan bisnis ecommerce yang berfokus pada produk atau hasil petani. Dari sini maka model bisnis TaniHub adalah menjualkan hasil pertanian para petani untuk distribusikan atau dipasarkan langsung ke konsumen yang memesan lewat #aplikasi. Namun untuk memanfaatkan layanan dari TaniHub ini para petani diharuskan bergabung atau mendaftarkan dirinya pada manajeman TaniHub.

Setelah terdaftar maka hasil panennya nantinya akan dibantu dijual langsung ke konsumen tanpa melalui tengkulak. Pembeli sendiri nantinya akan datang dari masyarakat yang sedang membutuhkan hasil pertanian yang memesan lewat aplikasi TaniHub. Produk pertanian yang tersedia di TaniHub sendiri sangat beragam dari beras, sayuran, buah hingga produk peternakan seperti telur.

Artikel lain: Usung Konsep Anyar, Startup Sikumis.com Kini Fokus Sebagai Marketplace Agri bisnis

Profil Petani yang Menjual Produknya Lewat Tanihub

Untuk kategori petani yang bisa bergabung dengan TaniHub, Jovan tak membatasi petani tertentu saja. Jadi semua petani dari petani padi, hortikultura hingga peternak seperti ayam dan telur, semua bisa ditampung di TaniHub. Tapi menurut pria kelahiran Bandung 1 November 1993 ini setiap petani yang akan bergabung ke TaniHub harus memenuhi persyaratan standar kualitas dan kontinuitas atau ketersediaan selalu komoditasnya. Untuk teknis penentuan kualitas komoditi sendiri Jovan menggandeng kerjasama dengan tim ahli dari IPB, yang menangani hal ini mulai dari hulu hingga pasca panen.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa dengan TaniHub maka petani akan mampu menjual komoditi pertaniannya langsung ke konsumen tanpa harus melalui perantara (tengkulak). Namun dari sini muncul pertanyaan seberapa besar margin keuntungan yang bisa diperoleh petani dari menjual lewat TaniHub ini? Menurut Jovan, pihaknya sendiri membeli 10 % di atas harga jual yang mereka ke tengkulak.

Lebih lanjut Jovan menjelaskan bahwa inti sebenarnya dari hal ini bukanlah seberapa besar keuntungan yang didapat oleh petani namun bagaimana para petani bisa merasakan menjual komoditinya dan berhubungan langsung dengan konsumen. Karena selama ini menurut Jovan para petani tidak begitu paham konsumen, keinginan dan harapan konsumennya.

Maka dengan model bisnis yang ditawarkan TaniHub maka para petani bisa merasakan pengalaman baru, mengetahui konsumen dan pastinya mendapatkan keuntungan yang lebih baik lagi.

Jaminan Uang Kembali

Transaksi yang berlangsung di TaniHub sendiri semua dilakukan melalui aplikasi. Jadi setelah login, konsumen yang ingin membeli komoditi harus memasukkan data berupa nomor telepon dan alamat pengiriman. Kemudian setelah itu pembeli tinggal memilih item. Dalam setiap transaksinya sendiri TaniHub tidak membebankan ongkos kirim dan sistem pembayaran transfer bank.




Sayangnya, sampai saat ini TaniHub masih hanya melayani penjualan di wilayah Jabodetabek saja. TaniHub sendiri juga masih dalam tahap beta. Namun dengan penawaran jaminan uang kembali 100 persen bila barang tidak sampai ke tangan konsumen, maka garansi ini bisa jadi akan menarik banyak orang untuk menggunakan dan memanfaatkan TaniHub untuk kebutuhan pangan sehari-harinya.

Baca juga: Aplikasi Petani 8villages, Saatnya Petani Indonesia Menggunakan Media Sosial

Pencapaian TaniHub

Sampai tiga bulan beroperasi, TaniHub sudah memliki 24 rekanan petani yang bergabung. Untuk capaian aplikasi yang telah diunduh sendiri sudah mencapai sekitar 2.000 unduhan. Peningkatan unduhan aplikasi TaniHub sendiri terjadi pada bulan April 2016 kemarin saat dirinya mengikuti pameran yang kemudian booth-nya di dikunjungi Presiden Joko Widodo.

Setelah Pak Presiden mendukung usaha ini, dari situlah unduhan aplikasinya meningkat langsung dua kali lipat. Bicara transaksi sendiri, menurut Jovan nilainya masih terbilang masih kecil. Ini wajar mengingat TaniHub masih baru beroperasi.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud