Sukanto Tanoto – Berbisnis dgn Memanfaatkan SDA secara Maksimal

Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto

Memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) negara secara optimal dan mampu mendatangkan profit tentu bukan hal yang mudah. Banyak sekali hal yang perlu dipertimbangkan agar dapat memanfaatkan SDA tanpa menimbulkan kerugian bagi negara.

Pengolahan yang baik didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) akan mewujudkan pengelolaan SDA negara secara optimal. Dari sekian banyak pebisnis yang mampu melakukan hal tersebut, salah satunya adalah Sukanto Tanoto. Dialah sang pebisnis sukses yang merajai sektor kertas dan kelapa sawit di Indonesia.

Masa Kecil si Anak Sumatera

Terlahir dengan nama Tan Kang Hoo di Belawan, Sumatera Utara 25 Desember 1949, sejak kecil Sukanto Tanoto sudah gemar membaca buku apa saja, termasuk buku-buku mengenai revolusi Amerika dan Perang Dunia. Karakternya yang keras dan tegas diakuinya diturunkan dari perangai sang ibu. Sewaktu kecil, Sukanto sering dipukul dengan rotan oleh ibunya.

Namun dari sifat keras dan tegas yang diturunkan padanya, Sukanto kini berhasil menjelma menjadi pebisnis sukses yang memiliki sejumlah perusahaan. Sukanto muda bercita-cita menjadi seorang dokter. Namun takdir ternyata berkata lain. Di usianya yang ke-17, Sukanto dikejutkan dengan serangan stroke yang menimpa ayahnya.

Anak sulung dari 7 bersaudara ini lantas harus mulai menanggung kehidupan keluarga dengan meneruskan bisnis sang ayah yang kala itu menjual peralatan mobil dan bensin. Sepulang sekolah, ia kerap berdagang sambil membaca buku. Ya, buku-buku yang menjadi sumber inspirasi baginya untuk mempelajari dunia bisnis dan keterampilan lainnya.




Artikel lain: 20 Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2017

Mencari Sukses Dengan Merantau

Setelah memutuskan untuk pindah dari Belawan ke Medan, Sukanto melanjutkan bisnis onderdil mobil dan mulai mengembangkan bisnis seputar general contractor dan supplier. Awal mula Sukanto terjun ke bisnis general contractor ketika ia bertemu dengan Sjam, pejabat Pertamina dari Aceh. Saat itu Sukanto langsung mengiyakan tawaran untuk berbisnis di bidang contractor. Ia sempat membangun rumah dan instalasi pipa di Pangkalan Brandan serta sempat pula membangun lapangan golf di Prapat.

Sukanto tak hanya puas dengan bisnis contractor yang digelutinya. Ketika situasi impor kayu lapis dari Singapura ke Indonesia menghadapi hambatan, ia lantas berinisiatif mendirikan perusahan kayu yang diberi nama CV. Karya Pelita pada tahun 1972. Disaat belum ada pebisnis Indonesia yang memproduksi kayu lapis, Sukanto menjadi pelopor produsen kayu lapis yang kemudian mereguk kesuksesan. Ia kemudian mengubah nama perusahaannya menjadi Raja Garuda Mas pada tahun 1973 dan mulai mengekspor kayu lapis bermerek Polyplex buatannya ke sejumlah negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Sukses dengan bisnis kayu lapis asli buatan dalam negeri, Sukanto mulai merambah ke bidang bisnis pulp, kertas dan rayon serta mulai memasok bibit unggul pohon penghasil pulp ke Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang pulp dan kertas tersebut diberi nama PT. Inti Indorayon Utama (IIU). Namun karena dinilai mencemari lingkungan danau Toba dengan limbah pulp , PT IIU tersebut sempat ditutup.

Kejadian ditutupnya PT. Inti Indorayon Utama menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Sukanto. Ia lantas mulai mendirikan pabrik baru di Riau yang diberi nama Riau Pulp. Disana ia mulai membuka hutan tanaman industri dan mendirikan pabrik pulp yang konon kabarnya merupakan pabrik pulp terbesar di dunia. Di Riau, Sukanto juga mulai mengajak masyarakat setempat untuk membentuk komunitas pengembangan yang memprakarsai pembuatan jalan, penggemukan sapi, pertanian serta berbagai aksi bermanfaat lainnya.

Sukanto Tanoto kini memiliki banyak bisnis diluar bisnis pulp dan kayu lapis. Ia memiliki bisnis bank, bisnis properti serta perkebunan kelapa sawit. Sempat dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2006 tidak membuat Sukanto Tanoto berhenti untuk belajar. Bahkan tahun ini dengan kekayaan $ 2,2 miliar, ia masih bertahta di peringkat 7 orang di Indonesia.

Ia gemar sekali membaca buku dan selalu membawa buku kemanapun ia pergi. Tak jarang pula ia mengambil cuti untuk mengikuti berbagai kursus singkat. Ia menganggap dirinya adalah siswa profesional abadi yang tak akan pernah berhenti belajar untuk mendapatkan ilmu-ilmu dan inspirasi baru bagi kemajuan dirinya.

Baca juga: Dahlan Iskan ~ Sosok Sederhana Pengusaha Sukses Dunia Media

Tak pernah berhenti belajar adalah salah satu pelajaran berharga yang mampu diberikan Sukanto Tanoto untuk memotivasi semangat generasi muda Indonesia.

“Think, Act, Learn, Baca, Dengar dan Lihat” ~ Sukanto Tanoto








Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud