Beranda Pemasaran 4 Strategi Jitu Membangun Ide Konten Sosial Media Dengan Metode SEED

4 Strategi Jitu Membangun Ide Konten Sosial Media Dengan Metode SEED

Membangun Ide Konten Sosial Media

Apakah Anda sedang pusing memikirkan bagaimana cara membangun ide konten sosial media bisnis Anda? Kalau iya, maka Anda harus membaca artikel ini sampai akhir.

Di artikel ini, Anda akan mempelajari beberapa strategi membangun konten untuk media sosial yang dirangkum dari tulisan Matt Johnson dari Social Media Examiner.

Anda bisa menggunakan strategi ini untuk membangun konten di beberapa platform sosial media, baik itu Facebook, Instagram, Twitter, maupun sosial media lainnya.

Strategi Membangun Ide Konten Sosial Media Dengan Metode SEED

1. Menentukan Konsumen yang Ideal

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah menentukan siapa konsumen Anda. Untuk melakukan hal ini, Anda bisa mengambil selembar kertas dan membaginya ke dalam empat kolom; kategori umum, spesifik, “pain points”, dan kebutuhan.

Berikut penjelasan ilustrasinya;

  • Kolom 1 – Buatlah demografi general seseorang, misalnya wanita usia 35-50 tahun yang tertarik bidang kesehatan.
  • Kolom 2 – Deskripsikan siapa orang yang dimaksud untuk gambaran. Misalnya Sandra berusia 40 tahun tinggal di Burbank, California. Ia punya 2 anak bernama Ricky dan Steven. Deskripsikan bagaimana kehidupan Sandra ini dengan bentuk cerita.
  • Kolom 3 – Pada kolom “pain points” ini berisi tentang masalah orang tadi. Bisa besar dan kecil. Misalnya mereka tidurnya tidak teratur dan sangat sibuk.
  • Kolom 4 – Deskripsikan keinginan mereka berdasarkan masalah tadi, yaitu sulit tidur. Mereka butuh istirahat. Kalau mereka sangat sibuk, mereka butuh waktu lebih banyak.

2. Memetakan Gaya Hidup

Setelah selesai di bagian pertama, selanjutnya adalah memetakan gaya hidup si Sandra tadi. Tidak usah terlalu spesifik.

Jadi buatlah lingkaran di tengah kemudian buat cabang-cabang keluar yang mendeskripsikan hidup si Sandra.

Misalkan, punya toko, punya hewan peliharaan, brand ekslusif, tinggal di West Coast, dan lain sebagainya. Buat kira-kira 5 sampai 6 cabang.

3. Identifikasi Inti dari Gaya Hidup Tersebut

Nah, sekarang Anda bisa mencari kata kunci tentang profil si Sandra tadi dengan mencari keyword yang sesuai dengan gaya hidupnya.

Posisikan diri Anda sebagai Sandra. Apa yang kira-kira dia cari untuk mengatasi masalahnya. Anda bisa menggunakan tools Google Keyword Planner.

Misalnya si Sandra mencari cara bagaimana cara menurunkan berat badan 9 kg. Kata kunci yang digunakan mungkin bisa begini;

  • Cara turun berat badan dengan cepat
  • Cara menurunkan berat badan secara alami
  • Cara menurunkan berat badan tanpa olahraga
  • Cara menurunkan berat badan dalam seminggu
  • Dan seterusnya.

Strategi Membangun Ide Konten Sosial Media

Mulai dengan 10 frase pencarian dari setiap gaya hidup inti yang dimiliki oleh Sandra.

4. Buatlah Headline Berdasarkan Pencarian Audiens

Jika Anda sudah selesai, selanjutnya Anda bisa mengubah seluruh keyword Anda tadi menjadi ide konten. Misalnya cara menurunkan berat badan dengan latihan kekuatan, bisa Anda ubah menjadi ide konten seperti ini; “10 cara menurunkan berat badan denganĀ strengthĀ training secara ilmiah”.

Jadi setiap headline tadi bisa dijadikan ide konten. Kalau Anda punya 6 cabang lifestyle Sandra, dan setiap cabang Anda cari minimal 10 buah, maka setidaknya Anda sudah punya 60 buah ide konten.

Mengetahui Kualitas Ide Konten Sosial Media

Nah, bagaimana cara mengetahui apakah ide konten kita tadi berkualitas atau tidak? Inilah tugas strategi SEED. Sistem ini akan membantu Anda mensortir mana yang bagus dan tidak.

Metode SEED ini merupakan singkatan dari: Specificity, Emphaty, Emotion, dan Deliver. Pastikan headline yang Anda buat tadi sudah sesuai dengan empat kriteria ini.

1. Specificity

Apakah headline sudah spesifik? Dengan headline “Cara terbaik untuk menurunkan berat badan dengan strenght training” tidak menjabarkan secara spesifik sehingga tidak click-able.

Kata “terbaik” ini bersifat kabur dan kebanyakan orang akan ragu apakah konten ini relevan atau tidak.

Nah, agar lebih spesifik dan kuat, Anda bisa menambahkan Angka. Misalnya merubahnya menjadi “5 cara menurunkan berat badan yang terbukti secara ilmiah.”

Angka ini akan memberikan efek psikologis, ditambah lagi dengan embel-embel “ilmiah” yang membuat konten ini terlihat poweful.

2. Empathy

Semakin Anda menyentuh emosi audience, maka headline Anda semakin baik. Jika Anda sudah melakukan riset dan mengelompokkannya menjadi 4 kategori tadi, dan juga melakukan pemetaan gaya hidup, harusnya hasil pencarian Anda sudah bersifat “empathy”.

3. Emotion

Jika headline Anda tidak membuat orang merasa harus meng-klik konten Anda, maka kemungkinan konten ini tidak bisa dipakai.

Sebuah konten yang bagus harus memiliki efek pada audience. Jadi, baik itu empathy dan emotion harus selalu berdampingan.

4. Deliver

Pastikan headline Anda didukung dengan konten yang berkualitas.

Pada akhirnya, Anda punya 60 headline yang bisa dijadikan headline di semua platform. Cara ini bisa Anda gunakan untuk social video hingga Instagram story.

Cara Membuat Konten Yang Berhubungan Dengan Brand Anda

Bila Anda ingin membuat konten yang berhubungan dengan brand Anda, buatlah bagan masalah/ solusi. Anda bisa memulainya dengan 3 kolom; Masalah, Solusi, dan Headline.

Pada kolom pertama, daftar semua masalah yang dihadapi seorang individu. Dibagian tengah, tuliskan solusinya. Dan terakhir, Anda bisa menentukan headline yang cocok.

Setidaknya Anda punya 3 headline di setiap masalah yang ditemukan. Ini akan membantu Anda dalam menemukan ide konten yang tepat.

Penutup

Bila Anda kesulitan mencari ide konten untuk social media, Anda bisa menggunakan cara di atas. Mulailah dari persona calon pembeli, kemudian petakan gaya hidupnya bersama cabang-cabang intinya.

Terakhir, ubahlah menjadi headlines seperti cara di atas. Semoga membantu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here