Sebangsa ~ Aplikasi Media Sosial Yang Ingin Menyatukan Berbagai “Bangsa”

Sebangsa ~ Aplikasi Media Sosial Yang Ingin Menyatukan Berbagai “Bangsa”

Sebangsa
Image dari Netnesia.com

Geliat aplikasi media sosial tanah air semakin menunjukkan kiprahnya di ranah bisnis digital Indonesia. Pemerintah bergandengan dengan ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia), memberikan dukungan penuh kepada layanan #OTT atau over the top tanah air untuk mengimbangi OTT dari luar negeri. Beberapa waktu yang lalu, telah dipilih tiga aplikasi layanan OTT yang dipandang sebagai startup yang layak untuk diberikan dukungan untuk bersaing dengan OTT mancanegara.

Salah satu dari ketiga aplikasi layanan OTT tersebut adalah Sebangsa. Sebangsa ini adalah sebuah aplikasi layanan OTT yang memiliki konsep #media sosial yang tentunya akan lebih mudah dalam merangkul banyak pengguna. Aplikasi asli karya anak negri ini memiliki beragam fitur yang tak kalah dengan media sosial populer lainnya seperti Facebook, Twitter atau juga WhatsApp. Aplikasi ini nantinya akan disupport penuh oleh pemerintah dan ATSI dalam perkembangannya ke depan.

Fitur yang Ada Pada Startup Sebangsa

Aplikasi media sosial Sebangsa sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 2014 yang lalu, namun sejauh ini tidak terlalu populer di Indonesia. Aplikasi yang memiliki logo bergambar angklung ini didirikan oleh Enda Nasution dan Indira B. Widjonarko. Tampilan Sebangsa secara umum hampir sama dengan Facebook dan Twitter yang memiliki timeline dengan beragam konten multimedia.

Sebangsa juga dilengkapi dengan fitur grup yang bisa menampung anggota tanpa ada batasan dalam hal jumlahnya. Selain itu, Sebangsa juga secara khusus menyediakan konten untuk Buruh Migran Indonesia. Mengusung fitur grup sebagai fitur andalannya, aplikasi ini berusaha menyediakan konten khusus, stiker khusus, bahkan juga disediakan bahasa gaul yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Untuk komunitas TKI, sejauh ini yang banyak tergabung adalah TKI yang berasal dari Hongkong dan Korea Selatan. Bukan saja komunitas BMI, namun ada beberapa komunitas yang sudah tergabung di dalam Sebangsa, seperti komunitas pecinta Michael Jackson dan juga komunitas pecinta Pramuka.

Artikel lain: Kreavi, Media Sosial Untuk Para Pekerja Digital Kreatif Indonesia

Fitur lain yang bisa didapatkan di Sebangsa antara lain adalah layanan “Japri” untuk berkomunikasi secara langsung dengan sesama pengguna lain. Ada juga fitur “911” yang berfungsi untuk memberikan kabar darurat kepada kepolisian atau kepada pemadam kebakaran terdekat. Ada juga fitur “Pesan Panik” dan “Kirim Jaga-jaga” yang masing-masing memiliki fungsi untuk mengirim pesan darurat kepada lima orang terdekat dan juga memonitor orang tertentu menggunakan aktivasi GPS.

Tak ketinggalan juga fitur yang bisa digunakan untuk memberikan layanan aduan kepada perusahaan yaitu melalui fitur “1800”. Dan khusus untuk BMI, Sebangsa menyajikan topik atau konten yang mengandung unsur nasionalisme, seperti campur sari, keroncong, dangdutan dan lain-lain.

Hadir Bukan Untuk Menyaingi Media Sosial Lain

Memang saat ini banyak pihak berharap ada layanan OTT nasional yang bisa bersaing atau bahkan memberikan perlawanan yang berarti pada layanan dari luar negeri yang menguasai pasar Indonesia. Namun Sebangsa sendiri menolak jika disebut hadir sebagai salah satu bentuk perlawanan kepada Facebook dan teman-temannya.

“Strategi kami bukan langsung untuk head-on dengan media sosial dan layanan besar yang sudah ada. Kami hadir juga bukan untuk membuat para netizen jadi meninggalkan Twitter atau Facebook. Sangat tidak apa-apa kalau mereka masih mau main yang lain, karena fitur yang kami tawarkan berbeda dari mereka,” tegas Enda.

Baca juga: MeTube ~ Startup Baru Platform Berbagi Video Online Khas Indonesia

Satu hal yang menjadi tujuan utama dari Enda dari adanya media sosial Sebangsa adalah adanya penyatuan “bangsa”. Bangsa yang dimaksudkan pada konteks ini adalah penyatuan dari beragam komunitas atau perkumpulan yang ada di Indonesia. Harapan besar Enda adalah startup ini bisa menjadi sebuah platform sebagai wadah berkumpulnya bangsa nelayan, petani dan bahkan Nahdlatul Ulama atau NU yang jumlahnya tentunya mencapai jutaan member. Ketika semua komunitas bisa berada dalam satu platform yang sama, tentu saja akan mudah dalam penyampaian informasi secara berantai.

Sejauh ini, perusahaan yang memiliki sekitar 50 karyawan asli orang Indonesia ini belum memiliki rencana untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Namun tentunya Sebangsa tetap terbuka bagi TKI atau siapa saja orang Indonesia yang berada di luar negeri.

2 KOMENTAR

  1. ya kasih apresiasi pada produk lokal

  2. mantep ni om, semoga indonesia semakin banyak orang yang berinovasi demi pembangunan teknologi di indonesia.

Tinggalkan Balasan