Kasbon: Pengertian, Risiko Serta Sistem dan Prosedurnya

Advertisement-Scroll to Continue

Apakah kamu tahu pengertian kasbon? Bicara tentang dunia kerja, mungkin kasbon bukanlah hal yang asing lagi. Bahkan kasbon sendiri kerap digunakan oleh sebagian orang. Secara sederhana, kasbon adalah fasilitas yang ditujukan kepada karyawan di suatu perusahaan.

Dimana nantinya kasbon ini tetap ada persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Tentunya adanya fasilitas tersebut diharapkan sebagai bentuk bantuan yang diberikan oleh perusahaan.

Namun tahukah Anda jika kasbon juga memiliki kemungkinan dampak atau risiko tertentu bagi perusahaan lho. Nah agar Anda juga bisa makin mudah memahami seputar fasilitas kasbon, baca penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Kasbon Adalah

pengertian kasbon

Seperti penjelasan sebelumnya jika kasbon adalah suatu fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan. Dimana Kasbon secara mudahnya merupakan pemberian gaji karyawan di luar tanggal gajian dalam perusahaan tersebut.

Jadi, pengertian kasbon adalah fasilitas pencairan dana yang berasal dari karyawan itu sendiri. Lalu bagaimana cara untuk membayar kasbon? Nah ternyata kasbon bisa dibayar oleh karyawan melalui sistem potong gaji setiap tanggal gajian sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Berapa jumlah kasbon yang bisa didapatkan oleh karyawan di setiap perusahaan? Untuk besaran kasbon yang didapatkan oleh setiap karyawan akan berbeda-beda. Ada beberapa faktor yang menjadi penentu besaran kasbon tersebut, salah satunya adalah lamanya bekerja.

Dimana semakin lama seorang karyawan bekerja, maka besaran kasbon yang didapatkan juga akan semakin besar.

Baca juga: 15+ Peluang Usaha Sampingan untuk Karyawan Bermodal Kecil

Risiko Kasbon Bagi Perusahaan

Meskipun kasbon adalah fasilitas yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada karyawan. Namun bukan berarti fasilitas tersebut tidak memiliki risiko. Pasalnya ada beberapa risiko yang kemungkinan akan terjadi dan dampaknya langsung di perusahaan tersebut.

Hal tersebut juga mungkin akan menjadi kendala pada sistem keuangan perusahaan. Setelah memahami pengertian kasbon, lalu apa saja risiko-risiko yang kemungkinan akan terjadi? Yuk cari tahu melalui penjelasan poin di bawah ini.

1. Adanya Kemungkinan Gagal Bayar

Gagal bayar mungkin menjadi salah satu jenis risiko kasbon yang banyak dikhawatirkan oleh perusahaan. Dimana mereka yang melakukan kasbon kemungkinan memang butuh dana lebih besar dari besaran gajinya.

Di sisi lain ketika mereka tidak bisa melakukan pengaturan dana dengan baik, maka resiko gagal bayar juga akan terjadi. Hal ini juga mungkin terjadi karena uang gajian yang mereka miliki sudah habis guna kebutuhan hidup.

Oleh karena itu bagi mereka yang mengajukan kasbon ke perusahaan sangat disarankan untuk bisa memiliki pengaturan keuangan dengan baik dan benar. Tentunya jika mereka bisa membayar kasbon sesuai dengan tanggal yang dijanjikan, track record yang mereka miliki juga semakin baik.

Lalu ketika mereka mengajukan kasbon kedepannya juga akan dipermudah kembali.

2. Adanya Ketergantungan Akan Fasilitas Kasbon

Tujuan dari diberlakukannya fasilitas kasbon adalah untuk membantu para karyawan ketika membutuhkan dana darurat pada waktu tertentu. Bahkan fasilitas tersebut juga telah menerapkan sistem dan syarat yang tergolong lebih mudah.

Meski begitu yang terjadi di lapangan terkadang diluar kendali tujuan awalnya. Dimana para karyawan menjadi memiliki kebiasaan untuk menggunakan fasilitas tersebut padahal uang yang mereka butuhkan tidak begitu mendesak.

Perilaku inilah yang terkadang menjadikan para karyawan terjerat dalam lingkaran hutang cukup besar. Ada baiknya jika mereka memang memanfaatkan fasilitas tersebut ketika benar-benar terdesak. Dengan begitu keuangan yang mereka miliki bisa tetap stabil.

3. Kondisi Arus Kas Ada Kemungkinan Terganggu

Tahukah Anda jika arus kas dalam perusahaan juga bisa terganggu jika ketika pengajuan fasilitas tersebut tidak diperhatikan dengan baik dan benar. Oleh karena itu perlu pertimbangan dan ketelitian bagi perusahaan untuk bisa memberikan pencairan dana kasbon. Bahkan mereka juga akan melihat bagaimana kondisi keuangan dari perusahaan.

Penyebab Karyawan Ajukan Kasbon

Kasbon dibuat secara khusus untuk memberikan bantuan bagi karyawan yang membutuhkan dana secara mendadak. Dalam hal ini tentunya ada beberapa penyebab kenapa seorang karyawan memilih menggunakan fasilitas tersebut.

Meski setiap karyawan memiliki permasalahan berbeda yang melatarbelakangi dirinya menggunakan fasilitas tersebut. Setelah mengetahui pengertian kasbon, ada beberapa penyebab yang menjadikan seorang karyawan memanfaatkan fasilitas kasbon.

1. Guna Biaya Kesehatan

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan fasilitas asuransi kesehatan bagi para pekerjanya. Hal tersebut hanya berlaku bagi seorang karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Itu artinya diluar karyawan seperti anggota keluarga lainnya tidak akan mendapatkan fasilitas tersebut.

Tentunya para pekerja juga harus bisa secara mandiri memiliki pengaturan dana khusus untuk asuransi kesehatan keluarganya. Namun ternyata tak semua orang bisa dengan mudah menerapkan hal tersebut.

Tak jarang gaji yang mereka miliki sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari tanpa menyisihkan untuk keperluan asuransi kesehatan keluarga. Lalu ketika salah satu anggota keluarga non asuransi kesehatan membutuhkan penanganan kesehatan, maka harus dibayar secara mandiri.

Karena hal inilah salah satu cara untuk mendapatkan bantuan dana secara cepat, tak jarang para karyawan menggunakan fasilitas kasbon perusahaan.

2. Biaya Pendidikan Anak

Biaya pendidikan untuk saat ini memang tergolong semakin tinggi menyebabkan para orang tua harus memikirkan dengan cermat dana khusus untuk pendidikan. Bahkan bagi para pekerja yang telah memiliki anak terkadang biaya pendidikan merupakan suatu hal yang memusingkan.

Mulai dari biaya masuk, seragam dan lainnya harus dipikirkan dengan cermat. Namun tidak jarang dana darurat yang dimiliki orang tua masih kurang. Nah bagi karyawan yang mendapatkan fasilitas kasbon bisa memanfaatkannya.

3. Biaya Untuk Pernikahan

Meskipun setiap pasangan memiliki range biaya pernikahan yang berbeda-beda. Namun biaya pernikahan juga kerap menjadi salah satu alasan kenapa seorang karyawan mengajukan kasbon perusahaan.

4. Biaya Untuk Keperluan Renovasi Rumah

Kerusakan pada rumah adalah suatu kondisi yang tak bisa diprediksi. Bahkan biaya untuk renovasi rumah terkadang juga mengalami pembengkakan karena memang ada beberapa hal yang tak diketahui sebelumnya.

Karena pembengkakan dana inilah tak jarang para karyawan menggunakan kasbon perusahaan untuk memenuhi biaya renovasi rumah mereka.

Manfaat dari Kasbon

Fasilitas kasbon yang diberikan kepada karyawan tak hanya bisa membantu dari segi kebutuhan dana darurat saja. Namun ada beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan oleh karyawan ketika mereka memiliki fasilitas kasbon dari perusahaan.

1. Produktivitas Karyawan Alami Peningkatan

Meski sudah ada gaji dan tunjangan jenis lain. Namun keberadaan dari kasbon ternyata terbukti mampu meningkatkan produktivitas karyawan. Dimana ketika karyawan mendapatkan fasilitas kasbon hingga dana tersebut benar cair, maka mereka akan berpikir jika perusahaan akan selalu ada bagi dirinya bahkan ketika sedang dalam kondisi terpuruk sekalipun.

2. Loyalitas Karyawan Meningkat

Fasilitas kasbon yang diterima oleh karyawan juga akan meningkatkan loyalitas mereka. Dimana karyawan akan semakin loyal hingga memberikan kualitas kinerja terbaik mereka. Bahkan adanya kasbon juga secara tidak langsung menjadi sistem pengikat dari perusahaan ke karyawan. Dimana keterikatan ini akan berlangsung sesuai dengan jangka waktu pembayaran besaran dana kasbon.

3. Menurunnya Kemungkinan Rekrutmen Karyawan Baru

Adanya keterikatan karyawan dengan perusahaan akan menekan angka rekrutmen karyawan baru. Dimana mereka tidak akan dengan mudah berpaling ke perusahaan baru karena adaketerikatan tersebut. Bahkan beban dan biaya untuk rekrutmen juga akan berkurang. Tidak heran jika perusahaan akan memberikan fasilitas tersebut bagi karyawannya.

Sistem Dalam Kasbon

Pada poin risiko, fasilitas kasbon juga memungkinkan terjadinya beberapa dampak. Salah satunya adalah arus kas yang kemungkinan akan terkendala jika sistem yang diterapkan tidak ketat.

Karena hal inilah perusahaan yang menerapkan fasilitas kasbon harus bisa menerapkan sistem yang cukup ketat namun tidak memberatkan karyawan. Misalnya adalah penerapan pencairan dana kasbon hanya 1/3 atau ½ dari total gaji karyawan.

Dalam praktiknya tak jarang juga perusahaan menerapkan sistem semakin lama seorang karyawan bekerja pada tempat tersebut, maka semakin besar pula dana kasbon yang mereka dapatkan. Meski begitu perusahaan tetap akan menerapkan batas maksimal pengajuan kasbon.

Tentunya hal ini dilakukan agar risiko-risiko kasbon bisa terhindari dan arus kas bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Prosedur Pengajuan Kasbon

Dalam pengajuan fasilitas kasbon tentunya dibutuhkan prosedur sesuai dengan kebijakan. Dimana perlu diketahui juga bahwa setiap perusahaan yang memiliki fasilitas tersebut akan menerapkan alur pengajuan yang berbeda. Akan tetapi jika kita lihat secara umum, maka prosedur yang berlaku adalah seperti penjelasan di bawah ini.

  1. Seorang karyawan akan menemui pihak koperasi atau bisa juga bagian lain seperti finance.
  2. Dimana nantinya karyawan tersebut secara langsung mengutarakan maksudnya bahwa dirinya ingin mengajukan fasilitas kasbon.
  3. Berikutnya akan ada formulir pengajuan dan harus diisikan oleh karyawan tersebut.
  4. Ketika seluruh form sudah terisi, maka pihak yang bersangkutan atau karyawan akan mengajukan tanda tangan dari pihak atasan.
  5. Selanjutnya formulir yang telah ditandatangani akan dikembalikan kepada pihak koperasi atau bagian finance.
  6. Pencairan dana akan dilakukan sesuai dengan sistem yang berlaku, bisa secara transfer bank atau langsung pencairan dana secara tunai.

Baca juga: Bisnis Web Developer: Usaha Sampingan Paling Menarik Untuk Karyawan dan Pegawai

Dari penjelasan di atas bisa kita pahami jika kasbon taselalu memberikan dampak buruk saja. Namun juga bisa memberikan beberapa dampak positif dari karyawan ke perusahaan secara nyata.

Advertisement
Erlinda Patricia

Seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai ghost writer selama bertahun-tahun. Menjadi kontributor di Maxmanroe.com merupakan salah satu kegiatan yang digeluti di sela-sela kesibukan lainnya.

1 thought on “Kasbon: Pengertian, Risiko Serta Sistem dan Prosedurnya”

Leave a Comment