Mike Lazaridis ~ Sang Jenius Penemu OS BlackBerry

Image dari Telegraph.co.uk

Image dari Telegraph.co.uk

Perkembangan BlackBerry sebagai salah satu smartphone favorit sangat fenomenal dan mendunia. Di Indonesia, BlackBerry mulai berkembang dan digunakan oleh mayoritas pengguna smartphone sejak tahun 2010. Kita dapat menjumpai orang-orang yang membawa dan menggunakan BlackBerry di mana saja dan kapan saja. Mulai dari kalangan eksekutif muda yang naik turun mobil hingga para penumpang Trans Jakarta yang sedang antre menunggu bus datang.

Pengguna BlackBerry memanfaatkan fitur BlackBerry Messenger atau BBM sebagai salah satu fitur aplikasi chat yang mudah digunakan dan menyenangkan. Penggunaan BBM pada BlackBerry memungkinkan para penggunanya untuk melakukan share status, berkreasi autotext sendiri, berbagi file foto dan musik serta menggunakan emoticon yang seru dan lucu.

BlackBerry merupakan smartphone yang diproduksi oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Kanada bernama Research In Motion (atau lebih dikenal dengan RIM). Pendiri perusahaan ini adalah sosok penting di balik penemuan OS smartphone BlackBerry yang amat melegenda. Dialah Mike Laziridis.

Artikel lain: Andy Rubin ~ Penemu operating system Android

Kisah Hidup Mike Lazaridis

Mungkin belum banyak orang yang mengetahui sosok Mike Laziridis, sang inovator penemu BlackBerry. Kejeniusan dan inovasinya menjadi kunci kesuksesan BlackBerry hingga sempat merajai pasaran smartphone di beberapa negara termasuk Indonesia. Mike yang bernama asli Mihalis Lazaridis merupakan pria berdarah Yunani yang lahir di Turki pada 14 Maret 1961.

Ketika Mike berusia 5 tahun, keluarganya pindah ke Kanada dan menetap di kota Windsor, Ontario. Mike kecil sudah mulai menunjukkan minat dan kejeniusannya. Di masa kecilnya Mike gemar sekali membaca buku. Berkat kegemarannya tersebut, ia pernah memenangkan hadiah dari perpustakaan umum kota Windsor karena telah membaca seluruh koleksi buku sains di perpustakaan tersebut. Saat itu Mike baru berumur 12 tahun. Menakjubkan bukan.

Biografi singkat Mike Lazaridis

  • Nama Asli : Mihalis “Mike” Lazaridis
  • Nama Populer : Mike Lazaridis
  • Tempat, Tanggal Lahir : Turki, 14 Maret 1961
  • Kewarganegaraan : Amerika
  • Almamater : University of Waterloo, Kanada
  • Posisi : Co CEO Research in Motion
  • Kekayaan : 2.92 miliar USD (2009)

Lingkungan keluarga dan sekolah juga turut mendukung bakat dan minat si jenius yang satu ini. Kecintaannya pada dunia elektronika mendorong Mike untuk masuk ke Universitas Waterloo di Ontario, Kanada pada tahun 1979. Meski akhirnya harus di drop out (DO) dari universitas tersebut. Cukup mengherankan, bagaimana mungkin seorang jenius yang cinta dengan ilmu pengetahuan, bisa di DO dari unversitas tempatnya menuntut ilmu.

Mungkin Anda juga tahu bahwa manusia jenius bernama Albert Einstein dan orang terkaya di dunia Bill Gates, mereka juga melepas kesempatan mendapat gelar akademiknya. Alasannya satu, yaitu untuk sepenuh hati mencurahkan waktu dan tenaganya untuk mewujudkan apa yang telah mereka cita-citakan. Hal yang sama terjadi dengan Mike, dia juga memulai merintis perusahaannya  dari nol yang kemudian melambungkan namanya, RIM.

Perjalanan Karir Mike Lazaridis dan Sejarah BlackBerry

Saat masih duduk di bangku kuliah, Mike sudah mulai serius mengembangkan perusahaan yang populer hingga saat ini, yaitu RIM. Ide cemerlang dan ketekunan Mike juga membawanya memenangkan lomba tender yang diadakan oleh sebuah perusahaan otomotif raksasa “General Motors” pada tahun 1984. Kala itu Mike memenangkan hadiah utama berupa kontrak kerja senilai US$ 500,000. Sebuah nilai yang fantastis pada saat itu, apalagi bila mengingat bahwa Mike Lazaridis masih berstatus mahasiswa.

Hampir seluruh waktu Mike tersita untuk mengembangkan RIM. Hal ini mengakibatkan Mike harus di keluarkan (drop out) dari Universitas Waterloo sebelum berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan akademisnya. Meski tidak memiliki gelar sarjana, kegigihan Mike mampu membawa banyak kesuksesan bagi RIM. Pada tahun 1999, RIM bekerja sama dengan RAM Mobile Data dan perusahaan telekomunikasi Ericsson. Kolaborasi ketiga perusahaan tersebut menghasilkan produk pager dua arah yang diberi nama [email protected] Pager 950. Namun ternyata kolaborasi ketiga perusahaan tersebut kurang membuahkan hasil karena [email protected] Pager 950 ternyata kalah bersaing dengan dominasi SkyTel, produk pager dua arah besutan Motorola.




Kegagalan [email protected] Pager 950 tidak membuat Mike merasa putus asa dan patah semangat. Dengan visi dan prakiraan lebih matang, Mike berusaha merancang suatu alat yang berfungsi sebagai media pertukaran informasi dan data secara lebih baik. Bahkan generasi gadget berikutnya menyertakan fitur push email sebagai tambahan. Gadget pintar tersebut kemudian berhasil dan menjadi generasi pertama smartphone BlackBerry yang fenomenal.

Gadget ciptaan Mike di desain untuk dapat saling mengirim teks, suara, gambar serta file lainnya. Uniknya, Mike justru kesulitan menemukan nama untuk gadget canggih ciptaannya itu, Bahkan RIM sampai menggunakan jasa konsultasi branding ternama dari California, yaitu Lexico Branding untuk mencarikan merek yang cocok. Nama yang mudah diingat dan memiliki nilai jual tinggi memang sulit dicari. Nama ProMail dan MegaMail akhirnya diajukan sebagai alternatif nama, namun akhirnya dua nama tersebut ditolak oleh Mike karena dianggap kurang cocok dan kurang menjual. Akhirnya, tercetuslah merek BlackBerry dengan logo berupa tujuh titik yang disusun membentuk huruf B. Brand tersebut lahir terinspirasi dari kesukaannya terhadap kue berbahan Blackberry yang dulunya sering dibuatkan oleh keluarganya. Inilah awal mula berkembangnya RIM dan BlackBerry sebagai suatu dinasti teknologi yang sudah dirintis Mike Lazaridis sejak ia masih duduk di bangku kuliah.

Saat ini Mike masih aktif menjabat sebagai Co-CEO dari perusahaan besutannya RIM. Dengan hak paten dari Blackberry yang ia pegang dan juga keuntungan RIM hingga saat ini, Mike tercatat sebagai salah satu hartawan pengusaha teknologi dengan total kekayaan bersih 2.92 miliar USD pada tahun 2009. Selian kisah suksesnya, ternyata Mike juga merupakan seorang filantropi. Tercatat ia pernah mengelontorkan jutaan dollar uang pribadinya untuk beberapa badan amal dunia pendidikan. Salah satu yang terbesar adalah dana hibah sebesar 100 juta USD yang ia berikan untu Institute for Quantum Computing di University of Waterloo pada tahun 2008 lalu.

Baca juga: 5 aplikasi Android wajib download menjelang Pemilu 2014

Sosok Mike Lazaridis mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk senantiasa mengembangkan bakat dan minat secara serius. Kegagalan akademis bukanlah suatu hal yang memalukan dan menghancurkan masa depan. Selain Steve Jobs atau Bill Gates, tengoklah Mike Lazaridis sebagai seorang yang gagal menyelesaikan pendidikan namun berhasil mengembangkan minat dan bakatnya hingga menjelma menjadi suatu kesuksesan yang dikenal di dunia.




Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud