Mengharukan! Meski Tak Punya Tangan, Pria Ini Tetap Rawat Ibunya Yang Sakit

Mengharukan! Meski Tak Punya Tangan, Pria Ini Tetap Rawat Ibunya Yang Sakit

Image dari Tempo.co
Image dari Tempo.co

Sungguh mulia sekali apa yang dilakukan oleh pria ini. Meskipun ia tidak memiliki kedua tangan, namun ia tetap setia merawat ibunya yang tua dan sakit. Selain menyandang difabel yang ia dapatkan ketika ia masih berusia 7 tahun, keluarganya juga termasuk keluarga yang miskin. Kisah mengharukan ini beberapa waktu yang lalu menjadi berita hangat di kalangan netizen dunia.

Seperti dilansir beberapa #media online, pria bernama Chen Xingyin ini adalah seorang petani miskin. Ia berasal dari desa Tongxin, Fengdu, kota Chongqing. Ia kehilangan kedua tangannya dalam sebuah kecelakaan listrik ketika ia masih berusia 7 tahun. Simak kisah nya di bawah ini.

Kesabaran dan Kemandirian Chen Xingyin

Nampaknya sudah tidak ada yang meragukan kesabaran dan ketekunan Chen dalam menghadapi segala rintangan kehidupan. Meskipun ia adalah seorang yang difabel, ia seperti tak pernah menyerah begitu saja. Chen adalah putra bungsu dari saudara yang berjumlah enam orang. Ia sudah merawat ibunya yang sakit semenjak tahun 2014. Ibunya yang berusia 88 tahun adalah seorang yang divonis menderita bronchitis semenjak lima tahun yang lalu.

Meskipun Chen adalah seorang difabel yang tidak mempunyai dua tangan, namun Chen mampu melakukan semuanya secara mandiri. Sebagai seorang difabel tentu tidak mudah menjalankan semuanya sendiri, bahkan untuk mencukupi kebutuhannya sendiri pun pasti akan sangat sulit. Namun kesulitan tidak pernah membuat Chen menyerah begitu saja. Ia mampu mengurus dirinya sendiri secara mandiri, bahkan ia juga mampu merawat ibunya yang sedang sakit. Tiap hari ia menyuapi Ibunya dengan sendok yang ada di mulutnya.

Artikel lain: Lizzie Velasquez – Kisah Inspirasional Tahun 2012

Bukan itu saja, Chen juga mampu menjalankan aktifitas layaknya orang normal. Chen juga mempunyai ternak kambing milik keluarga, ia memberi makan kambingnya sendiri. Jumlah kambing yang ia pelihara pun terhitung juga banyak yaitu 20 ekor. Menurut tetangganya, setiap jam 3 sore Chen menggiring kambing-kambingnya untuk merumput. Ia juga mampu memasak untuk Ibunya dan juga bertani tiap harinya.

Perjuangan Chen Xingying

Untuk menjadi Chen seperti saat ini, bukanlah perjuangan yang mudah baginya. Sebagai seorang difabel Chen berusaha bertahun-tahun untuk melakukan semua kebutuhan dirinya sendiri secara mandiri. Ia juga selalu belajar bagaimana menjadi seorang yang tidak merepotkan orang lain. Bahkan dalam kekuarangannya, Chen masih merasa bersyukur dan berbahagia karena masih tetap mampu menjalani kehidupan.

“Setelah kematian ayah dan abang meninggalkan kami, ibu juga semakin tua dan akhirnya lumpuh baru-baru ini, saya tidak patah semangat sebaliknya bersyukur karena masih dapat melanjutkan kehidupan ini,” begitu kata Xinyin.

Saat ini, Chen bahkan mempunyai penghasilan yang sangat menguntungkan dari pertanian yang ia garap. Ia bisa menjual hasil taninya kepada pembeli. Meski keadaannya masih sangat kurang, namun tidak membuat Chen lantas meratapinya, bahkan ia masih bisa membantu tetangganya yang masih kekurangan termasuk memberikan peluang pekerjaan kepada mereka.

Baca juga: Jordan Bone ~ Blogger Disabilitas Sang Pembawa Inspirasi

Nilai-nilai Inspiratif Dari Chen

– Berjuang Tak Pernah Lelah

Banyak sekali yang bisa kita ambil dari kisah perjalanan hidup Chen Xingying. Dengan keadaan yang serba kekurangan ia tidak pernah menyerah apalagi mengeluh terhadap keadaan yang ia terima. Ia tetap berjuang tidak kenal lelah untuk membuat keadaan lebih baik.

– Tetap Bekerja, Tak Mengharapkan Belas Kasih Orang Lain

Meskipun dalam keadaan yang difabel, Chen tidak pernah berharap dikasihani oleh orang lain. Ini dibuktikan dengan perjuangannya dalam usaha melakukannya sendiri. Ia tetap bekerja seperti orang normal lainnya untuk tetap bertahan hidup.

– Ibu Adalah Segalanya

Apapun dan bagaimanapun keadaannya, Chen tetap merawat Ibunya dengan setia. Sangat luar bisa, bahkan untuk menyuapinya pun ia harus menggunakan mulutnya karena tidak punya tangan.

Semoga kisah ini memberikan inspirasi bagi kita semua. Jangan mudah menyerah, jangan mudah menyalahkan keadaan yang sedang Anda alami. Di luar sana, saya yakin masih ada banyak sekali keadaan yang jauh lebih buruk dari apa yang sedang Anda alami saat ini. So, tetap semangat bro!

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan