MejaKita ~ Startup untuk Bantu Siswa Belajar dan Kerjakan PR (Pekerjaan Rumah)

MejaKita

Image dari Kompas.com

PR (Pekerjaan Rumah) adalah hal yang biasa didapatkan oleh seorang pelajar saat sekolah. Saya sendiri juga sering mendapatkan pekerjaan rumah ini saat masih bersekolah dulu. Dan saat pelajar ini mendapatkan PR ternyata tidak semua anak senang dan mampu untuk mengerjakannya dengan mudah.

Dari kesulitan yang didapat ini, beberapa dari pelajar tersebut kemudian meminta bantuan pada tetangga atau kakak kelas atau temannya agar mau membantu mengerjakan PR-nya. Tak jarang juga kadang mereka memanggil guru privat agar PR-nya bisa terselesaikan. Pekerjaan Rumah (PR) ini memang sangat penting bagi pelajar karena berkaitan dengan nilai pendidikannya. Semakin baik PR dikerjakan maka nilai pendidikan siswa atau pelajar ini akan semakin baik.

Dari pentingnya PR ini maka Aktsa, Farrel, Nando, David, Melvin, Jason, Nathan, Rafi, Rinwy dan Hadra membuat startup MejaKita. Apa itu startup MejaKita yang baru saja diluncurkan pada Sabtu (16 April 2016) kemarin ini? Berikut ulasannya.

Ide dan Latar Belakang Pembuatan MejaKita

Mengapa Aktsa, dkk ini membuat startup MejaKita? Selain karena ingin membantu para pelajar untuk mengerjakan PR, Aktsa, dkk ini juga becita-cita memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Seperti kita tahu bahwa pendidikan di negeri ini masih saja terpuruk.

Menurut survei tahun 2012 yang dilakukan oleh The Programme for International Student Assessment (PISA) didapatkan data bahwa kualitas pendidikan di Indonesia menjadi salah satu yang terburuk di dunia. Inilah beberapa hal yang kemudian membuat Aktsa, dkk ini membuat MejaKita yang merupakan platform belajar online. Mereka ingin berbuat dan melakukan sesuatu demi menjadikan #pendidikan Indonesia lebih baik lagi.

Artikel lain: Kelase ~ Startup Inovatif di Bidang Pendidikan Online

Bantuan dari Dicoding

Aktsa, dkk yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas satu ini memang tidak menciptakan MejaKita ini sendirian. Pasalnya dalam proses pembuatannya Aktsa, dkk dibantu oleh Dicoding, yang bisa menghubungkan mereka dengan para developer handal.

Ketika itu Aktsa mengajukan bantuan kepada Dicoding. Dicoding sendiri pada saat itu memutuskan untuk menerima permintaan dari Aktsa, dkk. Bahkan lebih dari itu Dicoding membuat tantangan untuk para developer yang ingin mengembangkan MejaKita. Maka dari itu kemudian muncul kompetisi untuk menyaring developer terbaik.

Kompetisi yang diadakan Dicoding sendiri memiliki ketertarikan tersendiri sebab ada Dicoding menawarkan kompensasi saham (share) sebesar 10 persen saat layanan ini dirilis. Dari kompetisi yang diadakan akhirnya Dicoding mendapatkan tim developer dari Universitas Negeri Malang (UM) untuk mengembangkan situs.

Pada saat dikembangkan oleh tim developer dari Universitas Negeri Malang, MejaKita dikerjakan dengan baik yang meliputi pembuatan desain, pengubahan menjadi situs dan juga membuat situs itu berjalan dan bisa diakses. Tim developer yang terdiri dari Rozi, Robi, dan Daniar mengaku telah menyelesaikan semua tugas yang diberikan oleh tim founder MejaKita.




Materi dan Fitur yang Tersedia di MejaKita

Sampai saat ini sendiri MejaKita masih menyediakan materi pelajaran tingkat SMP untuk pelajaran Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Untuk materi SD dan SMA sendiri tim masih bekerja keras untuk menghadirkannya dalam waktu dekat ini. Nah saat mempelajari materi SMP ini pengguna bisa bertanya jika ada materi yang tidak dimengerti dengan menekan tombol Tanya.

Dan yang terpenting dengan memanfaatkan MejaKita ini siswa bisa bertanya tentang pekerjaan rumah (PR) yang dirasa sulit untuk dikerjakan dengan menggunakan fitur Diskusi PR. Dengan menekan tombol Buat Pertanyaan maka pengguna akan bisa memasukkan pertanyaan yang dirasa sulit ini. Dari sini pengguna tinggal menunggu pengguna lain untuk menjawab pertanyaan dari Anda tersebut.

Artikel lain: Kampus Terbaik di Indonesia

Mimpi Menjangkau Dua Juta Pengguna

Setelah peluncurannya hari Sabtu kemarin, tim MejaKita telah memiliki beberapa pandangan dan terget ke depannya. Menurut tim, dalam perjalanannya nanti mereka merencanakan bisa menggaet 2 juta pelanggan dalam kurun waktu satu tahun.

Target ini memang sebuah hal yang ambisius, mengingat angka 2 juta pelanggan jika dikaitkan dengan data Biro Pusat Statistik (BPS), menunjukkan jumlah jumlah seluruh pelajar SMP di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Selain mentarget 2 juta pelanggan, tim MejaKita juga berencana untuk membuat #aplikasi mobile untuk Android dan iOS.




1 comment on this postSubmit yours
  1. bagus juga..ini bakal jadi alternatif dalam pembelajaran berbasis internet di indonesia.

    makasih atas rekomendasinya

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud