LinkedIn Luncurkan Versi Lite Untuk Fasilitasi Pengguna Di Negara Berkembang

LinkedIn Lite

Image dari Fortune.com

Setelah beberapa waktu lalu sejumlah platform penyedia layanan online seperti Facebook dan Twitter mengeluarkan versi aplikasi lite, kali ini giliran penyedia layanan media sosial profesional #LinkedIn yang mengambil peran. Perusahaan yang baru saja diakuisisi oleh Microsoft tersebut mengeluarkan versi baru dari layanan situsnya, yang ditujukan untuk para pengguna yang memiliki keterbatasan akses internet.

Masalah akan masih minimnya akses internet di beberapa wilayah menjadi isu penting bagi para penyedia layanan online untuk memperhatikan para pengguna di kawasan tersebut. Utamanya, untuk kawasan negara berkembang yang potensial seperti India, perhatian platform layanan online seperti LinkedIn semakin ditingkatkan.

Hal tersebut mungkin tidak berlebihan, karena khusus untuk India saja, negara ini merupakan negara kedua terbesar pengakses layanan LinkedIn dengan total pengguna hingga 30 juta profil aktif. Lalu seperti apakah versi lite dari situs LinkedIn ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Memfasilitasi Pengguna Dengan Koneksi Internet Minim

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, sudah cukup banyak perusahaan atau platform media online yang kemudian mengembangkan akses layanan yang lebih mudah dan ringan untuk para penggunanya yang memiliki keterbatasan koneksi internet. Setelah sebelumnya kita mengetahui #Facebook menelurkan aplikasi Facebook lite yang hanya membutuhkan kuota kecil untuk mengaksesnya, kini giliran LinkedIn yang unjuk gigi dengan fitur serupa.

Namun berbeda dengan Facebook yang mengeluarkan layanan dalam bentuk aplikasi terpisah, LinkedIn Lite ini merupakan versi lain dari situs LinkedIn. Dengan begitu, secara umum para pengguna yang berada di kawasan dengan koneksi internet minim akan diarahkan pada versi Lite yang lebih ringan.




Artikel lain: Inilah 3 Prediksi yang Mungkin Terjadi Pasca Akuisisi Microsoft-Linkedin

Nantinya situs LinkedIn Lite akan muncul bagi pengguna yang menggunakan perangkat mobile. Versi ini akan sangat membantu bagi mereka yang mempunyai koneksi internet lambat atau terbatas dalam jumlah kuota downloadnya.

Dalam keterangan yang disampaikan langsung pada situs resmi LinkedIn menyebut bahwa untuk membuka halaman utama versi LinkedIn Lite hanya membutuhkan data tak lebih dari 150KB. Sedangkan untuk halaman lain seperti laman profil, artikel dan lainnya, rata-rata hanya memiliki “bobot” 70 KB saja.

Fokus Menggarap Pasar India

Terkait dengan diluncurkannya fasilitas baru LinkedIn Lite, yang menjadi sasaran utama pihak LinkedIn adalah pengguna yang berada di kawasan negara berkembang utamanya India. Sudah disebutkan sebelumnya bahwa India merupakan negara dengan jumlah pengakses LinkedIn terbesar kedua setelah Amerika. Hal tersebut tentu menjadi perhatian khusus bagi pihak pengembang untuk semakin meningkatkan basis pengguna serta keterkaitan pengguna di negara Bollywood tersebut.

Yang menarik adalah ternyata selain menargetkan India sebagai pasar utama versi LinkedIn Lite, layanan online bagi para profesional ini juga menawarkan fasilitas baru khusus untuk para pengguna di India. Layanan tersebut adalah sebuah fitur yang dapat membantu para pelajar ataupun mahasiswa di India untuk menemukan pekerjaan yang tepat sesuai pendidikan serta minat mereka.




Dengan layanan yang diberi nama Placements ini, para pelajar dan mahasiswa bisa mendapatkan rekomendasi pekerjaan berdasarkan serangkaian tes online. Tes online ini sendiri merupakan hasil kerja sama dengan beberapa #startup digital yakni HackerRank, Aspiring Minds, Co-cubes dan Wheebox yang memang mempunyai kaitan erat dengan bidang profesional serta pencarian kerja.

Hingga saat ini tak kurang 50 posisi karir dari berbagai perusahaan besar seperti Amazon, HCL, Samsung, Airtel, Cognizant dan Tech Mahindra sudah masuk dalam daftar Placement program. Mengenai bidang yang ditawarkan, mayoritas merupakan software development serta tenaga marketing.

Baca juga: Resmi, Microsoft Akuisisi LinkedIn Dengan Nilai Fantastis Rp 349 Triliun, Inilah yang Terjadi Dibalik Pembelian Tersebut

Melihat bagaimana LinkedIn memperhatikan para penggunanya yang ada di negara India, tidak menutup kemungkinan dalam beberapa tahun mendatang Indonesia juga akan mendapatkan perlakuan yang sama. Pasalnya di Indonesia sendiri, basis pengguna LinkedIn juga terbilang cukup besar. Ditambah lagi dengan potensi tenaga kerja yang terus meningkat setiap tahun, tentu menjadi ladang tersendiri bagi LinkedIn untuk mengembangkan layanannya.

Kita tunggu saja, semoga ke depan akan semakin banyak layanan online yang dapat bermanfaat bagi pengguna baik dalam ranah personal maupun profesional.



1 comment on this postSubmit yours
  1. wahh.. sayangnya belum bisa masuk Indonesia, padahal kalau masuk Indonesia pasti hebat tuh

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud