Jangan Padamkan Keyakinanmu! Pelajaran Bisnis Dari Founder Blogger.com

Image dari inc.com

Image dari inc.com

Pernah mendengar kisah penciptaan bola lampu pijar? Saya yakin tentunya kisah perjuangan Thomas Alva Edison tersebut sudah jamak kita dengar. Selain sangat menarik, nyatanya kisah tersebut hingga kini menjadi salah satu referensi wajib ketika ingin mempelajari arti perjuangan dan keyakinan yang sesungguhnya.

Dikisahkan, Thomas dengan semangat yang dimiliki akhirnya mampu menciptakan #teknologi lampu pijar yang disebut salah satu penemuan terbesar kala itu. Bukan hasil akhirnya yang harus kita lihat, melainkan proses di balik itu semua. Untuk menciptakan satu bola lampu yang berhasil, Thomas harus menjalani ratusan kali kegagalan. Jika mungkin Thomas berhenti di percobaan yang 2 dari terakhir, mungkin dunia tak bisa berkembang sebesar saat ini.

Semangat itu pula yang coba dipertahankan founder platform blogging, Blogger, Evan Williams. Siapa sangka Blogger yang kini telah diakuisisi #Google dan berkembang begitu pesatnya, dulunya sempat hampir “gantung diri” karena tak sanggup dipertahankan. Lalu pelajaran bisnis seperti apa yang bisa kita pelajari? Simak kisah singkatnya berikut ini.

Sekilas Tentang Platform Blogging Blogger.com

Seperti yang kita ketahui saat ini kegiatan blogging telah berkembang bahkan menjadi mata pencaharian untuk sebagian orang. Dari sebuah konsep menulis bebas secara online, blogging telah bertransformasi menjadi gaya hidup hingga kebutuhan masyarakat dunia maya.

Blogger.com sendiri merupakan salah satu pelopor platform blogging paling populer yang dapat digunakan secara gratis. Setelah dikembangkan selama bertahun-tahun, dengan konsep pendanaan mandiri dan didukung oleh sponsor, pada awal perkembangannya Blogger memang nampak sangat menjanjikan. Sebagai bukti, baik dari sisi pertumbuhan pengguna maupun kapasitas layanan, grafik Blogger selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Artikel lain: Kisah Inspiratif Di Balik Kesuksesan WhatsApp

Namun bukan berarti perusahaan rintisan milik Evan Williams tersebut tidak mendapatkan  rintangan. Tepatnya pada medio tahun 2000, Blogger mulai mendapatkan masalah serius.

Dipandang Kurang Menguntungkan

Meskipun dari sisi pertumbuhan Blogger bisa dikatakan sangat subur dengan jumlah penggunanya yang terus membengkak, namun tidak demikian dengan potensi finansial perusahaan tersebut.

Tahun 2000 menjadi batas nadir perusahaan karena mendapatkan masalah finansial yang sangat parah. Kala itu, Blogger yang berjalan dengan pendanaan dari investor harus menerima kenyataan bahwa sistem open source yang dijalankannya dipandang tidak menguntungkan oleh para investor. Sebagai founder, ini tentu menjadi pukulan berat bagi Evan Williams yang harus memutar otak untuk menyelamatkan perusahaannya tersebut.

Dengan label “burnout” atau tak lagi mempunyai dana operasional yang disematkan dipundaknya, Evan sempat merasa ini adalah akhir dari perjuangan membangun Blogger. Krisis tersebut juga telah disampaikan pada seluruh karyawan Blogger yang kala itu belum sebesar tim Blogger di bawah asuhan Google saat ini.




Kenyataan pahit tetap harus diterima karena tinggal satu investor saja, yakni O’Rilley, yang sudi menginapkan uangnya untuk pengembanganya Blogger. Sebagai imbas, pemangkasan karyawan menjadi pilihan terakhir bagi Evan. Sebelumnya pun, ia telah meyampaikan bahwa kemungkinan karyawan yang masih bertahan akan “puasa” selama beberapa waktu dulu sebelum perusahaan kembali mempunyai dana.

Kala itu, Evan berfikir bahwa ini bukan akhir dari perjuangannya. Ia yakin apa yang ia usahakan masih bisa dilanjutkan. Bahkan jika nantinya semua karyawannya meninggalkan dirinya, ia siap membangun Blogger seorang diri bagaimanapun caranya.

“Mengemis” Menjadi Pilihan Berat

Pada tahun 2001, muncul sebuah gagasan yang sebenarnya sangat berat untuk dijalankan Evan, yakni dengan menjalankan server drive. Konsep sederhana dari solusi tersebut adalah menghimpun dana dari para pengguna Blogger agar dengan suka rela memberikan uang sumbangan untuk mempertahankan keberlangsungan platform populer tersebut.

Namun bagi Evan dan sebagian karyawan yang masih loyal, pilihan ini tak ubahnya seperti mengemis pada para pengguna Blogger. Tidak ada pilihan lain, pil pahit tersebut nyatanya tetap harus ditelan olehnya.

Sesaat setelah pengumuman tersebut dikeluarkan, tak disangka ternyata banyak pengguna Blogger dan juga pihak yang simpatik ingin membantu. Akhirnya terkumpul dana US$14.000 yang bisa digunakan Evan untuk menyambung nafas perusahaannya.

Dana tersebut lantas digunakan untuk membeli beberapa server atau layanan Blogger tetap optimal. Manajemen #keuangan, disusun lagi dan lebih dirampingkan. Evan bersama tim tidak berhenti menyuntikkan inovasi agar Blogger terus dapat berjalan maju.

Baca juga: Kevin Systrom ~ Pendiri Instagram, Aplikasi Photo Sharing Terpopuler Di Dunia

Hasilnya, setelah berdarah-darah selama 2 tahun, Blogger bisa kembali tersenyum. Selain volume pengguna dan layanan yang terus meningkat, dari sisi finansial perusahaanpun berangsur kian kuat.

Pada tahun 2002, roda nasib berputar. Blogger yang dua tahun lalu hampir gulung tikar kini justru banjir tawaran kerjasama. Hingga puncaknya ketika Blogger dipinang Google hingga berkembang pesat seperti saat ini. Be Inspired!



4 total comments on this postSubmit yours
  1. belajar dari orang sukses adalah energi positif yang luar biasa. TOP

  2. Wah, kalo seandainya Evan William nyerah, saat ini saya tidak akan menikmati layanan blogger.com yang keren ini. Bahkan mungkin saya tidak akan tau ada blogger.com.

  3. inspiratif banget, salut untuk semagat pantang menyerah dan kegigihannya. Semoga semangat dan kegigihan Evan Wiliam bisa kita tiru.

  4. Sangat Inspiratif kisah perjuangannya ya….Salut buat Evan William….blogger menjadi lebih maju dan berkembang berkat kegigihannya menjalani usaha tanpa lelah….

    Inspirasi yang hebat dipagi hari.

    O iya mau tanya ni, setelah di dkuisisi google, apa posisi yang diberikan kepada Evan William oleh google selain Founder blogger.com?

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud