Beranda Social Media Facebook Menambah Opsi Monetisasi, Terutama untuk Video Berdurasi Pendek

Facebook Menambah Opsi Monetisasi, Terutama untuk Video Berdurasi Pendek

Facebook Menambah Opsi Monetisasi 101

Kabar baik bagi para konten kreator di Facebook, karena sosial media ini mengumumkan metode monetisasi baru untuk konten yang dipublish di Facebook.

Munculnya metode monetisasi terbaru ini merupakan upaya untuk menyaingi TikTok. Bahkan cara monetisasi baru Facebook ini dianggap akan mengancam TikTok yang juga menawarkan metode monetisasi bagi para konten kreatornya.

Dikutip dari Social Media Today, Facebook akan fokus pada monetisasi untuk konten video berdurasi pendek, yaitu 1 menit dengan durasi iklan interuptif 30 detik.

“For videos three minutes or longer, an ad can be shown 45 seconds in. Previously only three-minute or longer videos could monetize with in-stream ads, with an ad shown no earlier than 1 minute.”

“Untuk video dengan durasi 3 menit atau lebih, iklan yang ditampilkan yaitu 45 detik. Sebelumnya hanya video dengan durasi minimal 3 menit yang bisa dimonetisasi menggunakan “stream ads” yang diputar  pada 1 menit pertama.”

Diharapkan dengan metode monetisasi baru ini akan memancing para kreator untuk pindah ke Facebook ketimbang TikTok yang sedang mengembangkan integrasi e-Commerse sebagai metode monetisasi.

Meski demikian, tidak semua kreator bisa melakukan monetisasi ini secara langsung. Begitu juga dengan Instagram Reels yang didesain mirip seperti TikTok.

Kabar ini seperti angin segar bagi para kreator video pendek. Jika Anda sering membuat video 30 detik, setidaknya menambahkan 30 detik lagi bukan lagi hal yang susah agar akun bisa masuk kualifikasi.

Facebook juga telah menjelaskan lebih detail mengenai syarat kreator yang bisa memonetisasi video 60 detik-an ini. Berikut pernyataannya:

“We’re especially focused on short-form video monetization. In the coming weeks, we’ll begin testing the ability for content creators to monetize their Facebook Stories with ads that look like stickers and receive a portion of the resulting revenue.

While the initial test is small, we hope to soon expand to more content creators. And then broaden it to short-form videos on Facebook, eventually providing a way for content creators to monetize this popular content.”

“Kami secara khusus fokus pada monetisasi video pendek. Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan mulai melakukan uji coba kemampuan konten kreator untuk memonetisasi Facebook Stories dengan iklan yang mirip stiker dan menerima proporsi penghasilan.

Sementara pengujian awal ini kecil, kami berharap bisa memperluasnya ke konten kreator lainnya. Dan kemudian, memperluasnya ke video pendek di Facebook, sehingga bisa memberikan jalan bagi konten kreator untuk memonetisasi konten populer mereka.”

Dengan pernyataan ini, sepertinya Facebook juga akan menerapkannya ke Instagram Reels sementara mereka juga mengeksplorasi format iklan untuk in-stream lainnya yang meningkatkan engagement melalui reward atau interaksi produk.

Persyaratan Untuk Memonetisasi Video Pendek di Facebook

Facebook mengumumkan persyaratan atau kriteria yang wajib dimiliki oleh konten kreator agar bisa memanfaatkan fitur ini:

  • Memiliki durasi video yang telah ditonton setidaknya 600.000 menit dari berbagai kombinasi berbagai video, mulai dari upload, Live dan video Live sebelumnya. Durasi ini harus didapat dalam 60 hari terakhir.
  • Setidaknya memiliki 5 video upload atau video dari Live. Video ini tentunya harus sesuai dengan kebijakan monetisasi konten di platform ini.

Di sini Facebook menambahkan ekspansi monetisasi ke konten “Live” dan parameter lain agar kreator video pendek ikut bergabung.

Video versi Live sekarang bisa dimonetisasi dengan format program invite-only. Nah, jika Anda ingin memonetisasi video ini, Anda memerlukan setidaknya 60.000 menit untuk Live video yang ditonton oleh audience dalam 60 hari terakhir.

Di samping itu, Facebook juga berencana meningkatkan awareness untuk program gift Live-stream Stars dengan menyediakan promosi gratis di stream khusus agar user mulai terbiasa dengan proses ini.

Persyaratan Untuk Memonetisasi Video Pendek di Facebook

Setidaknya Facebook telah menggelontorkan $7 juta untuk mempromosikan penggunaan fitur Star ini.

Fitur ini memungkinkan para viewer untuk memberikan donasi pada streamer favorit mereka menggunakan fitur Star di samping memberikan kemungkinan monetisasi Star ke kolam yang lebih besar.

Dalam beberapa bulan terakhir, Facebook berusaha mengembangkan opsi Star. Desember 2020 lalu, muncul tool Star termasuk animasi grafik untuk variabel harga dan pinned Star di bagian komentar.

Facebook Menambah Opsi Monetisasi

Tidak hanya itu, Platform pimpinan Mark Zuckenberg ini juga berencana untuk mengekspansi penggunaan fitur Star dengan format yang berbeda.

Facebook sedang melakukan pengujian fitur Star pada video-on-demand. Mereka juga sedang mencari cara bagaimana agar fitur ini juga muncul pada video pendek.

“Today paid online events are in 20 countries, and we’ll be expanding paid online events to 24 additional countries in the coming weeks: Argentina, Austria, Bangladesh, Bolivia, Colombia, Denmark, Ecuador, Egypt, Guatemala, Hong Kong, Indonesia, Ireland, Malaysia, Morocco, New Zealand, Peru, Portugal, South Africa, Switzerland, Taiwan, Thailand, the Philippines, Turkey and the United Arab Emirates.”

Hari ini, even berbayar online ada di 20 negara, dan kami sedang mengekspansinya ke 24 negara lainnya di beberapa minggu ke depan; Argentina, Austria, Bangladesh, Bolivia, Colombia, Denmark, Ecuador, Egypt, Guatemala, Hong Kong, Indonesia, Ireland, Malaysia, Morocco, New Zealand, Peru, Portugal, South Africa, Switzerland, Taiwan, Thailand, the Philippines, Turkey and the United Arab Emirates.”

Negara-negara yang ditulis oleh Facebook juga memasukkan Indonesia, Malaysia, Thailand, sampai dengan Argentina. Jadi, untuk Anda yang sedang giat membuat video di Facebook dan rajin melakukan Live, ini jadi kesempatan besar.

Dengan berbagai opsi monetisasi yang diberikan Facebook, hal ini mungkin akan memberikan efek yang besar pada lanskap konten kreator yang lebih besar. Di sini saja, Facebook sudah melihat pertumbuhan yang cukup besar:

“From 2019 to 2020, the number of content creators earning the equivalent of $10,000 USD per month grew 88% and content creators earning $1,000 per month grew 94%.”

“Dari tahun 2019 ke 2020, pertumbuhan pembuat konten yang mendapat bayaran sekitar $10.000 USD per bulan meningkat 88% dan konten kreator yang menghasilkan $1000 per bulan tumbuh 4%.”

Jika Facebook bisa memberikan fasilitas lain dalam hal revenue, ini akan menarik lebih banyak kreator dengan ekspansi ke konten video yang berdurasi pendek. Tentu saja ini akan menyaingi TikTok dan memberikan lebih banyak opsi bagi para pembuat konten.

Di lain pihak, TikTok terus mencari momentum. Resiko yang dimiliki platform ini yaitu  opsi monetisasi yang efektif, dan membantu kreator top mereka mendapatkan uang. Jika tidak, para kreator ini bisa pindah ke platform lain seperti Facebook dan Youtube.

Kasus ini merupakan salah satu alasan kejatuhan Vine karena mereka tidak menyediakan tool monetisasi untuk konten video berdurasi pendek. Kreator top Vine ini akhirnya pindah ke platform lain sambil memborong audience mereka yang jumlahnya cukup besar.

Apakah strategi ini sesuai dengan harapan Facebook? Apakah fitur ini memberikan kesempatan yang baik untuk kreator?

Terlebih lagi, aksi Facebook belakangan dengan pemerintah Australia yang memilih menghentikan penayangan berita lokal selama semalam karena konflik dengan pemerintah setempat. Apakah para kreator ini mau memberikan kepercayaan pada Facebook dengan hadirnya fitur-fitur ini?

Ada banyak sekali pertanyaan yang perlu dipertimbangkan, meskipun bukan sekarang. Namun yang terpenting, bagus sekali bila Facebook memberikan opsi monetisasi lebih banyak bagi para kreator untuk mendapatkan uang.

2 KOMENTAR

  1. Saya perhatikan konten video di Facebook kabanyakan reupload, tapi ada iklannya. Menurut saya ini melanggar hal cipta. Sama halnya seperti dulu di YouTube bisa dapat uang dari video reupload.

    Tapi saya yakin suatu saat Facebook akan menerapkan aturan baru, konten reupload kan bisa dimonetisasi. Tunggu waktunya aja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here