Cheng Wei ~ Tak Mahir Menyetir, Pria Ini Justru Sukses Kembangkan Didi Chuxing, Perusahaan Transportasi Berbasis Online Terbesar Di China

Cheng Wei

Image dari Theinformation.com

Tidak mempunyai kemampuan di sebuah bidang, bukan berarti kita tidak bisa sukses di bidang tersebut. Faktanya, kisah sukses dari pengusaha asal negeri tirai bambu Cina ini tentu akan sangat menginspirasi Anda. Bagaimana tidak, Cheng Wei yang merupakan founder dari perusahaan transportasi berbasis online terbesar di China, Didi Chuxing, ternyata sama sekali tidak mampu mengendarai mobil.

Aneh? tentu tidak, karena ia menyadari kekurangan tersebut justru merupakan kelebihan baginya. Karena secara tidak langsung bisnis yang ia kembangkan ini merupakan bisnis yang sangat cocok untuk orang seperti dirinya yang tidak bisa mengendarai kendaraan sendiri dan membutuhkan alternatif transportasi lain.

Berangkat dari pemikiran brilian tersebut, Cheng Wei justru mampu lebih memahami karakter konsumen di China sehingga perusahaannya mampu berkembang luar biasa cepat. Dalam waktu 4 tahun saja, perusahaan ini mampu menyaingi kompetitor besar seperti Uber yang dikenal memiliki jaringan global. Kisah lengkap tentang awal perjuangan dan juga bagaimana Cheng Wei mengembangkan bisnis Didi Chuxing, telah kami rangkum pada artikel ini.

Awal Mula Cheng Wei Mengembangkan Bisnis

Berkat kesuksesannya mendirikan perusahaan transportasi berbasis online Didi Chuxing, Cheng Wei yang saat ini berusia 33 tahun dianugrahkan titel sebagai CEO termuda yang mampu mengembangkan perusahaan bernilai miliaran dolar di China. Namun ternyata ketika pertama kali mengembangkan bisnis di usia 29 tahun, tepatnya di tahun 2012, nyatanya Wei harus menjalani proses yang luar biasa berat.

Dalam sebuah kesempatan ia menyatakan salah satu rahasia suksesnya adalah selalu belajar sembari bekerja. Konsep ini benar-benar ia terapkan ketika masih bekerja di perusahaan digital besar, Alibaba. Ia yang sudah bekerja selama 7 tahun di perusahaan tersebut, menangani beberapa lini seperti sales dan juga pengembangan alternatif pembayaran Alipay.

Artikel lain: Cher Wang ~ Eksekutif Wanita China Pendiri HTC

Ketika menangani beberapa proyek tersebutlah, ia terus belajar bagaimana mengembangkan perusahaan secara mandiri. Ia banyak mengerti bagaimana perusahaan dikembangkan mulai dari titik nol serta bagaimana untuk bisa menarik perhatian konsumen.

Yang unik ternyata, ketika Wei memulai mendirikan Didi di pertengahan tahun 2012, pada waktu yang sama pula Uber mulai dikembangkan di Amerika. Sebagai salah satu pesaing besar yang nantinya akan bertarung dalam beberapa tahun ke depan, pada kenyataannya Didi Chuxing dinilai mempunyai perkembangan yang lebih masif dan cepat ketimbang sang pesaing tersebut.

Cerdas Dalam Melihat Peluang

Tentu banyak yang bertanya bagaimana Wei bisa mengembangkan perusahaan tersebut menjadi perusahaan transportasi berbasis online terbesar di China hanya dalam waktu 4 tahun. Kembali lagi, Wei membocorkan rahasia suksesnya yang lain. Ketika dalam proses pengembangan #startup, dengan cerdas ia melihat peluang lewat akuisisi perusahaan pesaing. Dia percaya, dengan menghubungkan para pesaing yang berada dalam bidang yang sama justru akan memberikan keuntungan ganda. Selain bisa menghilangkan persaingan, kita juga bisa memperoleh potensi pengembangan bisnis yang jauh lebih besar.

Kala itu ia melakukan proses merger dengan perusahaan pesaing, Kuaidi Dache. Lewat kesepakatan bernilai 6 juta dolar tersebut, akhirnya dominasi Didi Chuxing untuk bidang transportasi online di negara China sudah tak terbendung lagi. Belum lagi dengan dukungan dari perusahaan raksasa lain, Baidu and Alibaba sebagai “bonus” dari proses merger, menjadi tambahan amunisi untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan asing.




Selain itu, rahasia sukses terakhir dari seorang Cheng Wei adalah selalu fokus dalam satu bidang saja. Hal tersebut diwujudkan dengan fokus perusahaan yang hanya menggarap pasar Cina. Ini tentu berbeda dengan perusahaan Uber yang mempunyai cabang di berbagai negara, Didi Chuxing terbukti jauh lebih dipercaya oleh masyarakat Cina sendiri.

Baca juga: William Wang ~ Pengalaman Menuju Ajal yang Justru Antarkan Pada Kesuksesan Besar

Saat ini Didi Chuxing menguasai pasar transportasi taxi sebesar 99%, serta pasar transportasi mobil pribadi sebesar 87% di Cinta. Selain itu, perusahaan dengan maskot buah jeruk ini, juga telah mempunyai cabang di 400 kota di seluruh China, berbanding jauh dengan Uber yang hanya “narik” di 45 kota.

Yang terbaru dengan pencapaian luar biasa ini, perusahaan teknologi #Apple merasa tertarik untuk menanamkan investasi. Tak kurang dari satu miliar dollar dikucurkan oleh Apple untuk mendukung bisnis milik Cheng Wei tersebut. Kucuran investasi ini, lantas membuat nilai perusahaan Didi Chuxing melonjak tajam, hingga mencapai angka 20 miliar dolar. Dan yang perlu digarisbawahi, Wei berhasil mencapai posisi tersebut hanya dalam waktu 4 tahun saja!



1 comment on this postSubmit yours
  1. kisah yang sangat menginspirasi sekaligus spirit bagi calon pengusaha.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud